Perkuat Taring Eropa: Kontrak Baru AMK Jamin Operasional Eurofighter Typhoon Hingga 2060

Konsorsium Eurofighter dan NETMA (NATO Eurofighter and Tornado Management Agency) secara resmi telah menandatangani kontrak pengembangan, pengujian, dan sertifikasi Aerodynamic Modification Kit (AMK) untuk jet tempur Typhoon. Kesepakatan yang ditandatangani pada awal Februari 2026 ini menandai babak baru dalam evolusi pesawat tersebut, memastikan Eurofighter tetap menjadi tulang punggung pertahanan udara Eropa hingga tahun 2060-an.
Melalui paket AMK ini, jet tempur yang pernah diincar Indonesia tersebut, tidak hanya mendapatkan peningkatan performa terbang, tetapi juga fleksibilitas yang jauh lebih besar dalam membawa persenjataan modern yang lebih berat dan kompleks.
Peningkatan utama pada paket AMK ini berfokus pada modifikasi struktur fisik pesawat, termasuk perpanjangan fuselage strakes, serta pemutakhiran pada bagian flaperons dan leading-edge root. Perubahan desain ini dirancang untuk meningkatkan gaya angkat maksimal sayap secara signifikan. Hasilnya adalah peningkatan stabilitas dan manuverabilitas, terutama dalam pertempuran jarak dekat (close-quarters combat) serta kemampuan penguasaan target yang lebih baik. Dengan efisiensi aerodinamika yang lebih tinggi, pilot akan merasakan peningkatan performa terbang yang nyata saat menjalankan misi dengan konfigurasi beban berat.
Salah satu fokus utama dari kontrak ini adalah mempercepat integrasi berbagai persenjataan baru. Dengan struktur aerodinamis yang telah ditingkatkan, Eurofighter akan lebih mudah mendapatkan sertifikasi untuk membawa beban eksternal baru, termasuk rudal anti-radar masa depan yang dirancang khusus untuk misi penekanan dan penghancuran pertahanan udara musuh (SEAD/DEAD).
Eurofighter and NETMA (the NATO Eurofighter and Tornado Management Agency) have signed the contract to enable the development, testing, and certification of the Aerodynamic Modification Kit (AMK) for the Eurofighter Typhoon jet.
Jorge Tamarit-Degenhardt, Chief Executive Officer… pic.twitter.com/3eo81LSF4D
— Eurofighter Typhoon (@eurofighter) February 5, 2026
Yang tak kalah menarik dari pemutakhiran ini adalah persiapan Typhoon untuk membawa rudal Stratus (sebelumnya dikenal sebagai FC/ASW) dari MBDA, yang diproyeksikan sebagai pengganti rudal jelajah legendaris Storm Shadow dan SCALP.
Selain itu, integrasi senjata masa depan ini juga mencakup rudal udara-ke-udara baru yang bersifat ITAR-free atau bebas dari komponen Amerika Serikat, yang sedang dikembangkan oleh Diehl Defence di Jerman. Langkah ini menunjukkan ambisi Eropa untuk memiliki kemandirian strategis dalam teknologi persenjataan udara.
Implementasi proyek AMK ini melibatkan sinergi tiga raksasa industri dirgantara Eropa: Airbus, BAE Systems, dan Leonardo. Bagi para pimpinan di Eurofighter dan NETMA, kontrak ini adalah tonggak sejarah yang membuktikan komitmen berkelanjutan terhadap inovasi.
Dengan kemampuan mengintegrasikan senjata lebih cepat dan kapasitas angkut yang lebih besar, Eurofighter Typhoon kini bertransformasi menjadi platform yang jauh lebih mematikan dan fleksibel, siap menghadapi tantangan peperangan modern yang terus berkembang di masa depan. (Bayu Pamungkas)
Teknologi “Iron Man” Bantu Pemeliharaan Jet Tempur Eurofighter Typhoon


