
Sejak terbang perdana di Komsomolsk-on-Amur pada 29 Januari 2010, jet tempur stealth Rusia Sukhoi Su-57 (kode NATO – Felon) telah menjadi obyek buruan analis pertahanan global. Tidak seperti alutsista besutan barat, maka detail tentang Su-57 bisa dibilang tidak terlalu banyak diketahui. Salah satu yang menjadi ‘teka-teki’ pada Sukhoi Su-57 adalah pada side weapon bay. (more…)

Dengan ‘menanggalkan’ kemampuan stealth, sebuah jet tempur Sukhoi Su-57 Felon Angkatan Udara Rusia terlihat membawa dua rudal jelajah udara ke permukaan di bawah sayapya, yang diduga adalah Kh-59. Meski belum dapat dipastikan, pemerhati militer menyebut kemungkinan varian Kh-59 yang dibawa Su-57 Felon adalah Kh-59M2A. (more…)

Meski tengah mendapat tekanan berat, pengembangan alutsista ‘tier satu’ Rusia terus berjalan sesuai roadmap, sebut saja pada pengembangan kemampuan pada persenjataan jet tempur stealth Sukhoi Su-57 Felon. Belum lama ini ada kabar jet tempur stealth twin engine ini tengah mendukung pengujian jenis senjata baru, yakni drone serang yang menyerupai rudal jelajaha konvensional. (more…)

Penggelaran kapal induk oleh Angkatan Laut Rusia ibarat ada di pinggir jurang, satu-satunya kapal induk Rusia saat ini, Admiral Kuznetsov, telah lama tidak beroperasi karena berbagai macam masalah. Ditambah kondisi saat ini yang sedang berperang dengan Ukraina, maka semakin jauh mimpi Rusia untuk bisa menggelar kekuatan kapal induk. Meski begitu, sebagai angkatan laut dengan predikat blue water navy, tetap ada proyeksi untuk mengembangkan kapal induk, termasuk yang dapat meluncurkan je tempur stealth. (more…)

Dengan dikawal dua jet tempur Su-35, penempur stealth Sukhoi Su-57 Felon Angkatan Udara Rusia melancarkan serangan udara dengan menargetkan sebuah posisi strategis di Ukraina Timur. Operasi tempur terbaru Su-57 ini disebut menggunakan rudal jelajah terbaru Rusia, Kh-69 (more…)

Menurut rencana, UAC (United Aviation Corporation) bagian dari Rostec, pada tahun ini akan memulai pengiriman jet tempur stealth Sukhoi Su-57 Felon yang ditingkatkan (upgraded), yakni dengan adopsi mesin AL-51F1 yang mutakhir memungkinkan Su-57 melesat dengan kecepatan jelajah Mach 2. Mesin AL-51F1 sebelumnya dikenal sebagai “Izdelie 30”. Su-57 yang telah di-upgrade mendapat label kode baru sebagai Su-57M. (more…)

Di penghujung tahun ini United Aircraft Corporation (UAC) mengumuman pengiriman gelombang (batch) terakhir jet tempur stealth Sukhoi Su-57 Felon ke Kementerian Pertahanan Rusia. Meski tidak dijelaskan berapa unit yang dikirim pada batch terakhir, namun produksi terakhir Su-57 disebut berhasil dirampungkan oleh manufaktur penerbangan Komsomolsk-on-Amur, dinamai Yuri Gagarin (KnAAZ). (more…)

Bagi Rusia, jet tempur stealth Sukhoi Su-57 Felon adalah pencapaian penting dalam industri dirgantara, pasalnya Su-57 adalah penempur generasi kelima pertama yang berhasil diproduksi. Dan tahukah Anda, pada setiap pengembangan Su-57 tak bisa dilepaskan dari peran pilot uji (test pilot), tanpa keberanian dan kelihaian seorang pilot uji, maka pesan canggih dan kehebatan jet tempur berapa pun mahalnya tidak akan tersampaikan. (more…)

Kedigdayaan alutsista udara Rusia salah satunya diwakili oleh jet tempur stealth Sukhoi Su-57 Felon. Dan memeriahkan pameran dirgantara Dubai Airshow 2023 di Uni Emirat Arab, Rusia lewat Rosoboronexport menampilkan trio rudal maut terbaru yang menjadi senjata pamungkas untuk jet tempur Su-57. Ketiga rudal yang dimaksud adalah rudal jelajah jarak jauh Kh-69, rudal udara ke udara jarak jauh RVV-BD dan rudal udara ke udara jarak dekat RVV-MD2. (more…)

Di antara tiga negara yang kini memproduksi dan mengoperasikan jet tempur stealth, mungkin Rusia ada di urutan ketiga. Dalam hal kesiapan tempur, Angkatan Udara Rusia saat ini baru mengoperasikan 10 unit Sukhoi Su-57 Felon. Sebagai perbandingan, Amerika Serikat telah mengoperasikan ratusan unit F-22 Raptor dan F-35 Lightning II. Begitu juga dengan Cina yang kini mengoperasikan 200-an unit jet tempur stealth Chengdu J-20 Mighty Dragon. (more…)