Surion MAH, Helikopter Serbu Khusus Korps Marinir Tuntaskan Uji Tembak Siang dan Malam

Surion Marine Attack Helicopter (MAH), helikopter serbu untuk Korps Marinir yang dikembangkan dari basis keluarga helikopter Super Puma dan H225M Caracal, pada tanggal 14 Juli 2025, dikabarkan telah sukses memperlihatkan Independent Air Capability terbarunya. Diproduksi Korea Aerospace Industries (KAI), Surion MAH telah menyelesaikan serangkaian uji coba penembakan langsung (live-fire test).

Baca juga: Korea Selatan Berencana Ganti Ratusan Helikopter Black Hawk dengan KUH-1 Surion

Seperti dikutip Korea Herald, uji coba penembakan pada Surion MAH dilakukan baik di siang hari maupun malam hari, menunjukkan komitmen Korea Selatan untuk meningkatkan kesiapan operasional pasukannya di tengah meningkatnya ketegangan regional.

Surion MAH yang berbasis pada platform Surion MUH-1 Marineon, telah diadaptasi menjadi varian bersenjata yang dilengkapi dengan s ini mencakup kanon tiga laras kaliber 20 mm yang terpasang di hidung, dan serangkaian senjata pada stub wing pada sisi kiri dan kanan bodi helikopter, seperti rudal anti-tank Hanwha Techwin ‘Cheon-geom’, rudal udara ke udara MBDA Mistral Atam, dan roket tanpa pemandu 2,75 inci.

Konfigurasi di atas, dipadukan dengan Target Acquisition and Designation Sights canggih, memungkinkan Surion MAH untuk memberikan dukungan udara jarak dekat dan perlindungan bagi operasi penyerangan amfibi, khususnya melindungi helikopter angkut Marineon selama pendaratan di pantai musuh.

Alur pengembangan Surion MAH mencerminkan strategi Korea Selatan yang lebih luas dalam mengintegrasikan sistem yang telah terbukti ke dalam peran operasional baru. Setelah uji terbang perdananya pada Desember 2024, helikopter ini telah menjalani pengujian bertahap yang ketat, dengan latihan tembak langsung baru-baru ini yang memvalidasi kemampuan serangan presisinya, baik siang maupun malam.

Dibandingkan dengan helikopter serang lawas, Surion MAH menawarkan keunggulan penting dalam hal modularitas dan adaptasi lokal untuk tuntutan unik doktrin amfibi Korea. Kemampuannya untuk mengoordinasikan manuver udara dan darat secara simultan memperkuat kapasitas Korps Marinir Korea Selatan untuk melakukan operasi penerbangan independen, menandai pergeseran dari ketergantungan pada aset helikopter milik Angkatan Darat atau Angkatan Laut.

Pendekatan tersebut sejalan dengan dorongan historis Korps Marinir AS (USMC) untuk satuan tugas udara darat yang mandiri, yang menggarisbawahi nilai dukungan udara jarak dekat khusus di zona pesisir yang diperebutkan.

Korps Marinir Korea Selatan tidak berdiri sendiri sepenuhnya, tapi berada di bawah Angkatan Laut Korea Selatan, walau dengan struktur, komando, dan otonomi operasional yang sangat tinggi. Beberapa kalangan bahkan menyebut Republic of Korea Marine Corps (RoKMC) sebagai “semi-independen” karena kekuatan dan skalanya.

Meskipun angka kontrak spesifik belum diungkapkan, pengadaan Surion MAH merupakan bagian dari paket modernisasi yang sedang berlangsung untuk sayap penerbangan Korps Marinir Korea Selatan yang diperkirakan akan selesai pada paruh kedua tahun 2026. (Bayu Pamungkas)

Korea Selatan Kembangkan Surion MAH, Helikopter Serbu untuk Korps Marinir

One Comment