Mengikuti apa yang dilakukan oleh Cina, Turki dikabarkan juga tengah mengembangkan drone yang dilengkapi dengan perangkat pemancar BTS (Base Transceiver Station). Drone yang digunakan adalah Anka-S yang dilengkapi payload berupa konsol kapsul BTS 4.5G. Dengan bekal konsol BTS, drone Anka dapat mengintegrasikan ULAK’s 4.5G base station. (more…)
Sengkarut antara Pemerintah Amerika Serikat dan vendor jaringan Huawei nyatanya tak sebatas pada dugaan upaya spionase yang terjadi atas jaringan 5G di Uni Emirat Arab (UEA). Jauh sebelum itu, unit kontra intelijen dari Federal Bureau of Investigation (FBI) dalam laporannya mengungkapkan bahwa perangkat jaringan seluler Huawei dapat mengganggu komunikasi pada rantai komando persenjataan nuklir AS. (more…)
Konsep Aerial base station (ABS) atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV)-Mounted Base Station (BS) telah lama dikembangkan di negara-negara maju. Mengandalkan wahana tanpa awak, baik berupa drone maupun balon udara, ABS digadang sebagai penjembatan akses komunikasi di wilayah rural dan solusi tanggap komunikasi darurat saat terjadi bencana alam. Namun, konsep ABS yang selama ini dikembangkan masih terbatas. (more…)
Di Amerika Serikat, adopsi teknologi seluler 5G ibarat simalakama, di satu sisi generasi mobile broadband terbaru ini menawarkan tranmisi akses data internet berkecepatan tinggi, yang mana akan sangat berguna dalam era Intenet of Things (IoT). Tapi di sisi lain, 5G menjadi ibarat menjadi ‘pesakitan’ di area penerbangan, khususnya setelah Federal Aviation Administration (FAA) mengakui bahaya dari jaringan 5G terhadap keselamatan penerbangan, dimana jaringan 5G dinilai dapat menggangu kinerja radar altimeter pesawat. (more…)
Sejatinya bukan hanya operator seluler yang mengoperasikan perangkat BTS (Base Transceiver Station), pihak TNI faktanya juga punya perangkat BTS. Namun yang digunakan TNI, khususnya TNI AD adalah jenis BTS mobile dan bukan diperuntukan untuk menyalurkan akses dan koneksi jaringan 3G/4G seperti yang Anda nikmati sehar-sehari. (more…)
Beberapa waktu lalu kami telah menurunkan artikel dengan judul “Super Drone TNI AD: Andalkan Tangki Bahan Bakar Cadangan dan Kendali via BTS,” dan dari beberapa komentar yang muncul dari pembaca menarik untuk dicermati, yakni terkait penggunaan menara BTS (Base Transceiver Station) seluler guna mendukung sistem kendali pada drone atau UAV (Unmanned Aerial Vehicle). Apakah yang digunakan adalah jenis Open BTS yang di deploy oleh TNI? Ataukah memanfaatkan tebaran menara BTS operator seluler yang jika ditotal mencapai angka ratusan ribu. (more…)
Meski belum resmi dipinang, masing-masing matra di TNI punya andalan drone atau UAV (Unmanned Aerial Vehicle), ada yang sudah operasional seperrti Wulung oleh Skadron Udara 51, tapi ada yang masih prototipe, seperti serial LSU (LAPAN Surveillance UAV) dan OS Waifanusa yang ‘dekat’ dengan litbang TNI AL. Lantas, bagaimana dengan TNI AD? Matra darat tentu telah merilis beberapa tipe drone, termasuk flapping wing (robot burung) dan quadcopter yang dipersenjatai. Lain dari itu, TNI AD tak ingin ketinggalan dengan merilis prototipe Super Drone, yakni jenis UAV pesawat udara propeller. (more…)