Sebagai negara netral, berita rencana penjualan Infantry Fighting Vehicle (IFV) kepada negara perantara (Jerman), dengan tujuan akhir pengiriman ke Ukraina, rupanya membuat tak nyaman Pemerintah Chili, yang kadung mendapat respon miring dari komunitas di dalam dan luar negeri. (more…)
Laporan dari sumber-sumber pertahanan Eropa mengindikasikan bahwa Pemerintah Chili sedang dalam tahap negosiasi akhir untuk menyalurkan sejumlah besar ranpur Infanrtry Fighting Vehicle (IFV) Marder 1A3 yang dioperasikannya kepada Ukraina. Transfer ini tidak dilakukan melalui penjualan langsung dari Chili ke Ukraina, melainkan melalui skema transfer yang dibiayai dan dimediasi oleh Pemerintah Jerman. (more…)
Setidaknya satu dari 20 unit ranpur Infantry Fighting Vehicle (IFV) Marder 1A3 donasi dari Jerman ke Ukraina, kini berstatus dalam kondisi ‘rontok’ alias total loss. Hal itu berhasil dikonfirmasi dari beredarnya rekaman video pendek di jejaring media sosial, yang memperlihatkan Marder 1A3 yang digunakan pasukan Ukraina terkena sengatan rudal anti tank. (more…)
Meski telah memberikan bantuan ribuan senjata anti tank dan rudal MANPADS, rupanya Jerman membatasi diri untuk memberikan bantuan persenjataa berat ke Ukraina. Berbeda dengan Australia yang siap mengirimkan rantis lapis baja Bushmaster 4×4 ke Ukraina, Berlin justru menolak permintaan dari Kiev untuk memasok 100 unit ranpur IFV (Infantry Fighting Vehicle) Marder 1A3, jenis ranpur yang notabene juga dioperasikan oleh TNI AD.
Nama ranpur lapis baja yang satu ini sudah sangat dikenal netizen, didatangkan bersama armada Main Battle Tank (MBT) Leopard 2A4 dari Jerman, inilah Marder 1A3 yang masuk golongan IFV (Infantry Fighting Vehicle) dan kini dioperasikan oleh Satuan Kavaleri TNI AD. Meski debut Marder masih moncer digunakan oleh Angkatan Darat Jerman, namun Negeri Bavaria rupanya berhasil mengembangkan varian kendaraan pemadam kebakaran dari platform Marder. (more…)
Adopsi teknologi Battlefield Management System (BMS) tak pelak menjadikan ranpur (kendaraan tempur) konvensional menjelma laksana ‘ranpur pintar.’ Tak hanya terkoneksi secara data, namun sistem ranpur dan persenjataannya dapat terintegrasi dengan unit komando yang lebih luas, menjadikan pola pergerakan unit kavaleri mampu berjalan efektif dan terpadu antar elemen. (more…)
Proyek pengadaan medium tank untuk TNI AD belakangan ini cukup menarik perhatian, pasalnya PT Pindad dan FNSS Savunma Sistemleri dari Turki, resmi menampilkan desain mockup medium tank di Indo Defence 2016, kedua perusahaan memberi label proyek medium tank ini sebagai Modern Medium Weight Tank (MMWT) dan dijawalkan prototipe-nya rampung pada tahun 2017. Sementara Rheinmetall Landsysteme juga tak mau kehilangan peluang, manufaktur dari Jerman ini juga punya solusi yang ‘real’ tentang medium tank untuk TNI AD. (more…)
Dua puluh empat unit MBT (Main Battle Tank) Leopard 2A4 Revolution atau yang kondang disebut Leopard 2 Ri (Republic of Indonesia) telah tiba di Tanah Air pada akhir Mei lalu. Sementara jumlah pesanan Leopard 2 Ri untuk kavaleri TNI AD keseluruhan ada 61 unit. Lantas bagaimana dengan sisa pengiriman MBT dari Jerman tersebut? Akankah terganjal isu pemotongan anggaran? (more…)
Paket pembelian MBT Leopard 2A4 dan IFV Marder 1A3 dari Jerman untuk TNI AD disertai dengan pengadaan kendaraan lapis baja pendukung. Maklum yang dibeli memang di setting untuk kebutuhan dua batalyon kavaleri, maka rantis pendukung seperti ARV (Armoured Recovery Vehicle), AVLB (Armoured Vehicle Launched Bridge) hingga AEV (Armoured Engineer Vehicle) mutlak dibutuhkan guna menjamin gelar operasi Leopard dapat maksimal dalam kondisi apa pun.
Dari beberapa ranpur lapis baja yang dipamerkan statis dalam Indo Defence 2014, maka ada yang terlihat beda dan mampu membetot perhatian. Ranpur ini dipajang di area outdoor depan hall A JIExpo, Kemayoran. Inilah Marder Evolution APC, salah satu varian terbaru dari keluarga tank Marder buatan Rheinmetall, Jerman. Indonesia seolah mendapat kehormatan, pasalnya ini kali pertama Marder Evolution dipamerkan di wilayah Asia. (more…)