Mengenal Leonardo Lionfish 12.7 Top: Perisai Anti-Asimetris Fregat KRI Balaputradewa 322

Setelah diluncurkan pada 18 Desember 2025, Fregat Merah Putih (FMP) KRI Balaputradewa 322 akan diperkuat dengan pemilihan teknologi papan atas dunia. Selain mengadopsi sensor dan rudal dari Turki serta meriam utama OTO Melara 76 mm Super Rapid dari Italia, kapal ini juga akan dilengkapi dengan Lionfish 12.7 Top buatan Leonardo.
Sistem senjata ini dipilih melalui skema FFBNW (Fit For But Not With) untuk mengisi pos senjata sekunder di sisi depan haluan dan dek atas hanggar.
Lionfish 12.7 Top adalah varian tercanggih dari keluarga Remote Weapon Station (RWS) Lionfish milik Leonardo. Secara desain, varian “Top” menonjol karena menggunakan kubah pelindung (stealth cover) yang aerodinamis. Desain ini tidak hanya melindungi komponen internal dari korosi air laut yang ekstrem, tetapi juga meminimalisir pantulan radar (Radar Cross Section), sangat sesuai dengan profil KRI Balaputradewa 322 yang mengusung desain low-observable.
Strukturnya yang ringan (sekitar 170 kg tanpa amunisi) memungkinkan senjata ini dipasang di titik-titik tinggi kapal tanpa mengganggu stabilitas, namun tetap memiliki durabilitas tinggi terhadap guncangan laut.

Apa yang membuat Lionfish 12.7 Top berbeda dengan senapan mesin 12,7 mm konvensional adalah sistem kendali jarak jauhnya. Senjata ini dioperasikan sepenuhnya dari dalam pusat informasi tempur (PIT) melalui konsol digital, sehingga operator aman dari tembakan balasan.
Sistem ini dilengkapi dengan modul optronik mandiri yang terdiri dari Kamera Siang (Daylight Camera) dengan resolusi tinggi untuk identifikasi visual jarak jauh, kemuduan ada Kamera Thermal (Cooled IR) untuk deteksi target di malam hari atau kondisi kabut tebal, dan Laser Range Finder (LRF) guna mengukur jarak target secara presisi guna menentukan solusi tembak otomatis.

Lionfish 12.7 Top dilengkapi sistem stabilisasi 2-Axis, memastikan laras tetap mengunci target meski kapal sedang terombang-ambing gelombang besar.
Dari lembar spesifikasi, Lionfish 12.7 Top menggunakan basis senapan mesin berat kaliber 12,7 x 99 mm (NATO standar), dengan laju tembak sekitar 450 hingga 600 butir per menit. Modul senjata ini membawa 250 butir amunisi siap tembak dalam kotak peluru yang terintegrasi di dalam kubah.
Monster Laut Baru: Mengupas MIDLAS VLS 64 Cell di Fregat KRI Balaputradewa 322
Lionfish 12.7 Top mampu menjangkau target hingga 2.000 meter, menjadikannya sangat mematikan untuk menghalau ancaman asimetris seperti kapal cepat (Fast Inshore Attack Craft), perompak, hingga drone permukaan. Laras dapat bergerak dari -20° hingga +70°, memberikan fleksibilitas untuk menembak target di permukaan laut maupun objek terbang rendah.
Meskipun Lionfish adalah lini produk yang relatif baru sebagai penerus seri OTO Melara 12.7 LWS, sistem ini telah mendapatkan kepercayaan besar secara internasional.
Pertama di RI, Fregat KRI Balaputradewa 322 Pakai Hull Mounted Sonar Fersah Buatan Aselsan
Selain akan memperkuat Fregat Merah Putih Indonesia, Lionfish 12.7 telah dipesan dan digunakan oleh Angkatan Laut Italia, yang dipasang pada berbagai kapal perang terbaru mereka, Angkatan Laut Belanda untuk memperkuat kapal patroli dan kapal pendukung, dan Angkatan Laut Jerman pada fregat F126 class. Beberapa Negara Timur Tengah: Termasuk Uni Emirat Arab yang menggunakannya pada unit kapal cepat dan patroli pantai.
Penempatan dua unit Lionfish 12.7 Top di KRI Balaputradewa 322 – satu di depan haluan dan satu di atas hanggar—memberikan cakupan tembakan yang komprehensif. Posisi ini memastikan tidak ada “titik buta” bagi ancaman yang mencoba mendekati kapal dari jarak dekat, sekaligus memberikan perlindungan tambahan bagi helikopter saat melakukan operasi take-off atau landing. (Gilang Perdana)



Bagusan meriam kaliber 30mm Otto merlin RWS /STOP buatan ASELSAN, jarak tembak lebih jauh untuk pertahanan titik. Lah ini kaliber 12,7mm kurang canggih hanya kubah silent doang lebih baik buat kapal patroli kecil untuk kaliber kecil 12,7mm, curiga sengaja speknya di rendahin buat anggaran pertahanan masuk ke kantong masing masing koruptor
Oh cuma SMB biasa yang dikasih baju biar terlihat canggih yang hanya untuk menebas sampan kayu, perahu kecil dan pesawat kecil.
Aselsan Gökdeniz 35mm kabarnya sebagai CIWS utama dan Lionfish 12.7 Top buatan Leonardo sudah positif sebagai lapis kedua untuk pertahanan titiknya
Jd inget yg buatan respati.
Yg dari pindad gmn kabarnya ya..