Intensitas pertempuran udara dalam kampanye militer Amerika Serikat melawan Iran mencapai titik didih. Laporan terbaru yang dirilis oleh Bloomberg pada 20 Maret 2026 mengungkapkan fakta mengejutkan, setidaknya 16 pesawat militer Amerika Serikat telah hancur atau dinyatakan hilang sejak operasi dimulai tiga minggu lalu. (more…)
Ketegangan di Selat Hormuz telah mencapai titik nadir, di mana ancaman ranjau laut kini menjadi momok paling menakutkan bagi navigasi global. Begitu krusialnya ancaman ini, Amerika Serikat dikabarkan sampai harus meminta bantuan khusus dari sekutunya untuk urusan mine-clearing. (more…)
Komando Sentral Amerika Serikat (US CENTCOM) telah mengonfirmasi penggunaan perdana bom penghancur bunker (bunker buster) terbaru, GBU-72/B Advanced 5K, dalam serangkaian serangan udara yang ditargetkan ke wilayah Iran. Langkah ekstrem ini diambil sebagai respons langsung terhadap keberadaan “Kota Rudal”—jaringan fasilitas bawah tanah masif milik Teheran yang berfungsi sebagai pusat penyimpanan dan peluncuran rudal balistik serta drone serang. (more…)
Konflik di Timur Tengah telah merambah jauh ke dalam perang spektrum elektromagnetik yang tak kasat mata. Laporan terbaru mengungkapkan bahwa Iran telah meningkatkan intensitas jamming dan spoofing Global Navigation Satellite System (GNSS) GPS secara drastis. (more…)
Setelah sebelumnya menunjukkan taringnya dalam operasi di Venezuela, jet tempur spesialis peperangan elektronik (Electronic Warfare/EW) kebanggaan Angkatan Laut AS, EA-18G Growler, kembali mengambil peran sentral dalam babak pembukaan Operasi Epic Fury. (more…)
Zona Hijau (Green Zone) di Baghdad kembali menjadi saksi bisu adu teknologi antara serangan asimetris drone kamikaze dengan sistem pertahanan titik (point defence) milik Amerika Serikat. Dalam serangan terbaru yang dilancarkan oleh milisi pro-Iran, kompleks Kedutaan Besar (Kedubes) AS menjadi sasaran drone kamikaze. (more…)
Amerika Serikat mengklaim telah berhasil menghancurkan sebagian besar kapasitas rudal dan drone milik Iran dalam serangkaian serangan presisi. Namun, pernyataan tersebut segera dibenturkan dengan realita di lapangan; Iran masih menunjukkan kemampuan untuk meluncurkan rentetan serangan rudal, memicu pertanyaan besar bagi para analis militer dunia, bagaimana Teheran masih bisa menembak di tengah gempuran hebat? (more…)
Angkatan Udara Amerika Serikat (USAF) secara resmi mengerahkan pesawat spesialis pengacau sinyal, EC-130H Compass Call, untuk mendukung operasi di bawah komando US Central Command (CENTCOM). Misi utama dari pengerahan ini sangat spesifik dan krusial, yaitu melumpuhkan serta mengacaukan jaringan komunikasi militer Iran guna memberikan keunggulan mutlak bagi pasukan koalisi di lapangan. (more…)
Di tengah meningkatnya ancaman asimetris di wilayah perairan paling strategis di dunia, sebuah teknologi baru muncul sebagai jawaban atas dominasi drone kamikaze. Drone Octopus, sebuah sistem udara tak berawak hasil kolaborasi intensif antara Ukraina dan Inggris, kini menjadi kandidat kuat untuk memperkuat pertahanan di Selat Hormuz. (more…)
Keamanan kompleks Kedutaan Besar (Kedubes) Amerika Serikat di Green Zone, Baghdad, Irak, kembali menjadi sorotan setelah sebuah serangan drone kamikaze dilaporkan berhasil menembus lapisan pertahanan udara dan menghantam aset krusial di atap gedung. Dalam insiden yang terjadi pada fajar 14 Maret 2026 tersebut, sebuah drone Shahed milik milisi pro-Iran—menargetkan struktur mini-dome di atas rooftop kedutaan. (more…)