Seputar DSEI 2019Klik di Atas

Tag: TNI AL

Menelisik Jejak KRI Nusa Utara 584, Landing Craft Utility TNI AL yang Baru Purna Tugas

Seperti telah diwartakan pada artikel sebelumnya, pada 16 Agustus lalu, TNI AL resmi memensiunkan lima kapal perangnya dalam Upacara Penurunan Ular-ular Perang di Dermaga Ujung, Surabaya. Diantara yang resmi pensiun, yaitu KRI Slamet Riyadi 352, KRI Ki Hajar Dewantara 364, KRI Teluk Penyu 513, KRI Sambu 902 dan KRI Nusa Utara 584, khusus yang disebutkan terakhir boleh dibilang jarang terdengar namanya. (more…)

TNI AL Resmi Pensiunkan Frigat KRI Slamet Riyadi 352 dan Korvet Latih KRI Ki Hajar Dewantara 364

Setelah pada kamis, 15 Agustus lalu dilangsungkan Upacara Penurunan Ular-ular Perang sebagai penanda purna tugasnya KRI Teluk Ratai 509 Dan KRI Teluk Bone 511, maka selang sehari kemudian, tepatnya pada 16 Agustus 2019 di Dermaga Ujung, Surabaya, TNI AL kembali secara resmi memensiunkan lima kapal perang lainnya, dimana diantaranya adalah frigat KRI Slamet Riyadi 352 dan korvet KRI Ki Hajar Dewantara 364. Sementara tiga kapal perang lainnya yang ikut purna tugas adalah KRI Teluk Penyu 513, KRI Nusa Utara 584 dan KRI Sambu 902. (more…)

LST Eks Perang Dunia II, KRI Teluk Ratai 509 dan KRI Teluk Bone 511 Telah Resmi Dipensiunkan

Dua kapal perang TNI AL eks Perang Dunia Kedua, yakni KRI Teluk Ratai 509 dan KRI Teluk Bone 511 yang masuk dalam Landing Ship Tank (LST) 542 Class, secara resmi telah dipensiunkan dari arsenal armada TNI AL. Kedua LST yang telah memperkuat TNI AL sejak dekade 60/70-an ini merupakan saksi sejarah peperangan besar, lantaran LST 542 Class terlibat dalam operasi pendaratan pasukan Sekutu di Pantai Normandia, Perancis. (more…)

USNS Kilauea, Kapal Angkut Amunisi yang Pernah Lakukan Jamming di Laut Timor

Banyak kisah yang terjadi jelang dan pasca jejak pendapat di Timor Timur pada periode 1999-2000. Tensi politik yang memanas ditambah banyaknya kekuatan militer asing yang berada di bawah komando INTERFET (International Force East Timor) pimpinan Australia menjadikan gesekan mudah saja meletup di lapangan. Dan dari beragam armada kapal perang asing di yang hadir di Laut Timor saat itu, ada sosok USNS Kilauea (T-AE-26) yang beroperasi singkat. Meski beroperasi kurang dari dua minggu, kapal kapal angkut amunisi ini kabarnya pernah men-jamming salah satu kapal perang TNI AL. (more…)

Andalkan Desain Modular dan Fin Stabilizer, KCR-60M KRI Kerambit 627 Resmi Perkuat Armada TNI AL

Setelah diluncurkan PT PAL pada 27 Februari 2018, KCR (Kapal Cepat Rudal) 60M KRI Kerambit 627, Kamis (25/7/2019) resmi diserahterimakan kepada TNI AL di Dermaga Divisi Kapal Perang PT PAL Ujung, Surabaya. . Dalam serah terima KRI Kerambit 627, nampak kapal perang produksi dalam negeri ini telah dilengkapi dua peluncur rudal anti kapal C-705 dan dua pucuk kanon PSU (Penangkis Serangan Udara) Rheinmetall 20 mm. (more…)

Mistral Tetral: Tercipta ‘Hanya’ untuk Korvet Diponegoro Class

Sebelum dua frigat – Perusak Kawal Rudal (PKR) RE Martadinata Class tuntas dalam proses dipersenjatai, maka predikat kapal perang dengan kemampuan sensor dan persenjataan tercanggih di Satuan Kapal Eskorta TNI AL masih disandang korvet Diponegoro Class (Sigma 9113) buatan Damen Schelde Naval Shipbuilding, Belanda. Dan diantara persenjataan yang ada di korvet tersebut, keberadaan peluncur rudal Mistral Tetral adalah yang menjadi ciri khas tersendiri. (more…)

Mungkinkah Korvet Fatahillah Class Dipasangi Kanon Reaksi Cepat dan Rudal Hanud?

Komitmen pemerintah untuk mengoptimalkan kemampuan korvet Fatahillah Class telah dibuktikan, seperti upgrade sistem sensor dan radar Terma di KRI Fatahillah 361 dan program mid-life modernization (MLM) di korvet KRI Malahayati 362. Namun sayang, sistem senjata di korvet Fatahillah Class belum mendapat jatah modernisasi. Selain rudal anti kapal yang tidak dipasangkan (lagi) di korvet buatan Belanda tersebut, netizen bertanya bagaimana dengan sistem hanud modern di korvet berbobot 1.450 ton tersebut. (more…)