Angkatan Darat Filipina telah membentuk batalyon baru untuk mengoperasikan sistem senjata self propelled howitzer (SPH) beroda ban Atmos (Autonomous Truck Mounted howitzer System) 2000 yang belum lama didatangkan dari perusahaan Israel Soltam Systems (Elbit Systems). Resimen Artileri Angkatan Darat Filipina telah meresmikan unit baru, yakni Batalyon Artileri Lapangan ke-10 yang mengoperasikan 12 unit Atmos 2000. (more…)
Bersaing dengan Korea Selatan sebagai pemasok alutsista terbesar untuk Filipina, Israel terus meningkatkan porsi penjualan alat-alat perangnya ke Negeri Pinoy. Masih dalam paket modernisasi alat perang untuk matra darat, setelah kedatangan batch pertama tank ringan Sabrah dan self propelled howitzer Atmos 2000, rupanya masih dari Israel, Angkatan Darat Filipina telah kedatangan paket senjata untuk satuan infanteri mekanis. (more…)
Yang dinanti-nanti satuan artileri medan Angkatan Darat Filipina akhirnya tiba juga, untuk pertama kalinya AD Filipina menerima alutsista jenis self propelled howitzer beroda ban. Dikutip dari armyrecognition.com (31/12/2021), disebutkan batch pertama Atmos 2000 dikabarkan telah diterima Filipina. Dari foto yang diunggah di media sosial, Atmos 2000 tiba pada 31 Desember 2021. (more…)
Elbit Systems dalam siaran pers pada 2 Maret 2021 telah mengumumkan penjualan drone intai MALE (Medium Altitude Long Endurance) Hermes 900 untuk suatu negara di Asia. Disebutkan nilai penjualan mencapai US$300 juta, sementara tidak dijelaskan berapa unit yang dijual dan negara mana yang membeli. Namun situs alert5.com justru berani menyebut, bahwa negara Asia yang dimaksud adalah Singapura. (more…)
Lumayan lama tak terdengar kabar tentang aksi Aerostar, dan belum lama ini ada kabar bahwa jenis drone intai yang juga menjadi andalan Skadron Udara 51 TNI AU ini, ternyata ikutan berlaga di Perang Armenia vs Azerbaijan dalam sengketa perbatasan di Nagorno-Karabakh. (more…)
Anda masih ingat tentang rencana akuisisi tank untuk kebutuhan AD Filipina? Berdasarkan keterangan Kepala Pengembangan Produk PT Pindad Windu Paramarta, disebutkan bahwa akhirnya hanya ada dua perusahaan yang lolos dalam tahapan lanjutan program pengadaan kendaraan tempur lapis baja (tank) AD Filipina, yaitu PT Pindad dari Indonesia dan Doosan DST dari Korea Selatan. (more…)
Dengan identitas negara pembeli yang dirahasiakan, Elbit Systems, penyedia solusi teknologi pertahanan asal Israel, telah mengumumkan meraih kontrak dari suatu negara di Asia Tenggara untuk memasok sistem integrasi command, control, communications, computers, intelligence surveillance and reconnaissance (C4ISR) untuk dipasangkan pada kapal perang. Meski negara pembeli dirahasiakan, disebutkan nilai kontrak mencapai US$53 juta dan proyek instalasi akan dirampungkan dalam periode dua tahun. (more…)
Pada tahun 2017 lalu, perusahaan elektronik dan persenjataan asal Israel, Elbit Systems, mengumumkan telah mendapatkan kontrak senilai US$82 juta dari sebuah negara di Asia Pasifik untuk pengadaan perangkat electro-optic airborne solution yakni Condor 2, berupad pod yang disematkan di jet tempur untuk menunjang misi intelligence, surveillance, target acquisition and reconnaissance (ISTAR). Namun, saat pengumuman kontrak, Elbit System tidak menyebutkan spesifik identitas negara di Asia yang mengakuisisi perangkat intai canggih tersebut. (more…)
Tak kunjung diputuskannya pengadaan drone intai berkualifikasi MALE (Medium Altitude Long Endurance) oleh Kementerian Pertahanan RI, berpotensi membuat Indonesia tertinggal dari Filipina dalam operasional drone MALE. Filipina yang ibarat pelan tapi pasti, dalam beberapa tahun ini terus menggenjot modernisasi di sektor alutsista. Di segmen drone, Filipina malahan sudah menerima enam unit drone intai maritim ScanEagle buatan Boeing Insitu. Jenis drone serupa yang akan diterima Indonesia, Vietnam dan Malaysia. Dan kini ada loncatan berupa rencana Filipina untuk mendapatkan drone Hermes 900 dan Hermes 450. (more…)
Meski berita pembelian jet tempur keluaran terbaru cukup semarak di banyak negara, tapi program upgrade jet tempur lawas tak berarti ditinggalkan. Terbukti dari pengumuman Elbit Systems, vendor elektronik pertahanan dari Israel yang menyebutkan per 22 Oktober 2014 telah memperoleh kontrak senilai US$85 juta untuk meng-upgrade armada jet tempur Northrop F-5 Tiger. Yang menarik, Elbit Systems juga menyebut kontrak upgrade tersebut berasal dari salah satu negara di Asia. (more…)