Saab dan Airbus Jajaki Kerja Sama Pengembangan Loyal Wingman untuk Gripen E dan Eurofighter Typhoon

Saab, produsen pertahanan terkemuka asal Swedia, dan Airbus Defence and Space telah mengonfirmasi bahwa mereka sedang menjajaki kemungkinan untuk berkolaborasi dalam pengembangan teknologi pesawat tempur nirawak (unmanned warplane) generasi mendatang. Diskusi ini menandai lonjakan minat terhadap drone canggih dan evolusi aliansi di sektor pertahanan Eropa.

Baca juga: Dubai Airshow 2025: KAI Tampilkan Duo Drone Loyal Wingman untuk Jet Tempur KF-21 dan FA-50

Kerja sama ini secara langsung terkait dengan kebutuhan militer Eropa untuk mengintegrasikan sistem otonom ke dalam operasi tempur udara mereka di masa depan.

Pembicaraan antara kedua perusahaan berfokus pada pengembangan pesawat nirawak yang dikenal sebagai Collaborative Combat Aircraft (CCA) atau, dalam istilah populernya, “Loyal Wingman”.

Drone ini dirancang untuk beroperasi secara kolaboratif di samping jet tempur yang dikendalikan manusia (crewed combat jets). Loyal Wingman akan bertindak sebagai pengintai, pengganggu elektronik, atau bahkan platform serangan sekali pakai di lingkungan yang sangat berbahaya, sehingga mengurangi risiko terhadap pilot manusia.

Gunakan Eurofighter Typhoon Sebagai Testbed, Airbus Bersiap Uji Coba Manned-Unmanned Teaming

Proyek ini bertujuan untuk memperkuat kemampuan jet tempur generasi saat ini yang didukung oleh kedua perusahaan, yaitu Eurofighter Typhoon (yang didukung oleh konsorsium di mana Airbus menjadi anggotanya) dan Saab Gripen E. Integrasi drone ini diharapkan akan memperpanjang jangkauan, meningkatkan kesadaran situasional, dan melipatgandakan daya tempur armada berawak mereka.

Kesepakatan ini muncul di tengah adanya dorongan besar di Eropa untuk mengembangkan sistem tempur udara masa depan. Kerja sama antara Saab dan Airbus menawarkan jalur baru bagi negara-negara Eropa yang membutuhkan solusi Loyal Wingman yang cepat dan terintegrasi. Hal ini juga memberikan opsi alternatif atau pelengkap di luar proyek jet tempur gabungan Eropa yang lebih besar, seperti program FCAS (yang melibatkan Perancis, Jerman, dan Spanyol).

Airbus Pamer Konsep Loyal Wingman Baru untuk Eurofighter Typhoon, Digadang Terbang di Tahun 2030

CEO Saab, Micael Johansson, dan CEO Airbus, Guillaume Faury, mengonfirmasi diskusi ini. Mereka menekankan bahwa kolaborasi ini dibangun di atas hubungan yang kuat yang telah terjalin dalam bidang sistem elektronik peperangan (misalnya, sistem Arexis Saab yang melengkapi Eurofighter Jerman) dan misil.

Meskipun belum ada spesifikasi teknis akhir yang dirilis, konsep Loyal Wingman biasanya mencakup beberapa fitur kunci yang menjadi target pengembangan, seperti drone harus mampu beroperasi secara mandiri di bawah pengawasan pilot manusia di jet tempur utama, melakukan manuver, dan mengambil keputusan taktis yang cepat di lingkungan tempur yang dinamis.

Helsing Pasok Teknologi Kecerdasan Buatan untuk Proyek Loyal Wingman Airbus

Kecerdasan buatan (AI) tingkat tinggi diduga akan dikedepankan sebagai fondasi utama yang membedakan Loyal Wingman dari drone yang dikendalikan dari jarak jauh (seperti Predator atau Reaper).

Sistem AI harus mampu belajar dari pengalaman pertempuran dan simulasi, memungkinkan pesawat beradaptasi terhadap taktik musuh yang tidak terduga dan meningkatkan kinerja dalam setiap misi berikutnya.Aspek tersulit adalah pengembangan AI yang mematuhi aturan pertempuran (Rules of Engagement) dan etika militer, memastikan bahwa pengambilan keputusan otonom mengenai penggunaan kekuatan destruktif berada dalam batas-batas yang diizinkan.

Penting agar drone dapat beroperasi di wilayah udara yang dipersengketakan tanpa terdeteksi oleh radar musuh, berfungsi sebagai mata dan tombak pertama. Drone ini diharapkan mampu membawa sensor pengintaian canggih (ISTAR), sistem peperangan elektronik (Electronic Warfare), atau persenjataan ringan untuk serangan terbatas sesuai kebutuhan misi.

Inisiatif ini secara keseluruhan mencerminkan upaya global untuk merevolusi pertempuran udara di masa depan dengan mengurangi risiko bagi pilot sambil meningkatkan volume serangan dan fleksibilitas operasional. (Gilang Perdana)

MBDA Deutschland Tawarkan Konsep RCM² – Loyal Wingman Plus Drone Kamikaze Bermesin Turbojet

One Comment