Tag: TNI AL

Fiery Cross Reef – Pangkalan Militer Terpadu dan Modern Cina, Hanya Berjarak 405 Mil Laut dari Natuna

Ekspansi armada kapal patroli Penjaga Pantai Cina (China Coast Guard/CCG) yang memasuki ZEE Indonesia di Perairan Natuna tentu mengundang tanya, seperti bagaimana cara memasok kebutuhan bekal ulang pada kapal-kapal tersebut, lantaran posisi lanal utama AL Cina di Hainan dan Woody Island jaraknya terpaut ribuan mil laut. Sementara berita yang tersiar, Cina terkesan mudah merotasi dan menambah perkuatan armada di sekitaran Natuna untuk mengawal kapal-kapal nelayan. (more…)

TNI AL Undang Proposal Awal untuk Pengadaan Offshore Patrol Vessel

Sesuai dengan dinamika, dalam beberapa tahun kedepan TNI AL perlu mengisi kesenjangan kebutuhan operasional, yaitu ‘menjembatani’ gap antara armada kapal di Satuan Kapal Patroli (Satriol) dan kapal perang kelas korvet serta frigat di Satuan Kapal Eskorta (Satkor). Sebagai jawabannya mencuatlah OPV (Offshore Patrol Vessel), segmen kapal perang yang juga tengah dibangun Malaysia, Thailand, Singapura dan Australia. (more…)

SAET-40 UAE – Inilah Torpedo ‘Asli’ di Korvet Parchim Class TNI AL

KRI Tjiptadi 381 dan KRI Teuku Umar 385 di Pulau Natuna (Foto: Instagram @navy19489)

Sampai artikel ini diturunkan, setidaknya TNI AL telah mengerahkan delapan kapal perang ke wilayah Perairan Natuna, dimana tiga diantara kapal tersebut adalah dari jenis korvet Parchim Class – yaitu KRI Tjiptadi 381, KRI Teuku Umar 385 dan KRI Sutedi Senoputra. Bagi TNI AL keberadaan korvet Parchim Class, selain ada korvet Bung Tomo Class (KRI Usman Harun 359), diperankan untuk menghadapi sasaran berupa kapal perang permukaan dan kapal selam, lantaran dibekali tabung peluncur torpedo. (more…)

MR-302 “Strut Curve” – Radar Intai Udara dan Permukaan di Korvet Parchim Class TNI AL

Usianya memang tak lagi muda, namun korvet Parchim Class adalah jenis kapal perang dengan jumlah terbesar dalam Satuan kapal Eskorta (Satkor) TNI AL. Dengan populasi 14 unit dari total 16 unit yang diakuisisi dari Jerman Timur, korvet Parchim Class juga yang paling banyak dioperasikan TNI AL dalam operasi pengamanan di Lautan Natuna. Seperti pada insiden 30 Desember 2019, KRI Tjiptadi 381 dari Gugus Tempur Laut (Guspurla) Koarmada I telah menghalau kapal penjaga pantai Cina yang dengan sengaja masuk ke Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) Indonesia. (more…)

Mengenal Kemampuan Senapan Mesin PKT di Ranpur BVP-2 Korps Marinir

Belum lama ini, Batalyon Arhanud 2 Korps Marinir telah melakukan uji fungsi penembakan amunisi PKT (Pulemyot Kalashnikova-Tank) buatan Serbia pada ranpur amfibi BPV-2 di Lapangan tembak Internasional Lettu Mar (Anm) FX. Soepramono Karangpilang, Surabaya, Senin (30/12/2019). Dalam uji penembakan itu para tim penguji dari Korps Marinir memberikan penembakan langsung (untuk menguji jarak aman) dengan jarak 300 meter, penembakan arah langsung. (more…)

Kapal Penjaga Pantai Cina Makin Garang, Ada Potensi Berubah Peran Jadi Kapal Kombatan

Nota protes yang dilayangkan Kementerian Luar Negeri Indonesia kepada Pemerintah Cina seolah tidak digubris, baru saja sehari nota protes dilayangkan, kembali kapal penjaga pantai Cina (China Coast Guard/CCG) diwartakan kembali memasuki perairan Natuna Utara pada Selasa, 31 Desember 2019. Kehadiran kapal penjaga pantai Cina, seperti pada kasus-kasus terdahulu yaitu dalam misi mengawal aktivitas perahu nelayan Cina yang secara koordinat memasuki ZEE (Zone Ekonomi Eksklusif) Indonesia. (more…)

Piper Archer DX – Inilah Pesawat Latih Terbaru Puspenerbal

Lewat prosesi water salute, di Apron Base Ops Lanudal Juanda, Skadron 200 Wing Udara 2 Puspenerbal pada 20 Desember lalu resmi menerima kedatangan lima pesawat latih Piper Archer DX PA-28-181. Sebelumnya Puspenerbal mengirimkan lima pilot instruktur dan 6 teknisi untuk mendapatkan pelatihan di Fasilitas Legacy Training, Vero Beach, Florida, Amerika Serikat. (more…)

Oto Melara 76mm Eks KRI Slamet Riyadi 352 Uji Tembak Perdana di Paiton

Setelah resmi dipensiunkan pada 16 Agustus 2019, arsenal persenjataan yang menjadi ‘kenang-kenangan’ dari KRI Slamet Riyadi 352, yakni meriam reaksi cepat Oto Melara 76 mm pada haluan frigat Van Speijk Class tersebut, kini telah tepasang pada simulator sistem senjata kapal perang yang berada di Paiton, Jawa Timur. Dan ada kabar bahwa untuk pertama kalinya, pada 21 November lalu telah dilakukan uji penembakan untuk pertama kalinya Oto Melara sebagai senjata pertahanan pantai. (more…)