Sejak tahun 2019, Filipina telah mencanangkan akuisisi armada kapal selam, merespon hal keinginan tersebut, beragam tawaran telah mengemuka, seperti kapal selam Scorpene class (Perancis), Changbogo class – Type 209/1400 (Korea Selatan) dan S-80 class (Spanyol). Namun, di luar nurul, muncul kolaborasi dari Italia dan Jerman yang telah membuat kesepakatan untuk menawarkan desain kapal selam diesel listrik untuk Filipina. (more…)
Termasuk alutsista bernilai strategis, kapal perang seperti jenis fregat berpotensi menjadi sasaran sabotase. Bukan hanya sabotase dalam konteks perang terbuka, sabotase bawah air yang dilakukan saat kapal sedang berada di dermaga, termasuk isu yang menjadi perhatian. (more…)
Saat fregat KRI Brawijaya 320 dan KRI Prabu Siliwangi 321- PPA (Pattugliatore Polivalente d’Altura) Paolo Thaon di Revel class tiba di Indonesia, kemungkinan besar belum menyertakan sistem rudal hanud (pertahanan udara). Namun, dari spesifikasi, kapal kombatan yang bakal menjadi flagship TNI AL itu sudah dirancang untuk dapat meluncurkan beberapa rudal hanud papan atas buatan MBDA Missile Systems. (more…)
Kedatangan fregat KRI Brawijaya 320 dan KRI Prabu Siliwangi 321- PPA (Pattugliatore Polivalente d’Altura) Paolo Thaon di Revel class banyak membawa hal baru bagi TNI AL, selain Cockpit Nave, CMS (Combat Management System) Leonardo SADOC MK.4 dan paket persenjataan baru, desain fregat PPA juga menarik untuk dicermati, seperti adanya pintu rampa (ramp door) yang menjadikan fregat ini punya ‘kemiripan’ dengan Landing Platform Dock (LPD). (more…)
Selain meriam Leonardo (Otobreda) 127/64 dan Leonardo Strales Sovraponte 76/62, dengan kedatangan KRI Brawijaya 320 dan KRI Prabu Siliwangi 321- fregat PPA (Pattugliatore Polivalente d’Altura) Paolo Thaon di Revel class dari Italia, maka TNI AL juga akan diperkenalkan dengan teknologi navigasi anjungan modern, yang bukan hanya serba canggih, tapi juga menjadi yang pertama di dunia, yakni ‘Cockpit Nave.’ (more…)
Setelah pendanaan tuntas, maka momen yang dinanti dari program akusisi dua unit kapal perang fregat PPA (Pattugliatore Polivalente d’Altura) Paolo Thaon di Revel class telah berjalan. Berlokasi di galangan kapal Fincantieri di Muggiano (La Spezia), Italia, pada 29 Januari 2025 dilangsungkan upacara penggantian nama (renaming ceremony) atas dua kapal perang yang sebelumnya adalah pesanan Angkatan Laut Italia. (more…)
Setelah pendanaan tuntas dengan meraih pinjaman dana dari BNP Paribas, maka persiapan pengiriman dua unit kapal perang frigat PPA (Pattugliatore Polivalente d’Altura) Paolo Thaon di Revel class, untuk TNI AL dapat segera berjalan. Dan belum lama ini beredar foto yang sebelumnya dikira ‘editan’, yaitu perubahan nama pada frigat PPA Paolo Thaon di Revel class, dari yang sebelumnya adalah nama kapal perang Angkatan Laut Italia, kini sudah dicat dengan nama kapal perang TNI AL. (more…)
Fincantieri, galangan yang membangun dua unit OPV/frigat PPA Paolo Thaon di Revel class TNI AL, belum lama ini menyerahkan Landing Platform Dock (LPD) atau kapal serbu amfibi “Al Fulk” kepada Kementerian Pertahanan Qatar di Muggiano di La Spezia, Italia. (more…)
Selain Leonardo (Otobreda) 127/64 pada haluan yang menjadi meriam utama, pada dua unit OPV (Offshore Patrol Vessel) rasa frigat Pattugliatore Polivante d’Altura (PPA) Paolo Thaon di Revel class, yang diakuisisi TNI AL, juga tedapat senjata di katergori meriam lainnya, yang dimaksud adalah satu unit Leonardo 76 mm/62 Strales Sovraponte anti-aircraft gun, yang ditempatkan pada posisi di atas hanggar helikopter menghadap buritan. (more…)
Meleset dari jadwal kedatangan yang tadinya diperkirakan pada bulan Oktober lalu, rupanya aspek pendanaan pada dua unit OPV rasa Frigat PPA (Pattugliatore Polivalente d’Altura) Paolo Thaon di Revel class, baru saja dituntaskan. Seperti halnya pengadaan alutsista bernilai tinggi, maka pengadaan OPV PPA Paolo Thaon di Revel class mengandalkan hutang alias pinjaman luar negeri. (more…)