Sukhoi Su-57 Keluaran Tahun 2024 Adopsi Mesin Baru AL-51F1, Bikin Kecepatan Jelajah Felon di Level Mach 2

Menurut rencana, UAC (United Aviation Corporation) bagian dari Rostec, pada tahun ini akan memulai pengiriman jet tempur stealth Sukhoi Su-57 Felon yang ditingkatkan (upgraded), yakni dengan adopsi mesin AL-51F1 yang mutakhir memungkinkan Su-57 melesat dengan kecepatan jelajah Mach 2. Mesin AL-51F1 sebelumnya dikenal sebagai “Izdelie 30”. Su-57 yang telah di-upgrade mendapat label kode baru sebagai Su-57M.

Baca juga: UAC Kirim Batch Terakhir Sukhoi Su-57 Felon, Inilah Rincian Jumlah Jet Tempur Rusia yang Dikirim Sepanjang 2023

Rostec melaporkan bahwa mesin AL-51F1 yang baru telah lulus semua pengujian dengan sangat baik, melebihi setiap ekspektasi. Mesin baru ini menghasilkan daya dorong yang kuat sebesar 11.000 kg dan afterburner yang mampu mencapai 18.000 kg. Dengan upgrade mesin tersebut, Su-57 kini dapat mencapai kecepatan jelajah Mach 2, sekaligus mengurangi visibilitasnya dalam jangkauan inframerah – sebuah kemajuan yang menentukan dibandingkan pendahulunya.

Adopsi mesin AL-51F1 tidak sekadar menyempurnakan Su-57. Hal ini juga merevitalisasi pesawat tempur stealth Rusia lainnya, Su-75 Checkmate. Dilansir Bulgarianmilitary.com, Wakil Perdana Menteri Rusia Yuri Borisov di Saint Petersburg International Economic Forum (SPIEF), Su-75 dijadwalkan untuk meluncurkan uji terbang perdananya pada pertengahan tahun 2025. Prototipe awal dari pesawat revolusioner ini tengah dibangun di Pabrik Pesawat Gagarin, KnAAZ.

Bagian ekor Su-57, tampal masih menggunakan nosel standar.

Saat ini, armada Su-57 Angkatan Udara Rusia ditenagai mesin AL-41F1 atau versi modifikasinya, AL-41F1S. Penggunaan AL-51F1 diklaim dapat menjadi game changer yang mendorong Su-57 dengan kuat ke dalam jajaran pesawat tempur generasi kelima.

Mesin AL-41F1 awalnya dikembangkan untuk proyek MiG-1.44. Seiring berjalannya waktu, pesawat ini menerima peningkatan dan berevolusi menjadi AL-41F1S yang sekarang digunakan pada Sukhoi Su-35S dan kemudian pada Su-57.

Stabiliser vertikal Su-57 Felon.

Su-57 satu ton lebih ringan dari Su-35S dan dilengkapi dengan sepasang mesin AL-41F1 yang diperbarui untuk meningkatkan daya dorong sebesar 1.400 kg (masing-masing 700 kg), secara logis menunjukkan bahwa Su-57 seharusnya tidak mengalami kesulitan dalam melaju di kecepatan tinggi. Kecepatan Mach 1.25 – Mach 1.31—tanpa afterburner.

Terlepas dari kemajuannya, para kritikus mulai mengungkapkan kekhawatirannya, terutama tentang kurangnya saluran masuk udara berbentuk S, yang secara signifikan meningkatkan Equivalent Radar Cross-section (EPR). Namun, Su-57 menerapkan strategi teknis yang berbeda untuk mengimbangi tidak adanya saluran masuk udara tersebut.

Pada tahun 2020, sebuah praktik menarik terlihat pada foto dan video pesawat tempur tersebut – saluran masuk udara diperbaiki dengan cermat atau disembunyikan seluruhnya karena bilah turbin tidak terlihat. Namun, bukan berarti mereka tidak ada; mereka tidak terlihat mencolok. Para ahli di Biro Desain Sukhoi tidak mengabaikan saluran S; mereka memilih pendekatan yang berbeda karena karakteristik mesin yang spesifik. (Gilang Perdana)

Sukhoi Su-57 Felon Tampil dengan Nosel Datar, Kadar Stealth Terdongkrak

One Comment