Berita pengadaan alutsista ini boleh jadi menjadi pukulan bagi Saab, pasalnya Swedia yang baru menjadi anggoyta baru dalam NATO, telah menunjuk Lockheed Martin dari Amerika Serikat untuk memasok sistem radar hanud (pertahanan udara) generisa kelima TPY-4, yang notabene radar sejenis sebenarnya telah mampu diproduksi di dalam negeri oleh Saab. (more…)
Aselsan, perusahaan pertahanan dan teknologi elektronik dari Turki, dikabarkan akan memamerkan beberapa produk alutsista dalam pameran Indo Defence 2024 yang akan dihelat di JIExpo Kemayoran, Jakarta (11-14 Juni 2025). Salah satu yang akan dipamerkan adalah sistem radar pertahanan udara (hanud) mobile dengan fungsi early warning dan tracking berbagai jenis ancaman udara. Radar yang dimaksud adalah Aselsan ALP-300G. (more…)
Untuk melengkapi kemampuan sistem hanud SAMP/T NG, Angkatan Udara Perancis tengah memesan radar 4D AESA Ground Fire 300 (GF300) dari Thales, dengan proyeksi penyerahan unit perdana pada tahun 2026. Meski tidak secara langsung dikaitkan dengan sistem senjata hanud, ada kabar Angkatan Udara AS (USAF) telah memesan 19 unit radar AESA TPY-4 produksi Lockheed Martin. (more…)
Setelah normalisasi hubungan diplomatik melalui Abraham Accords pada tahun 2020, Uni Emirat Arab (UEA) mulai mengadakan kerja sama pertahanan dengan Israel. Menghadapi lawan yang sama, yakni proxy Iran, beberapa produk pertahanan buatan Israel telah diminati oleh UEA. Selain pembelian sistem hanud Spyder, kini ada lagi jenis alutsista buatan Israel yang terungkap telah dioperasikan UEA. (more…)
Meski pertahanan Taiwan dipusatkan di Pulau Formosa, tapi bukan berarti wilayah atau pulau lain menjadi dikesampingkan. Keberadaan pulau-pulau kecil di sekitaran Selat Taiwan ikut menjadi perhatian, laksana kepanjangan ‘mata’ Taipei dalam menghadapi ancaman akan invasi oleh Cina daratan. Seperti belum lama, terungkap pelibatan radar yang dipasang platform kendaraan sipil untuk peran pertahanan pesisir. (more…)
Peneliti Angkatan Laut Cina kerap menciptakan inovasi yang kontroversial, meski efektifvitasnya masih harus dibuktikan lebih dalam, ada kabar kelompok peneliti Angkatan Laut Cina berhasil memanfaatkan radar mliter milik negara lain untuk menentukan lokasi dan melacak keberadaan kapal asing. Para peneliti mengatakan teknologi baru dapat menggunakan sinyal dari radar, kapal perang atau bahkan pesawat peringatan dini negara lain untuk melacak kapal permukaan yang bergerak lambat. (more…)
Guna meningkatkan kemampuan pengawasan udara di wilayah perbatasan, pada 8 Desember 2023, Kementrian Pertahanan Malaysia menyepakati kontrak dengan Thales untuk pengadaan radar intai jarak jauh – long range surveillance radar GM (Ground Master) GM400α (Alpha) untuk kebutuhan Angkatan Udara Malaysia. (more…)
Dalam kerangka modernisasi dan peralihan dari sistem senjata standar era Soviet ke standar NATO, Polandia telah menggandeng Korea Selatan untuk kerja sama akuisisi alutsista besar-besaran. Namun, untuk urusan radar permukaan (ground radar) intai jarak jauh, Polandia rupanya fokus pada industri pertahanan dalam negeri yang telah mempunyai rekam jejak dalam produksi radar permukaan. (more…)
Berada di ujung konflik dengan Cina, Filipina dengan dukungan Amerika Serikat dan sekutunya pelan tapi pasti terus memodernisasi alutsistanya. Meski jarang terdengar, Kementerian Pertahanan Filipina tidak melupakan pengadaan sistem radar intai untuk pertahanan udara. Namun di luar kelaziman, Filipina tidak mengakuisisi radar intai dari negara-negara ‘klasik’ produsen radar yang selama ini kita kenal, melainkan yang diakusisi adalah radar intai hanud buatan Jepang. (more…)
Dari rekam jejaknya sebagai manufaktur radar militer dan sipil, maka bukan perkara sulit bagi Thales untuk mengembangkan radar taktis portable yang mudah dibongkar pasang oleh dua orang prajurit. Melanjutkan jenis radar portable SQUIRE (Signaal’s Quiet Universal Intruder Recognition Equipment) yang dirilis tahun 2017, Thales sejak tahun 2021 meluncurkan jenis radar taktis portable yang diberi nama Ground Observer 20 Multi-Mission (GO20 MM). (more…)