Langkah Krusial F-35A Lightning II: Tuntas Uji Integrasi Darat Rudal Meteor

Program jet tempur generasi kelima F-35 Lightning II telah mencapai tonggak penting dalam upaya memperkuat daya tembaknya. Uji Integrasi Berbasis Darat (Ground-Based Integration Test) untuk rudal udara-ke-udara jarak menengah Meteor buatan konsorsium MBDA telah berhasil diselesaikan pada platform F-35A.

Baca juga: Jet Tempur Gripen E (F-39) Brasil Tembakkan Rudal Meteor Pertama di Amerika Selatan

Keberhasilan ini adalah langkah wajib sebelum rudal canggih Eropa tersebut dapat secara resmi digunakan oleh armada F-35 di negara-negara NATO. Uji Integrasi Berbasis Darat bukanlah uji tembak rudal, melainkan tahap fundamental dalam proses sertifikasi senjata yang kompleks. Uji coba ini berfungsi sebagai jembatan antara desain digital rudal dengan perangkat keras fisik dan perangkat lunak pesawat.

Tujuan inti dari uji coba yang sukses ini untuk memastikan dimensi dan bentuk rudal Meteor (yang akan diangkut secara internal di weapon bay F-35A) pas dengan sempurna tanpa mengganggu mekanisme penutup atau struktur pesawat.

Kemudian aspek paling kritis, tim insinyur memverifikasi bahwa sistem avionik dan komputer misi F-35A dapat berkomunikasi dan bertukar data target secara efisien dengan sistem pemandu rudal Meteor. Hal ini mencakup pengiriman data pelacakan mid-course (saat rudal terbang menuju target). Selain itu dilakukan pengujian prosedur pra-peluncuran, termasuk power-up rudal dan pemeriksaan kesehatan (self-test), semuanya dikendalikan oleh sistem kokpit F-35.

Integrasi Meteor adalah prioritas utama bagi negara-negara F-35 Eropa (seperti Inggris, Italia, dan Norwegia). Keberhasilan uji integrasi darat ini mendukung dua tujuan strategis besar, rudal Meteor ditenagai oleh mesin ramjet, memberikannya keunggulan unik dalam mempertahankan kecepatan supersonik tinggi hingga fase akhir penerbangan. Ini menghasilkan Zona Tanpa Pelarian (No-Escape Zone) yang jauh lebih besar daripada rudal BVR konvensional seperti AIM-120 AMRAAM, memastikan F-35 memiliki keunggulan dalam duel jarak menengah.

Integrasi ini memungkinkan negara-negara Eropa mengurangi ketergantungan militer pada pasokan rudal Amerika Serikat untuk pesawat tempur generasi kelima mereka, meningkatkan otonomi pertahanan kawasan.

Untuk Pertama Kali, Jet Tempur Stealth F-35B Terbang dengan Membawa Rudal Meteor

Untuk menjaga kemampuan silumannya, F-35 harus membawa senjata di teluk internal. Keberhasilan uji coba ini menjamin bahwa Meteor dapat dimuat secara internal, memastikan F-35 dapat menggunakan rudal canggih ini tanpa mengorbankan profil radar rendahnya.

Setelah Uji Integrasi Berbasis Darat tuntas, program sertifikasi akan memasuki fase penerbangan. Tahapan selanjutnya, yang dipimpin oleh MBDA dan tim integrasi F-35, meliputi Uji Coba Penerbangan Captive Carry, yaitu rudal Meteor akan dipasang di F-35 (secara internal/eksternal) dan diuji dalam berbagai manuver penerbangan untuk memastikan tidak ada dampak aerodinamis atau gangguan data.

Rudal Meteor di Su-30MKI IAF: Senjata Baru India Dominasi Udara Jarak Jauh

Berlanjut pada Uji Coba Pelepasan (Separation Test), yaitu uji pengujian pelepasan rudal dari teluk senjata pada kecepatan dan ketinggian yang berbeda untuk memastikan pelepasan berjalan bersih dan aman.

Dan terakhir adalah Uji Coba Penembakan Langsung (Live Fire Test), merupakan puncak integrasi, di mana rudal aktif Meteor ditembakkan dari F-35 ke target udara untuk memverifikasi seluruh rantai pembunuhan (kill chain).

Keberhasilan ini adalah pertanda jelas bahwa F-35A tidak hanya akan menjadi jet tempur siluman, tetapi juga platform yang membawa persenjataan BVR paling mematikan yang dikembangkan di Eropa. (Gilang Perdana)

Akuisisi Sejak 2017, Baru Pertama Kali Jerman Lakukan Uji Peluncuran Rudal Meteor dari Eurofighter Typhoon