Seputar DSEI 2019Klik di Atas

Tag: TNI AL

Inilah Alasan Korvet Fatahillah Class Belum Dipasangi Rudal Anti Kapal (Lagi)

Meski telah dilakukan sejumlah modernisasi, namun dirunut dari usia, ketiga korvet Fatahillah Class – KRI Fatahillah 361, KRI Malahayati 362 dan KRI Nala 363 sudah tak bisa dibilang muda lagi, pasalnya ketiga korvet buatan Wilton Fijenoord, Schiedam, Belanda ini sudah diterima Indonesia sejak 1979. Lewat perawatan yang baik dan modernisasi pada sistem sensor dan radar (di KRI Fatahillah 361 dan KRI Malahayati 362),  kapal kombatan ini masih mampu memberikan efek deterens. (more…)

Eagle Indopura 2019, Inilah Kecanggihan Tiga Kapal Perang AL Singapura yang Sandar di Surabaya

Tiga kapal perang AL Singapura (RSN) dalam formasi tempur lengkap, terdiri dari frigat stealth RSS Steadfast 70, korvet RSS Vigour 92 dan kapal patroli litoral RSS Justice 18 diwartakan telah bersandar di Dermaga Jamrud Utara Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya (16/7). Ketiga kapal perang beda kelas itu tiba di Indonesia dalam rangka latihan bersama Eagle Indopura 2019 (16 – 20 Juli 2019).  Menarik dari kedatangan kapal perang AL Singapura, ketiganya disebut-sebut sebagai yang tercanggih di kelasnya, khususnya untuk level Asia Tenggara. (more…)

PT PAL Resmi Awali Proyek Pembangunan LPD Plus “Kapal Rumah Sakit” Kedua

Foto: Liputan6.com

Pada Oktober 2021, TNI AL dijadwalkan akan menerima kapal rumah sakit kedua buatan PT PAL, Surabaya. Kapal yang nantinya akan diberi nomer lambung 59x ini bakal masuk sebagai kapal jenis Bantu Rumah Sakit (BRS) di bawah komando Satuan Kapal Amfibi (Satfib). Berlangsung pada 9 Juli lalu, proses pemotongan baja pertama atau first steel cutting yang menandai proses awal fabrikasi dilakukan dengan disaksikan Asisten Logistik Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana Muda TNI Moelyanto. (more…)

PT Pindad Persiapkan Produksi Massal Roket R-Han 122B untuk Korps Marinir

Setelah melewati beberapa kali uji coba sejak tahun 2014, akhirnya ada titik terang bahwa roket balistik R-Han 122B tengah disiapkan untuk proses produksi secara massal. Kesiapan produksi tersebut diungkapkan PT Pindad, dimana R-Han 122B akan dibuat untuk memasok kebutuhan Artileri Medan Korps Marinir, khususnya sebagai senjata utama pada alutsista MLRS (Multiple Launch Rocket System) RM70 Grad, RM70 Vampire dan Norinco Type 90B. (more…)

Jadi Koleksi Naval Museum Lantamal VI, Inilah Kemampuan Torpedo Ringan General Electric MK44

Selama ini lebih banyak ditampilkan torpedo berat (heavy torpedo) sebagai koleksi di museum militer di Indonesia. Tentu hal tersebut dirasa wajar, mengingat heavy torpedo menjadi persenjataan utama yang melekat pada eksisteni armada kapal selam. Sementara jenis torpedo ringan (light torpedo) masih agak sulit dijumpai, meski TNI AL sudah cukup lama mengoperasikan beragam jenis alutsista bawah air ini. (more…)

Pensiunkan Tripartite Class, Belanda dan Belgia Satu Pilihan untuk Kapal Pemburu Ranjau

Sebelum dua kapal pemburu ranjau Frankenthal Class tiba di Indonesia, maka saat ini yang menjadi alutsista andalan pada Satuan Kapal Ranjau (Satran) TNI AL adalah dua kapal Tripartite Class, KRI Pulau Rengat 711 dan KRI Pulau Rupat 712. Meski usianya tak lagi muda, lantaran sudah beroperasi lebih dari 30 tahun, namun Tripartite Class adalah satu-satunya jenis kapal perang buru ranjau yang hingga kini juga masih dioperasian oleh AL Belanda dan AL Belgia. (more…)

Segera Dipensiunkan, Kapal Tanker HMAS Success Lakukan Pelayaran ‘Terakhir’ ke Indonesia

Dalam foto yang beredar di media sosial, kapal tanker berukuran besar ini terlihat perkasa di tengah lautan, ditambah ada pengawalan dari frigat KRI I Gusti Ngurah Rai 332, menjadikan momen HMAS Success (OR 304) mendapat perhatian kala berlayar di Perairan Indonesia. HMAS Success diketahui pada akhir Mei lalu (20/5) bertandang di Lantamal VI Makassar, dan pada 23 Mei meninggalkan Makassar untuk kembali ke Australia. Kunjungan kapal perang AL Australia (RAN) ke Indonesia tentu sudah biasa, namun lawatan HMAS Success yang berbobot mati 18.221 ton kali ini punya arti penting. (more…)

KRI Teluk Amboina 503: Dibeli dari Jepang, Inilah Landing Ship Tank ‘Retro’ Perang Dunia II

Pada akhirnya alutsista tua akan dipensiunkan secara bertahap, tapi karena dinilai masih mumpuni, tak semuanya masuk dalam daftar yang akan masuk masa purna tugas. Di lini armada TNI AL, ada dua kapal perang buatan Jepang yang usianya sudah tak muda, diluncurkan pada tahun yang sama dan sampai kini masih aktif digunakan dalam beragam operasi. Yang dimaksud adalah kapal markas KRI Multatuli 561 buatan galangan Ishikawajima Harima, Tokyo, dan kapal pendarat KRI Teluk Amboina 503 buatan Sasebo Heavy Industries. (more…)

PTS-4: Rantis Angkut Amfibi Multiguna, Dibangun dari Pengembangan PTS-10

Fungsionalitas rantis amfibi multiguna sekelas PTS-10 milik Korps Marinir jelas tak dapat diragunakan. Punya payload sedemikian besar dengan roda rantainya, rantis ini sanggup melibas medan berat dengan mudah. Namun, PTS-10 jelas sudah uzur dari segi usia, ditambah performa mesinnya yang dianggap boros. Lantaran masuk dalam doktrin gelaran operasi amfibi AL Rusia, kini ada PTS-4 yang merupakan varian pengembangan dari PTS-10. PTS-4 yang pertama kali diperkenalkan pada Russian Arms Expo 2013 saat ini menjadi ujung tombak dukungan logistik di arsenal AL dan AD Rusia. (more…)