Produksi Radar AN/APG-85 Terganggu, Lockheed Martin Usulkan Perubahan ‘Desain’ Jet Tempur F-35, Gegara Cina?

Pemberlakukan kontrol ekspor galium, yakni material kunci dalam industri semikonduktor dan komponen elektronik, oleh pemerintah Cina, telah diprediksi bakal mempengaruhi produksi radar AESA (Active Electronic Scanning Array) untuk jet tempur stealth F-35 Lightning II.

Baca juga: Cina Berlakukan Kontrol Ekspor Galium, Produksi Radar AESA untuk F-35 Lightning II Terancam

Dan belum lama ini, muncul kabar Lockheed Martin yang sedang mempertimbangkan desain fuselage baru untuk F-35 sebagai respon terhadap potensi keterlambatan pengiriman radar AN/APG-85.

Mengutip laporan Breaking Defense (5/6/2025), Lockheed Martin sedang mempertimbangkan untuk mengganti sementara radar AN/APG-85 dengan AN/APG-81, yaitu radar yang saat ini digunakan pada F-35, alasannya karena risiko keterlambatan pengiriman sistem APG-85.

APG-85 merupakan radar AESA generasi baru yang akan mendukung kemampuan penuh Block 4, namun jika belum siap tepat waktu, jet F-35 yang diproduksi tetap akan dilengkapi radar lawas untuk menjaga kontinuitas produksi.

Latar belakang dari masalah ini mencakup keterlambatan pengembangan dan produksi radar AN/APG-85, yang sebagian disebabkan oleh tantangan rantai pasokan material sensitif, termasuk komponen semikonduktor dan bahan penyusun modul radar. Terkait hal ini, ada indikasi bahwa beberapa material penting berasal dari atau bergantung pada pasokan dari Cina, sehingga membuat program rawan terhadap gangguan geopolitik atau pembatasan ekspor.

Usulan Lockheed Martin bukanlah perubahan konsep baru total, melainkan kembali ke pendekatan desain awal F-35, yang memungkinkan fleksibilitas integrasi radar. Yang mana desain nose dan avionik depan akan dimodifikasi agar bisa menggunakan radar AN/APG-81 (lama) secara sementara jika radar baru AN/APG-85 belum siap. Ini bertujuan agar lini produksi tidak berhenti sambil tetap menjaga kompatibilitas dengan sistem Block 4 di masa depan.

Northrop Grumman Umumkan Pengembangan AN/APG-85 – Radar AESA Generasi Terbaru untuk Keluarga F-35 Lightning II

Radar AN/APG-85 dan AN/APG-81 sama-sama dikembangkan oleh Northrop Grumman untuk jet tempur F-35. APG-85 adalah versi terbaru AESA radar yang dirancang untuk mendukung penuh konfigurasi Block 4 F-35. Keunggulan utamanya termasuk peningkatan resolusi pencitraan, kemampuan jamming yang lebih kuat, deteksi target kecil dalam lingkungan peperangan elektronik kompleks, serta integrasi sensor-fusion yang lebih canggih dibandingkan APG-81.

Dari segi jangkauan deteksi, AN/APG-85 diperkirakan memiliki jangkauan lebih jauh dibandingkan AN/APG-81, terutama terhadap target dengan radar cross section (RCS) rendah. Meskipun angka spesifiknya diklasifikasikan, APG-85 dilaporkan memiliki peningkatan signifikan dalam resolusi, akurasi tracking multi-target, dan kemampuan menghadapi jamming. Radar ini juga dirancang untuk mendukung sistem peperangan elektronik dan senjata masa depan yang lebih kompleks.

Kombinasi OLS-35 dan Radar PESA, Peluang Sukhoi Su-35 Deteksi Lebih Dulu Keberadaan F-35

Sejak 1 Agustus 2023, ekspor galium dan germanium, bersama dengan beberapa senyawa kimia yang melibatkan kedua bahan tersebut, akan berada di bawah pengawasan ketat Beijing. Keputusan ini disampaikan melalui pemberitahuan yang dirilis Kementerian Perdagangan dan Administrasi Umum Bea Cukai Cina.

Pengumuman itu memperjelas, barang apa pun dengan ciri khusus, tidak akan meninggalkan negara itu tanpa stempel persetujuan resmi dari otoritas Cina. Hal ini ditujukan untuk memperkuat keamanan dan kepentingan nasional, langkah ini bersifat strategis sekaligus taktis, menurut pernyataan yang dikeluarkan.

[the_ad id=”77299″]

Galium dan germanium adalah material kunci dalam industri semikonduktor dan komponen elektronik lainnya Pakar militer Cina percaya bahwa kontrol ekspor ini, terutama pada galium, dapat memberikan pukulan signifikan bagi industri pertahanan AS. Ini terjadi pada saat AS berusaha menahan pertumbuhan militer Cina.

Radar AESA yang digunakan secara luas di pesawat tempur modern, kapal perang, dan instalasi darat, sangat bergantung pada bahan dasar gallium arsenide (GaAs) dan gallium nitride (GaN). Elemen-elemen ini berada di bawah domain pemerintah Cina.

Manufaktur raksasa pertahanan AS seperti Raytheon dan Northrop Grumman berada di ambang peluncuran sistem radar AESA baru yang sangat mengandalkan GaN. Sistem ini menjanjikan kinerja yang unggul dibandingkan pendahulunya, radar yang berbasis GaAs. Teknologi canggih ini sudah diintegrasikan ke dalam radar AESA untuk jet tempur berbasis di kapal induk F/A-18E/F Super Hormet dan jet tempur stealth F-35.

Menariknya, GaN dan GaAs saat ini tunduk pada kontrol ekspor di Cina. Dengan Cina menguasai sekitar 85 persen cadangan galium dunia, negara-negara Barat, termasuk AS, menghadapi biaya yang signifikan jika mereka berusaha untuk memotong menggunakan pasokan dari luar Cina. (Gilang Perdana)

Intelijen AS Ketar-ketir, Hotel Rössli di Swiss Milik Warga Cina Berlokasi Hanya 100 Meter dari Pangkalan F-35

2 Comments