
Diantara kapal kombatan TNI AL yang kini digelar di sekitaran Laut Natuna Utara, sebagian besar adalah dari jenis korvet, sementara yang menyandang predikat frigat baru satu unit, yakni KRI Karel Satsuit Tubun 356, yang kita kenal sebagai bagian dari Van Speijk Class (aka – Ahmad Yani Class). Kapal perang dengan kode KST 356 ini otomatis menjadi kapal kombatan bertonase terbesar TNI AL di Natuna, sekaligus juga menjadi yang paling ‘senior’ dari segi usia. (more…)

Hadirnya sistem hanud ForceSHIELD tak hanya membawa angin segar dalam jagad persenjataan Arhanud TNI AD. Melengkapi rudal SHORAD (Short Range Air Defence) Starstreak HVM (High Velocity Missile), seperti diketahui Indonesia juga ikut mengakuisisi radar pengendus sasaran SHIKRA (System for Hybrid Interceptor Knowledge of Recognised Air) atau dikenal juga dengan sebutan CONTROLMaster 200 buatan Thales, Inggris. (more…)

Pada saat diluncurkan dari galangan Scotstoun – BAE System Marine, yaitu di tahun 2001, korvet Nakhoda Ragam terbilang canggih, selain bekal sabreg sensor, persenjataan yang dibawanya pun lumayan komplit untuk meladeni peperangan anti permukaan, peperangan bawah permukaan dan anti serangan udara. Dan setelah 18 tahun berlalu, korvet yang sejak tahun 2014 menjadi arsenal Satuan Kapal Eskorta (Satkor) TNI AL itu masih ‘kokoh’ dan banyak diandalkan dalam beberapa penugasan, termasuk dalam operasi di luar negeri, seperti misi UNIFIL (United Nations Interim Force in Lebanon). (more…)

Meski tak lagi tergolong sebagai alutsista baru, namun armada FPB-57 series yang melengkapi Satuan Kapal Cepat (Satkat) TNI AL masih menjadi elemen yang diandalkan dalam tugas-tugas patroli, terutama pada FPB-57 Nav V yang dipersenjatai relatif lengkap untuk menghadapi sasaran aspek permukaan dan udara. (more…)

Setelah tiga tahun, akhirnya korvet KRI Frans Kaisiepo 368 telah merampungkan tahapan perbaikan dan upgrade pada perangkat sonarnya. Merujuk ke Januari 2015, KRI Frans Kaisiepo 368 mengalami kerusakan di APBS (Alur Pelayaran Barat Surabaya) saat dalam perjalanan menuju lokasi pencarian jatuhnya pesawat AirAsia QZ8501 di Selat Karimata. Dan kerusakan ternyata ada di bagian bawah lambung kapal, dimana terdapat hull mounted sonar. (more…)

Belum lama berselang, Dinas Komunikasi dan Peperangan Elektronika (Diskomlek) Korps Marinir telah menerima perangkat komunikasi multiband networking handheld Harris Falcon III dari United States Marine Corps (USMC). Dan masih di segmen yang sama, Diskomlek Korps Marinir kembali mendapat perkuatan berupa perangkat alat komunikasi (Alkom) Radio HF Manpack dan Multiband Handheld dari Thales, Perancis. (more…)

Seperti diwartakan sebelumnya, bahwa Thales kembali memasang dua perangkat elektronik di PKR (Perusak Kawal Rudal) Martadinata Class. Yang dipasang adalah Scorpion 2 dan Vigile 100 radar electronic countermeasure. Keduanya digadang untuk mempersiapkan Martadinata Class untuk tangguh dalam menghadapi peperangan elektronika di lautan. Namun yang menarik, ternyata Scorpion 2 bukan ‘barang’ baru lagi untuk TNI AL, setidaknya sudah ada dua jenis korvet yang sudah mengadopsi Scorpion 2. (more…)

Meski belum ada kabar lebih lanjut tentang instalasi persenjataan di PKR (Perusak Kawal Rudal) Martadinata Class, namun program instalasi sistem elektronik di kapal perang kelas frigat ini terus berjalan. Setelah Thales sebelumnya telah merampungkan Combat Management System (CMS) Tacticos dan adopsi radar intai udara dan permukaan Smart-S MK2, maka ada kabar terbaru bahwa Thales telah menyelesaikan pemasangan perangkat elektronik baru di KRI RE Martadinata 331 dan KRI I Gusti Ngurah Rai 332. (more…)

Di artikel kami terdahulu pernah diulas tentang SQUIRE (Signaal’s Quiet Universal Intruder Recognition Equipment), yakni radar manpack besutan Thales dengan desain kompak dengan ukuran yang terbilang kecil, sehingga dapat dipindah-pindahkan oleh dua prajurit. Tapi apakah SQUIRE adalah radar paling kecil? (more…)

Setelah ada rudal panggul yang kondang disebut MANPADS (Man Portable Air Defence System) dan tactical radio (radio taktis) yang biasa dibawa dengan ransel (manpack) oleh prajurit operator radio. Kini mobilitas teknologi panggul juga merambah pada penggelaran sistem radar, bukan terbatas pada arti mobile radar untuk pertahanan udara, radar panggul besutan Thales yang diberi label SQUIRE ini memang dapat digendong dan dioperasikan oleh dua personel saja. (more…)