MBDA Kirim Batch Perdana Rudal Hanud Aster Series Pesanan OCCAR – Gabungan Perancis dan Italia

Manufaktur rudal papan atas Eropa, MBDA Missile System baru saja mencapai tonggak pemasaran penting, yakni dengan pengiriman batch pertama dari total 700 unit rudal hanud (pertahanan udara) jarak sedang/jauh Aster series pesanan OCCAR (Organisation Conjointe de Coopération en matière d’Armement/Organisasi untuk Kerja Sama Persenjataan Gabungan), yakni berupa pesanan gabungan antara Perancis dan Italia.
Seperti dikutip dari siaran pers MBDA (30/7/2025), kontrak ini didapatkan melalui delegasi DGA (Direction Générale de l’Armement) untuk Perancis dan SEGREDIFESA (Segretariato Generale della Difesa e Direzione Nazionale degli Armamenti) untuk Italia. Momen pengiriman batch pertama Aster series dilakukan pada tanggal 23 Juli 2025, MBDA mengirimkan batch pertama rudal Aster kurang dari dua setengah tahun sejak pesanan dilakukan sebagai bagian dari akuisisi bersama yang dipimpin oleh OCCAR dengan Eurosam, perusahaan patungan Perancis-Italia antara MBDA dan Thales.
Akuisisi yang ditetapkan pada Desember 2022, merupakan kerja sama antara Perancis dan Italia, dan dilengkapi dengan pesanan lebih lanjut pada Februari 2025, yang bertujuan untuk memperkuat sistem pertahanan udara negara-negara Eropa dengan memproduksi hampir 1.000 rudal Aster untuk angkatan bersenjata Italia, Inggris, dan Perancis.
Kontrak tersebut mencakup produksi rudal Aster 30 B1 NT, Aster 30 B1 dan Aster 15. Kontrak ini melengkapi kontrak-kontrak sebelumnya untuk Mid-Life Refurbishment dari stok Aster yang ada (kontrak diumumkan pada tahun 2020 untuk Perancis, dan pada tahun 2021 untuk Italia dan Inggris).
Fregat PPA Italia ITS Giovanni delle Bande Nere (P 434) Sukses Uji Tembak Rudal Hanud Aster 30
Rudal Aster yang diproduksi akan melengkapi sistem berbasis darat dan laut Angkatan Udara dan Laut Perancis. Untuk pertama kalinya, rudal ini juga akan diproduksi untuk Angkatan Udara Italia, serta akan terus melengkapi kebutuhan Angkatan Darat dan Laut Italia. Di antaranya, Aster 30 B1NT, yang saat ini sedang dikembangkan melalui kerja sama Perancis-Italia, akan melengkapi sistem hanud berbasis darat Eurosam SAMP/T NG yang diproduksi untuk kedua negara.
Rudal Aster 30 Block 1 NT memenuhi persyaratan ganda utama, yaitu satu rudal untuk sistem darat dan laut, melindungi dari ancaman rudal (termasuk rudal balistik jarak pendek, jarak menengah, dan taktis) dan pesawat terbang, serta meningkatkan ketahanan terhadap Electronic Counter Measures (ECM).
Dengan kecepatan Mach 4.5 (Astrer 30), keluarga rudal Aster sejatinya bukan sistem senjata hanud baru, Aster sudah dirancang sejak era perang dingin, yakni untuk mencegat dan menghancurkan ancaman rudal dari Uni Soviet pada dekade 90-an.
Dari banyak hal menarik tentang Aster, ternyata rudal hanud yang juga dioperasikan Angkatan Laut (Aster 15/30 pada fregat Formidable class) dan Angkatan Udara Singapura ini (Aster 30 pada sistem hanud SAMP/T), adalah satu-satunya rudal produksi Eropa yang menggunakan sistem pencari – Ku seeker.
Singapura Umumkan Status Kesiapan Operasional Penuh Sistem Hanud Aster 30 SAMP/T
Rudal hanud Aster buatan MBDA dikenal karena menggunakan Ku-band radar seeker yang canggih, dan ini merupakan salah satu ciri yang membuatnya unik di antara rudal buatan Eropa. Ku-band adalah bagian dari spektrum frekuensi radio yang berada di antara 12 GHz hingga 18 GHz. Frekuensi ini sering digunakan untuk radar dan komunikasi satelit, karena memiliki resolusi yang tinggi dan kemampuan untuk mendeteksi target kecil dengan akurasi yang lebih baik dibandingkan band frekuensi yang lebih rendah.
Ku-band radar seeker merujuk pada sistem pencari di ujung rudal yang menggunakan radar dengan frekuensi Ku-band untuk mendeteksi, melacak, dan mengunci target. Seeker ini bertanggung jawab untuk memastikan rudal tetap terkunci pada target yang bergerak cepat, bahkan di tengah gangguan atau jamming elektronik. (Gilang Perdana)
Mengenal Aster, Satu-satunya Rudal Pertahanan Udara (Hanud) Produksi Eropa dengan Ku Seeker



thaon di revel tni dapet ini ngga min?