Korea Selatan Kembangkan Rudal Udara ke Udara Jarak Pendek Generasi Kelima untuk KF-21 Boramae

Selain integrasi dengan rudal udara ke udara jarak pendek IRIS-T, Korea Selatan rupanya punya rencana besar untuk melengkapi KF-21 Boramae dengan rudal udara ke udara jarak pendek (Short-Range Air-to-Air Missile/SRAAM).) produksi dalam negeri yang dirancang sesuai standar rudal udara ke udara generasi kelima.

Baca juga: Prototipe Kedua KF-21 Boramae Luncurkan Rudal Udara ke Udara IRIS-T

Mengutip dari Yonhap News Agency (2/12/2025), untuk mengembangkan rudal udara ke udara jarak pendek, Pemerintah Korea Selatan telah menyutujui anggaran untuk fase pengembangan hingga tahun 2032, yang dilaporkan mencapai sekitar 290 miliar Won Korea (KRW), atau disebut media internasional setara US$296 juta.

Sebagai catatan, US$296 jut adalah anggaran yang dialokasikan untuk fase penelitian dan pengembangan hingga target penyelesaian tahun 2032. Angka ini belum termasuk biaya produksi massal rudal tersebut setelah program pengembangan tuntas.

Langkah strategis ini menegaskan tekad Seoul untuk sepenuhnya mengurangi ketergantungan pada pemasok asing (terutama Amerika Serikat dan Eropa) bagi persenjataan inti jet tempur mereka, sekaligus membuka pintu bagi pasar ekspor.

IRIS-T

Pengembangan rudal ini dipimpin oleh dua entitas utama pertahanan Korea Selatan, yaitu Agency for Defense Development (ADD), sebagai badan penelitian dan pengembangan utama negara, ADD bertanggung jawab atas desain dan verifikasi teknologi inti rudal (seperti sistem pemandu inframerah generasi kelima). Selain melibatkan perusahaan pertahanan terkemuka Korea Selatan, LIG Nex1 dan Hanwha Aerospace Co, yang diyakini akan menjadi kontraktor utama yang bertanggung jawab atas produksi dan integrasi akhir rudal.

Pengembangan rudal ini ditargetkan tuntas pada tahun 2032. Setelah itu, rudal akan menjalani uji coba ekstensif dan sertifikasi untuk kemudian diproduksi massal dan diintegrasikan ke dalam armada Angkatan Udara Korea Selatan (ROKAF).

Tak Mau KF-21 Boramae Jadi ‘Macan Ompong’, Korea Selatan Resmi Order 100 Unit Rudal Udara ke Udara Meteor

Meskipun detail teknis rudal tersebut sangat dirahasiakan, bocoran spesifikasi dan tujuan program menunjukkan rudal ini akan menjadi rudal udara-ke-udara berpemandu inframerah (infrared-homing) generasi kelima, setara dengan kemampuan rudal Barat terkemuka seperti AIM-9X Sidewinder (AS) atau IRIS-T (Eropa).

Fitur yang menjadi fokus utama meliputi High Off-Boresight, yaitu kemampuan untuk mengunci dan menembak sasaran yang berada jauh di luar garis pandang hidung pesawat. Fitur ini penting karena akan sepenuhnya kompatibel dengan helm pilot yang dilengkapi layar (Helmet-Mounted Display/HMD).

Fitur lainnya adalah Thrust Vectoring Control (TVC), rudal ini diproyeksikan menggunakan sistem thrust vectoring untuk bermanuver sangat ekstrem, memungkinkan rudal mengubah arah secara mendadak untuk mengejar jet tempur musuh yang bergerak cepat dalam jarak dekat.

Korea Selatan Guyur US$480 Juta untuk Pengembangan Rudal Udara ke Udara Jarak Pendek KF-21 Boramae

Selain menjadi persenjataan standar bagi KF-21 Boramae, rudal baru ini dirancang untuk diintegrasikan ke seluruh armada jet tempur utama ROKAF, termasuk: KF-16 (dan F-16 Varian Lama), F-15K Slam Eagle dan FA-50 Fighting Eagle (Varian Upgrade)

Pengembangan rudal indigenous ini merupakan kunci keberhasilan pasar ekspor KF-21 Boramae. Dengan menawarkan rudal buatan dalam negeri, Korea Selatan dapat menjual jet tempur mereka secara lebih kompetitif ke negara-negara yang mungkin menghadapi hambatan dalam memperoleh rudal dari pemasok Barat (seperti dari AS), sehingga memperkuat potensi Boramae di pasar internasional pasca 2032. (Gilang Perdana)

Korea Utara ‘Perlihatkan’ Rudal Udara ke Udara Jarak Dekat yang Mirip dengan IRIS-T Jerman

One Comment