Setelah Rusak Parah Akibat Menabrak Gunung Bawah Laut, Kapal Selam Nuklir USS Connecticut Kembali Beroperasi di 2026

USS Connecticut, kapal selam serang bertenaga nuklir Seawolf class yang rusak parah akibat menabrak gunung bawah laut di Laut Cina Selatan pada tanggal 2 Oktober 2021, dikabarkan akan kembali beroperasi pada tahun 2026.
Setelah menabrak gunung bawah laut, USS Connecticut dalam kondisi rusak parah, berhasil berlayar perlahan di permukaan menuju ke Guam, sebelumnya akhirnya dilayarkan ke San Diego di California Selatan, hingga melanjutkan perjalanan ke utara menuju wilayah Puget Sound di Negara Bagian Washington untuk perbaikan besar.
Investigasi Angkatan Laut AS atas insiden tersebut menyoroti lingkungan komando yang lemah dan sikap yang kurang hati-hati terhadap pelaksanaan tugas-tugas utama yang menempatkan kapal selam pada jalur menuju kecelakaan. Pejabat pada kapal selam, Komandan Cameron Aljilani, Perwira Eksekutif, Letnan Patrick Cashin, dan Kepala Teknisi Sonar, Cory Rodgers, dibebastugaskan setelah kecelakaan tersebut.
Di dry dock di Puget Sound Naval Shipyard and Intermediate Maintenance Facility (PSNS & IMF) di Bremerton, Washington, USS Connecticut (SSN-22) menjalani Extended Docking Selected Restricted Availability (EDSRA), sebuah program perawatan utama yang harus dijalani semua kapal selam selama siklus hidup perawatannya.


Seperti dikutip The War Zone, kerusakan yang dialami USS Connecticut pada Oktober 2021 juga sedang diperbaiki selama EDSRA ini. Connecticut diperkirakan akan kembali beroperasi pada akhir 2026. PSNS & IMF dan Naval Sea Systems Command terus memprioritaskan investasi dalam hal material, infrastruktur, dan personel untuk memenuhi kebutuhan armada.
EDSRA secara resmi dimulai pada Februari 2023. Bulan berikutnya, Angkatan Laut AS mengatakan kepada Naval News bahwa program perawatan tersebut diperkirakan berdurasi 31 bulan, yang berarti USS Connecticut akan kembali beroperasi pada September 2025. Perkiraan biaya perbaikan belum diketahui. Kongres menyetujui penggalian awal senilai $40 juta untuk “perbaikan darurat” dan tambahan $10 juta untuk kubah haluan baru pada tahun 2021, tetapi ini hanyalah sebagian kecil dari total biaya yang diperkirakan.
Mengapa perbaikan memakan waktu lebih lama dari yang diperkirakan semula masih belum jelas.
Mengenai kondisi USS Connecticut saat ini, masih seperti yang ditunjukkan oleh foto-foto tersebut, kondisinya relatif sama, setidaknya dari segi tampilan, dibandingkan ketika ia tiba lebih dari satu setengah tahun tiba. Kubah sonarnya masih hilang dan, jelas, kapal tersebut telah menganggur selama beberapa waktu, dengan sebagian besar lapisan anechoic-nya hilang.
Perbaikan besar pada haluan, sonar, dan komponen struktur bawah kapal selam lainnya akan menjadi tantangan karena kapal selam Seawolf class sudah lama tidak diproduksi. Selain itu, hanya tiga kapal yang pernah dibangun, salah satunya merupakan subtipe yang dimodifikasi secara besar-besaran, yaitu USS Jimmy Carter (SSN-23) yang sangat dirahasiakan. Sebelumnya, kerusakan serupa telah diperbaiki dengan memanfaatkan suku cadang dan seluruh bagian kapal selam yang dinonaktifkan dari kelas yang sama.
Buntut Insiden USS Connecticut di Hainan Tahun 2021, Waspada Lonjakan Ketegangan AS-Cina
Kecilnya armada Seawolf class merupakan dampak sampingan dari pengurangan anggaran pertahanan AS pasca-Perang Dingin. Rencana pembelian yang terbatas membuat masing-masing kapal sangat mahal, sekitar $3,1 miliar per unit pada tahun 1983, atau lebih dari $10 miliar dalam nilai dolar tahun 2025 – dan kapal-kapal tersebut tetap menjadi kapal selam serang termahal yang pernah dibuat.
Mengingat kemampuan canggih yang ditawarkan kapal-kapal tersebut, Angkatan Laut AS memanfaatkannya untuk berbagai tugas khusus, yang sangat dibutuhkan. Seperti USS Jimmy Carter ymerupakan subtipe unik dari desain yang dioptimalkan lebih lanjut untuk misi spionase bawah air, dan memiliki ekstensi lambung Multi-Mission Platform (MMP).
Tentang USS Connecticut (SSN 22), dipesan pada 3 Mei 1991, dan dibangun oleh General Dynamics Electric Boat di Groton, Connecticut, AS. Peletakan lunas pada 14 September 1992, dan kapal selam diluncurkan pada 1 September 1997, hingga resmi komisioning pada 11 Desember 1998.
USS Connecticut punya panjang 107,5 meter dan lebar 12,1 meter. Berat saat di permukaan 7.568 ton dan berat saat terendam 9.137 ton. Persenjataan terdiri dari delapan tabung torpedo berukuran 26,5 inci (673 mm), yang dapat disisipkan untuk senjata 21 inci (533 mm). Kapasitas senjata, mampu membawa hingga 50 unit gabungan dari rudal jelajah Tomahawk (UGM-109 Tomahawk): Rudal jelajah serang darat, Harpoon (UGM-84 Harpoon) dan torpedo Mk 48 (Mk 48 guided torpedo) untuk menyerang kapal selam dan kapal permukaan.
Pada insiden menabrak gunung bawah laut di Laut Cina Selatan,USS Connecticut mengalami kerusakan parah pada bagian haluan (depan) dan tangki pemberatnya (ballast tanks). Sonar dome kapal selam juga rusak dan hilang. Meskipun kerusakan pada bagian depan sangat signifikan, sistem propulsi nuklir dan ruang-ruang terkait tidak terpengaruh dan tetap beroperasi penuh.
Mengenai korban, sebelas awak kapal mengalami cedera, namun tidak ada yang dilaporkan mengancam jiwa. Mereka semua dirawat di atas kapal selam. (Gilang Perdana)


