Korea Selatan Kembangkan Rudal Balistik ALBM Hipersonik Untuk KF-21 Boramae, Profilnya Mirip Kinzhal

Debut rudal rudal balistik yang diluncurkan dari udara (Air-Launched Ballistic Missile/ALBM) belakangan naik daun, khususnya setelah Rusia dan Israel menggunakan ALBM Kh-47M2 Kinzhal dan Rampage dalam melancarkan serangan udara jarak jauh. Berangkat dari serangan yang dianggap efektif, Korea Selatan diwartakan kepincut untuk mengembangkan ALBM, khususnya sebagai senjata pemukul bagi jet tempur KF-21 Block II Boramae.
Saat rapat Komite Promosi Proyek Pertahanan ke-170 pada 8 Agustus 2025, Defense Acquisition Program Administration (DAPA) menyetujui revisi rencana pengembangan sistem KF-21, dengan menambahkan program uji integrasi senjata yang diperluas. Perubahan ini akan memungkinkan KF-21 Block II untuk dapat mulai mengoperasikan senjata serang pada paruh pertama tahun 2027, alih-alih jadwal awal akhir tahun 2028.
DAPA mengatakan percepatan ini akan meningkatkan kesiapan operasional Angkatan Udara Korea Selatan (RoKAF), meningkatkan daya saing industri kedirgantaraan domestik, dan meningkatkan prospek ekspor jet tempur Boramae.
South Korea has officially announced the development of an air-launched hypersonic ballistic missile.
Two missiles will be armed on the KF-21 and are expected to be based on the KTSSM series missiles. The concept is similar to the Israeli Air LORA and ROCKS, or the American Mako.… pic.twitter.com/kMPrQkAbEW— Mason ヨンハク (@mason_8718) August 12, 2025
Dalam perkembangan terpisah yang pertama kali dilaporkan oleh jurnalis pertahanan YoungHak Lee di X, Korea Selatan dilaporkan sedang mengembangkan rudal balistik yang diluncurkan dari udara (ALBM) dan dapat dibawa oleh KF-21. Rudal ini diyakini berbasis pada KTSSM-2 (Korean Tactical Surface-to-Surface Missile) Block-II, yang juga dikenal sebagai rudal balistik taktis Ure (Thunder) atau CTM-290.
Awalnya Ure dikembangkan untuk diluncurkan dari kendaraan darat, KTSSM-2 adalah sistem serangan presisi yang dirancang untuk jarak pendek hingga menengah.
Pertama Kali, Israel Perlihatkan Jet Tempur F-16I Sufa Gotong Empat Rudal Rampage
Sementara dalam bentuk peluncuran dari udara, rudal tersebut akan memiliki panjang sekitar 4,1 meter dan dapat dibawa berpasangan (dua unit) oleh sebuah KF-21. Angka kinerja yang diproyeksikan menunjukkan ALBM Korea Selatan ini dapat mencapai kecepatan Mach 5 hingga 10 dan jangkauan 500 hingga 1.000 km (mirip profil rudal jelajah ALBM Kh-47M2 Kinzhal), yang artinya memberikan Boramae kemampuan serangan jarak jauh terhadap target bernilai tinggi.
Korea Selatan juga sedang mengejar proyek rudal canggih lainnya yang diluncurkan dari udara untuk KF-21, termasuk sistem dalam kategori rudal jelajah hipersonik, yang dilaporkan sedang menuju kesiapan operasional.
KF-21 menyelesaikan penerbangan perdananya pada Juli 2022 dan sejak itu telah menjalani serangkaian uji prototipe, termasuk uji terbang supersonik, uji pelepasan senjata, dan pengisian bahan bakar udara.
Konfigurasi KF-21 Block I yang saat ini sedang diproduksi, berfokus pada misi udara-ke-udara dan direncanakan akan dikirimkan antara tahun 2026 dan 2028. Kemudian KF-21 Block II akan menambahkan kemampuan udara-ke-darat dan pengintaian, dengan pesawat pertama yang mampu menyerang dijadwalkan pada awal 2027 menyusul keputusan percepatan DAPA baru-baru ini.
Produksi penuh direncanakan hingga awal 2030-an, dengan Angkatan Udara Korea Selatan diperkirakan akan menerima setidaknya 120 unit KF-21. Selain pesanan domestik, Korea Selatan secara aktif memposisikan Boramae untuk pasar ekspor. (Gilang Perdana)
Filipina Pertimbangkan Tawaran Korea Selatan, 10 Unit Jet Tempur KF-21 Boramae Block I



AKUSISI AIR LAUNCH BRAHMOS dulu….jadikan Sukhois AIRCRAFT CARRIER KILLER sqd.