
Terus berlatih dalam berbagai skenario pertempuran, adalah kunci guna menjaga kesiapan tempur bagi armada kapal perang. Dalam konteks strategi anti kapal selam (anti submarine warfare), satuan kapal perang permukaan, unit penerbangan dan unsur kapal selam, perlu mendapatkan kondisi yang serealistis mungkin, ini artinya perlu dihadirkan ‘lawan’ yang punya karakter semirip mungkin dengan torpedo atau kapal selam lawan. (more…)

Tingkat kemajuan militer Cina tentu tak bisa dilepaskan dari Amerika Serikat dan Rusia, lantaran inspirasi kekuatan Sang Naga tak pelak mengacu pada dua negara tersebut. Salah satu implementasinya terbukti pada adopsi sistem jaringan pengintaian di lautan, dimana sistem yang sama telah dibangun sejak lama oleh AS dan Uni Soviet di era Perang Dingin. Dan saat ketegangan Cina dan AS meningkat, ada dugaan bahwa Beijing telah menggelar apa yang disebut sebagai “Blue Ocean Information Network” di kawasan Laut Cina Selatan. (more…)

Jepang sadar betul, bahwa setiap eskalasi yang terjadi di Laut Cina Timur dan Laut Cina Selatan, dapat berdampak langsung pada kedaulatan teritorinya, terlebih beberapa bagian wilayah (pulau) di Jepang memang disengketakan oleh Cina. Seperti kasus Pulau Senkaku di Laut Cina Timur, yang oleh Beijing diklaim sebagai Pulau Diaoyu. Dan tak jarang, kapal perang Cina bermanuver mendekat Perairan Jepang. Seperti pada 18 Juni lalu, diduga sebuah kapal selam Cina melintas di dekat Pulau Amami-Oshima di Prefektur Kagoshima. (more…)

Selain serangan rudal balistik dari Korea Utara, hal lain yang juga menjadi kekhawatiran Jepang adalah ancaman dari kapal selam. Tentang kapal selam, ada dua negara yang punya potensi mengganggu ketentraman Jepang, tak lain adalah Cina dan Korea Utara. Namun, yang disebut pertama, jelas yang membuat Tokyo gusar, betapa tidak, pencapaian teknologi kapal selam Cina sudah terbilang maju, termasuk dalam adopsi kapal selam bertenaga nuklir. Dan, pada kamis sore lalu (18/6/2020), mendadak unsur anti kapal selam Jepang telah berada dalam tingkat kesiapan tempur tinggi. (more…)

Meski dikenal sebagai salah satu angkatan bersenjata yang termutakhir di dunia, namun sejumlah kegusaran terus menghantui Jepang. Sebut saja ketika Cina mampu meluncurkan rudal balistik hipersonik, sontak Negeri Sakura ini merespon dengan dibukanya program pengembangan rudal jelajah hipersonik. Tapi kekhawatiran terbesar Jepang rupannya bukan itu, sejak tiga dekade silam, masifnya pembangunan armada kapal selam Cina dan Korea Utara adalah yang menjadi momok bagi Jepang. (more…)

Sejak digunakan sebagai alat pendeteksi keberadaan kapal selam oleh Paul Langevin pada tahun 1915, hingga kini peran Sonar (Sound Navigation and Ranging) masih sangat diandalkan, baik oleh kapal selam maupun kapal permukaan. Namun dengan dinamika pertempuran yang berkembang di masa depan, pihak angkatan laut mungkin membutuhkan metode yang lebih cepat guna melacak keberadaan sosok kapal selam di kedalaman laut. (more…)

Meski terus dikuyo-kuyo oleh Amerika Serikat, seperti pada penerapan Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA) yang mengganjal penjualan alutsista, bukan berarti ambisi Rusia redup dalam gelora pengaruh politik dan militer global. Setelah menunjukan tajinya di Suriah, segmen dunia bawah air kabarnya mulai akan digeber oleh Negeri Beruang Merah tersebut. Selain memunculkan sosok kapal selam nuklir terpajang dan torpedo berhulu ledak nuklir, lini sistem penjejak bawah air dalam lingkup anti submarine warfare juga bakal digenjot, persisnya mulai 2020 Rusia bakal mulai menggelar hydro acoustic surveillance system. (more…)

Bukan P-8 (Poseidon) tapi ini Y-8Q, meski sama-sama mencomot identitas angka “delapan” dan mengemban peran sebagai pesawat intai maritim, namun keduanya berbeda platform, P-8 mengusung mesin jet dari basis Boeing 737, sedangkan Y-8Q mengusung mesin turboprop dari basis turunan Antonov An-12. Dan ada kabar terbaru bahwa Y-8Q belum lama ini terdeteksi keberadaanya telah dikerankan untuk mendukung Northern Theatre Command, setelah sebelumnya Cina menugaskan pesawat besutan Shaanxi Aircraft Corporation ini di Eastern and Southern Theatre Commands. (more…)

Saat AL Filipina resmi mengorder helikopter AKS (Anti Kapal Selam) AgustaWestland AW159 Wildcat pada Maret 2016, maka lengkaplah pasar pertarungan helikopter AKS di Asia Tenggara. Maklum Filipina sebagai negara maritim kedua terbesar di Asia Tenggara, sejak lama dipandang paling inferior dari segi aspek kekuatan laut. Dengan bergabungnya Filipina di kompetisi helikopter AKS, maka kloplah parade helikopter AKS di kawasan ini. Namun biasanya muncul pertanyaan, jenis helikopter AKS mana yang terbaik? (more…)

Secara kodrat, korvet Parchim TNI AL punya kemampuan melaksanakan misi AKS (Anti Kapal Selam). Bila dijabarkan lebih detail, tugas korvet buatan Jerman Timur ini tak sekedar memburu, melainkan juga menghancurkan target bawah air. Maka tak heran korvet ini dibekali torpedo, bom laut (depth charge), roket anti kapal selam RBU-6000, dan tentunya perangkat sonar. Namun, musibah yang menimpa KRI Pati Unus 384 di Perairan Belawan sontak mengagetkan kita tentang sosok pemburu kapal selam era Perang Dingin ini.
(more…)