
Masih terus diproduksi dalam berbagai varian, CN-235 sampai saat ini belum tergantikan sebagai karya utama “anak bangsa” dalam industri dirgantara. Tahukan Anda, bahwa hari ini 42 tahun lalu, bertepatan dengan 11 November 1983, merupakan momen bersejarah dalam program pengembangan pesawat angkut sedang CN-235, yakni penerbangan perdana (maiden flight) prototipe CN-235. (more…)

Meski varian tercanggih pesawat turboprop CN-235 tidak dimiliki oleh Indonesia, namun apa pun yang terkait dengan label “CN-235” pasti membuat bangga warganet Indonesia, maklum CN-235 memang hasil kongsi rancangan antara Indonesia dan Spanyol yang sudah digunakan secara luas di manca negara. Nah, tahukah Anda, bahwa CN-235 ternyata juga dioperasikan oleh Angkatan Udara Amerka Serikat (USAF) sebagai pesawat dengan misi serba rahasia. (more…)

Bagi negara yang punya kekuatan udara lumayan besar, hadirnya pesawat angkut lapis kedua jelas diperlukan, perannya bisa diibaratkan sebagai pendukung pesawat angkut berat seperti C-130 Hercules. Bagi TNI AU, andalan pesawat angkut lapis kedua adalah Airbus Military/Casa C-295M. Sementara bagi AU Australia (RAAF) yang jadi andalan yakni C-27J Spartan buatan Alenia. (more…)