Penyerahan Airbus A400M Atlas: Setelah 65 Tahun, TNI AU Punya Pesawat Baru dengan Kemampuan Tanker Udara

Penyerahan unit pertama Airbus A400M Atlas A-4001 pada 3 November 2025 di Lanud Halim Perdanaksuma, sejatinya merupakan terobosan bersejarah, pasalnya dalam 65 tahun, TNI AU akhirnya mendapatkan pesawat dengan kemampuan tanker udara, setelah unit pertama KC-130B pesanan TNI AU (d/h AURI) tiba pada 10 Maret 1960.
Secara khusus, unit pertama A400M TNI AU sudah dilengkapi dengan aerial refueling pod pada masing-masing sayapnya, menjadikan pesawat angkut ini siap untuk menjalankan misi pengisian bahan bakar di udara untuk jet tempur TNI AU, seperti Hawk 209, Sukhoi Su-27/Su-30 dan tentunya Rafale, dengan menggunakan probe and drogue
Saat menjalankan peran sebagai pesawat tanker, Airbus A400M dapat dikonfigurasi untuk membawa 50,8 ton bahan bakar. Penempatan payload bahan bakar berada pada kedua sayap dan centre wing box.
Dalam acara media roundtable di Kantor Airbus Indonesia, Gerd Weber, Head of A400M Program menyebut, bahwa perangkat aerial refueling pod dapat dilepas dan pasang dalam waktu enam jam, atau setengah hari kerja.
Airbus Defence and Space delivered the first #A400M to the Indonesia Ministry of Defence, marking a major milestone in the country’s efforts to modernise its military transport capabilities. The heavy tactical airlift will be operated by the Indonesian Air Force. 🇮🇩
Read more:… pic.twitter.com/ThTTyDwNew
— Airbus Defence (@AirbusDefence) November 3, 2025
Konfigurasi tanker pada pesawat turboprop ini tidak menggunakan kapasitas yang ada di ruang kargo. Dua tangki kargo tambahan juga dapat dipasang, masing-masing memberikan tambahan 5,7 ton bahan bakar. Bahan bakar yang dibawa dalam tangki ekstra tersebut memiliki ‘sifat’ yang berbeda dengan bahan bakar di tangki utama, memungkinkan bagi A400M untuk memenuhi kebutuhan berbagai jenis pesawat penerima.
Sertifikasi terbaru untuk air refueling pada A400M yakni konektivitasnya dengan helikopter SAR Tempur H225M Caracal. Sebelum dengan A400M, air refueling antara H225M Caracal oleh Angkatan Udara Perancis dilakukan menggunakan pesawat tanker KC-130J Hercules.
Airbus A400M Sukses Uji ‘Wet Refueling’ dengan Helikopter SAR Tempur H225M Caracal
Untuk lini jet tempur NATO, beberapa pesawat tempur yang kerap ‘disusui’ A400M adalah Rafale, Super Hornet, Panavia Tornado dan Eurofighter Typhoon.
Punya Selang (Hose) Sepanjang 36,5 Meter
Pod pengisian bahan bakar di bawah sayap A400M (underwing pods), yang digunakan untuk pesawat jet atau pesawat angkut lain, awalnya menggunakan selang dengan panjang standar sekitar 80 kaki (sekitar 24 meter).
Namun, saat diuji coba untuk mengisi bahan bakar helikopter, selang 80 kaki tersebut menyebabkan helikopter berada terlalu dekat dengan badan A400M. Turbulensi udara (wake turbulence) yang dihasilkan oleh sayap dan baling-baling turboprop besar A400M sangat kuat, menyebabkan drogue (kerucut) tidak stabil dan berbahaya bagi helikopter.
Di Luar Kelaziman, Jet Tempur Rafale M Lakukan “Buddy to Buddy” Air Refueling ke Airbus A400M
Untuk memecahkan masalah ini, Airbus dan mitranya (Cobham) melakukan uji terowongan angin dan simulasi, dan kemudian mengembangkan selang yang diperpanjang hingga 120 kaki (36,5 meter). Tujuannya adalah mendorong helikopter menjauh dari zona turbulensi berbahaya di belakang A400M.
A400M mengembangkan dan menggunakan selang sepanjang 120 kaki, namun ini adalah modifikasi khusus untuk sertifikasi pengisian bahan bakar helikopter, bukan panjang standar selang untuk pengisian pesawat jet. (Haryo Adjie)
Airbus Canangkan Peningkatan Kapasitas Muatan A400M Atlas, dari 37 Jadi 40 Ton



Pak Shamsudin, genapkan 1sqd dan minta airbus di STRETCHED bbrp pesawat.
Udah jamannya OVERSIZED CABIN in its class….
BIARKAN Falcons kita nggak bisa di air refueling. BELAJAR dr UK yg menyeragamkan sistem air refueling. BUANG2 DUWIT punya 2 systems…….wong sugih toh ????
“unit pertama A400M TNI AU sudah dilengkapi dengan aerial refueling pod pada masing-masing sayapnya, menjadikan pesawat angkut ini siap untuk menjalankan misi pengisian bahan bakar di udara untuk jet tempur TNI AU, seperti Hawk 209, Sukhoi Su-27/Su-30 dan tentunya Rafale, dengan menggunakan probe and drogue.”
Dan ‘maaf’ minus F-16 yang berbeda sistem pengisiannya dari jet tempur di atas 😅