ROCS Hai Shih – Kapal Selam dengan Usia Pengabdian Terlama dalam Sejarah, Masih Operasional Hingga 2026

Banyak yang tak percaya, bahwa ada kapal selam berusia 75 tahun dan sampai saat ini masih beroperasi penuh. Tapi faktanya memang ada, yang dimaksud adalah ROCS Hai Shih (SS-791) yang kini menjadi arsenal armada AL Taiwan. Berdasarkan catatan sejarah, ROCS Hai Shih resmi diakusisi pada 12 April 1973 dan hebatnya kapal selam diesel listrik ini masih akan terus digunakan hingga tahun 2026.

Baca juga: Setelah 50 Tahun Hilang, Kapal Selam Diesel Listrik Perancis Ditemukan di Kedalaman 2.370 Meter

Sebagai negara dengan teritori yang diaku oleh Cina daratan, sudah barang tentu untuk urusan tingkat kesiapan tempur, Taiwan tak bisa main-main dengan mengadopsi alutsista ‘kaleng-kaleng.’ Lewat program upgrade senilai US$19 juta pada Januari 2017, ROCS Hai Shih dikatakan siap beroperasi dengan kondisi maksimal sampai tahun 2026. Itu semua mengukuhkan ROCS Hai Shih sebagai kapal selam yang paling lama beroperasi dalam sejarah.

Mengapa disebut sebagai kapal selam dengan usia pengoperasian terlama? Jawabannya adalah masa lalu ROCS Hai Shih itu sendiri, dimana sebelum diakuisisi Taiwan lewat Foreign Military Sales (FMS) , kapal selam ini bernama USS Cutlass (SS-478) dan masuk kualifikasi Tench Class submarine. Dibangun menjelang akhir Perang Dunia II, sontak ROCS Hai Shih menjadi satu-satunya kapal selam Tench Class yang saat ini masih beroperasi – total Tench Class diproduksi 29 unit.

USS Cutlass (SS-478)

Dari fakta sejarah, USS Cutlass dibangun oleh Portsmouth Naval Shipyard, Kittery, di Maine, Amerika Serikat. Kapal selam ini diluncurkan pada 5 November 1944 dan resmi masuk kedinasan AL AS pada 17 Maret 1945. Mengandalkan ciri khas kapal selam Perang Dunia II, USS Cutlass mengusung model peluncur torpedo dua arah, yaitu enam tabung peluncur di bagian haluan dan empat tabung peluncur di bagian buritan. Sehingga kapal selam dapat menghadapi sasaran dari dua arah secara simultan.

USS Cutlass punya panjang 95 meter dan lebar 8,3 meter. Bobot kapal selam saat di permukaan 1.595 ton dan saat menyelam mencapai 2.453 ton. Dengan bahan bakar penuh, USS Cutlass dapat menjelajah hingga 20.000 km pada kecepatan 19 knots. Kapal selam ini dapat menyelam terus-menerus selama 48 jam pada kecepatan 2 knots. Secara keseluruhan USS Cutlass dengan 10 perwira dan 71 pelaut, punya endurance berlayar selama 75 hari.

ROCS Hai Shih (SS-791)

Pada 12 April 1973, USS Cutlass resmi diakuisisi Taiwan dan berubah nama menjadi ROCS Hai Shih. Setelah digunakan Taiwan, kapal selam buyut ini rupanya telah mengalami perubahan desain pada tampilan luarnya, dimana bentuk lambung, menara dan sirip depan mengalami perubahan yang cukup revolusioner.

Di tangan Taiwan, senjata hanud di atas deck pun dilepas, yaitu meriam kaliber 127 mm, meriam Bofors 40 mm dan kanon Oerlikon 20 mm. Sementara posisi dan kapasitas torpedo tidak mengalami perubahan.

Dengan wujud baru, ROCS Hai Shih punya panjang 93,6 meter dan lebar 5,2 meter. Bobot kapal di permukaan mencapai 1.900 ton dan saat menyelam 2.480 ton. Dengan penggantian mesin, kapal selam legendaris ini dapat melesat dengan kecepatan maksimum 18 knots di permukaan dan 16 knots saat menyelam. ROCS Hai Shih punya endurance 48 jam menyelam dengan kecepatan 4 knots.

Baca juga: KRI Hiu 805 – Jejak Kapal Pemburu Kapal Selam yang Berakhir di Samudera Hindia

Di bawah bayang-bayang invasi oleh Cina daratan, sampai saat ini AL Taiwan mengoperasikan empat unit kapal selam diesel listrik. (Bayu Pamungkas)

7 Comments