Unit Keempat C-130J-30 Super Hercules (A-1344) TNI AU Tiba di Lanud Halim Perdanakusuma

Siang ini, Senin, 22 Januari 2024, dijadwalkan mendarat unit keempat pesawat angkut C-130J-30 Super Hercules pesanan Kementerian Pertahanan RI di Lanud Halim Perdanakusuma. Pesawat keempat tersebut bernomer registrasi A-1344. Bertolak dari Lockheed Martin Air Base, Marrieta di Negara Bagian Georgia, seperti tiga unit Super Hercules sebelumnya, rute penerbangan ke Indonesia ditempuh dengan ferry flight melintasi Pasifik.

Baca juga: Unit Ketiga C-130J-30 Super Hercules (A-1343) TNI AU Tiba di Lanud Halim Perdanakusuma

Dari akun Instagram Skadron Udara 31 – officialskadronudara31, disebutkan Rajawali 44 lepas landas dari Marrieta pada 16 Januari lalu, kemudian transit di San Diego, California, berlanjut ke Honolulu, Hawaii. Dari Hawaii penerbangan dilajutkan ke Kwajalein, Marshall Islands, dan terakhir sebelum masuk ke wilayah Indonesia, pesawat akan transit di Guam.

Pada leg pertama dari Marietta ke San Diego, C-130J A-1344 melanjutkan perjalanan menuju Honolulu pada tanggal 17 Januari 2024. Perjalanan dimulai dari San Diego, California pada pukul 08:51 UTC dengan kondisi cuaca yang cerah. Penerbangan ini, yang merupakan bagian dari misi ferry ke tanah air, melibatkan serangkaian tahapan mulai dari start engine, taksi, takeoff, hingga climb ke ketinggian 28.000 feet sesuai dengan perencanaan penerbangan yang telah ditetapkan.

Pada ketinggian tersebut, kru pesawat dihadapkan dengan kondisi Head Wind dengan kecepatan berkisar 30 hingga 50 knot. Meski awalnya merencanakan peningkatan ketinggian menuju 34.000 feet, rencana tersebut dibatalkan karena data menunjukkan adanya Head Wind dengan kecepatan tinggi, berkisar antara 120 hingga 170 knot pada ketinggian tersebut.

Oleh karena itu, Komandan Skadron Udara 31 Letkol Pnb Alfonsus Fatma Astara Duta, Mayor Pnb Chandra Danang Jaya, dan Kapten Tek Barry Yoga Patria bersama dengan personel Lockheed Martin, yaitu Richard Anthony, John Justin, Rolland Mark, dan Robert John, memutuskan untuk tetap terbang pada ketinggian 28.000 feet, kemudian menurunkan ketinggian sesuai prosedur saat akan melakukan landing di Honolulu.

Kokpit C-130J

Proses landing di Honolulu tidak hanya menjadi tantangan teknis, tetapi juga memberikan kesan tersendiri bagi kru A-1344. Setelah mendarat di Honolulu pada pukul 14:57 UTC, kru pesawat langsung diminta untuk meninggalkan runway menuju parking stand yang telah ditentukan.

Dengan durasi penerbangan yang seharusnya 8 jam 06 menit, penerbangan kali ini memakan waktu lebih lama, yakni 9 jam 48 menit.

Secara keseluruhan, Skadron Udara 31 akan diperkuat lima unit C-130J-30 Super Hercules. C-130J-30 milik TNI AU ini memiliki peningkatan sejumlah fitur, seperti; kapasitas kargo, kecepatan, jangkauan, tenaga, kinerja, dan biaya operasional yang lebih hemat dibandingkan seri C-130 sebelumnya, demi mendukung berbagai misi TNI AU selama beberapa dekade mendatang. C-130J-30 terbaru ini memperluas kemampuan TNI AU untuk bermitra dalam berbagai misi dan pelatihan dengan Angkatan Udara dari negara lain yang juga merupakan operator Super Hercules.

Mengenal C-130J Super Hercules TNI AU, Inilah Kelebihannya Dibandingkan Seri C-130H

Ada banyak item yang benar-benar berbeda antara C-130J Super Hercules dengan seri C-130 sebelumnya. Meski secara tampilan luar mirip, C-130J Super Hercules dengan glass cockpit yang serba digital dan mesin baru Rolls-Royce AE 2100, serta diawaki oleh tiga personel – pilot, kopilot dan loadmaster.

C-130J Super Hercules merupakan pilihan kelas dunia untuk keperluan angkutan udara taktis, melayani 26 operator di 22 negara. Hingga kini, lebih dari 520 unit C-130J telah dikirimkan ke para operator dengan kemampuan dalam mendukung 18 kebutuhan misi yang berbeda. (Gilang Perdana)

3 Comments