Siraya Class Taiwan: Kapal Patroli Penjaga Pantai Berhaluan Fregat FDI, Bisa Dipasangi Rudal Anti Kapal

Pada 1 November 2025, Taiwan secara resmi meluncurkan kapal patroli samudera barunya, Siraya (CG-603), sebuah High Latitude Oceanic Patrol Vessel (Kapal Patroli Samudera Lintang Tinggi), menandai langkah penting dalam upaya modernisasi armada Coast Guard mereka. Yang paling menarik, kapal ini mengadopsi desain haluan yang futuristik, inverted bow, yang terinspirasi dari kapal perang canggih Eropa.
Siraya (CG-603) atau Siraya class diluncurkan di galangan kapal Kaohsiung. Kapal ini merupakan salah satu unit (dari total 6 unit) dari program besar yang dirancang untuk memperkuat kemampuan Taiwan dalam menjaga kedaulatan di perairan utara dan Samudera Pasifik. Proyeksi penyelesaian 6 unit kapal patroli lintang tinggi ini ditargetkan sebelum tahun 2032.
Keenam kapal Siraya class akan hadir dalam dua varian, yaitu tipe patroli maritim dan tipe transportasi dan pasokan yang dapat mendukung pulau-pulau terpencil Taiwan. Seorang juru bicara penjaga pantai mengatakan bahwa akan ada tiga kapal untuk setiap varian, meskipun perbedaannya terbatas pada muatan peralatan, bukan perubahan struktural. Seperti dek belakang memiliki ruang untuk dua kontainer berukuran 20 kaki, yang memungkinkan muatan modular.
Kapal-kapal ini dilengkapi dek penerbangan dan hanggar untuk menampung helikopter, seperti UH-60 dan S-70C, yang memperluas jangkauan untuk operasi pencarian dan penyelamatan.

Siraya dibangun oleh perusahaan pembuat kapal terbesar di Taiwan, CSBC Corporation, Taiwan. Durasi pembangunan kapal patroli sekelas ini, yang berukuran sekitar 4.000 ton, memiliki siklus pembangunan (dari peletakan lunas hingga peluncuran) sekitar 18 hingga 24 bulan.
Desain lambung Siraya menjadi sorotan utama. Haluan kapal dengan panjang 100 meter dan lebar 16,5 meter ini mengadopsi gaya Inverted Bow (haluan terbalik atau wave-piercing bow), mirip dengan yang digunakan pada fregat FDI (Frégate de Défense et d’Intervention) buatan Naval Group Prancis.

Desain Inverted Bow sangat cocok untuk peran High Latitude Oceanic Patrol. Haluan terbalik memotong gelombang alih-alih melewatinya, yang secara signifikan meningkatkan kecepatan dan stabilitas kapal di perairan Samudera Pasifik Utara yang sering kali berombak besar.
Haluan yang lebih ramping di garis air mengurangi hambatan (drag), sehingga meningkatkan efisiensi bahan bakar dan membantu kapal mencapai jangkauan (endurance) yang lebih luas.
Selain Canggih, Frigat FDI (Belharra Class) Naval Group Unggul Berkat Desain Lambung “Inverted Bow”
Meskipun Siraya beroperasi di bawah Coast Guard (Penjaga Pantai), kemampuannya menyerupai kapal perang ringan, seperti ditenagai oleh mesin diesel berkecepatan tinggi, kemungkinan besar varian mesin MTU atau mesin diesel serupa, yang terkenal akan keandalannya.
Kapal ini dirancang untuk mencapai kecepatan tinggi, biasanya di atas 35 knot, memungkinkan kecepatan respons yang cepat dalam situasi intersepsi atau SAR (Search and Rescue).
Untuk patroli di Samudera Pasifik Utara yang jauh, Siraya memiliki jangkauan yang luas, diperkirakan mencapai 15.000 mil laut (sekitar 27.780 kilometer) memungkinkannya beroperasi di laut selama beberapa minggu tanpa perlu mengisi bahan bakar.
Meskipun peran utamanya adalah penegakan hukum maritim, kapal patroli Taiwan sekelas ini dirancang dengan kemampuan tempur secara modular. Kapal ini dipersenjatai dengan senjata utama di bagian depan, kemungkinan kanon kaliber 20 mm atau meriam 40mm untuk pertahanan diri dan penegakan hukum.
Yang membuat kapal ini istimewa adalah desainnya yang memungkinkan instalasi rudal anti-kapal secara cepat. Seperti kapal patroli Taiwan sejenis lainnya (misalnya Anping class), Siraya dirancang untuk dapat dipersenjatai dengan rudal Hsiung Feng II (HF-2), yang memberikan kapal patroli kecil ini daya hancur layaknya kapal perusak terhadap kapal permukaan musuh jika diperlukan.
Cina Kepung Taiwan dari Segala Penjuru, Taipei Siagakan Rudal Anti Kapal Hsiung Feng III di Pesisir
Peluncuran Siraya memperkuat kemampuan Taiwan untuk memproyeksikan kekuatan maritimnya, khususnya di perairan lintang tinggi yang menantang. Kapal ini akan menjadi aset penting bagi North Pacific Control Taiwan, memperkuat kehadiran maritim, melawan penangkapan ikan ilegal, dan yang terpenting berfungsi sebagai aset cadangan angkatan laut yang cepat dalam skenario krisis.
Program ini bertujuan untuk secara signifikan memperkuat kemampuan Taiwan dalam penegakan hukum maritim, patroli laut, dan kesiapan penyelamatan di perairan yang luas dan menantang, khususnya di Samudera Pasifik Utara. (Gilang Perdana)
Terekam Foto Satelit, Cina Bangun Kapal Penjaga Pantai Dengan Desain Mirip Destroyer Type 052D



Model tekukan haluan kapalnya masih kalah jauh dengan belhara klas.