Kontainer AKS: Sea Tracker Ultra Maritime, Ubah Kapal Biasa Jadi Pemburu Kapal Selam Kelas Fregat
![]()
Ultra Maritime dari Inggris baru saja memperkenalkan inovasi revolusioner dalam bidang Anti-Submarine Warfare (ASW) atau Peperangan Anti-Kapal Selam (AKS) dengan peluncuran sistem Sea Tracker. Sistem modular yang dikemas dalam kontainer standar ini memungkinkan kapal non-tempur atau kapal tak berawak (Unmanned Surface Vessels/USV) memiliki kemampuan AKS sekelas fregat secara cepat dan fleksibel.
Sea Tracker adalah sistem deteksi kapal selam modular yang dirancang sebagai aset roll-on/roll-off (mudah dipasang dan dilepas). Seluruh sistem AKS ini dikemas dalam satu unit kontainer standar ISO 20 kaki (20-foot ISO container). Kontainer ini dapat dimuat dan diamankan dengan cepat di atas platform apa pun yang dapat membawa kontainer—bisa berupa kapal pasokan, kapal patroli non-tempur, atau kapal tak berawak.
Ini adalah keunggulan terbesar. Kemampuan AKS tidak lagi terikat pada satu platform kapal perang mahal. Kontainer dapat dipindahkan antar kapal dalam hitungan jam. Kapal pendukung, kapal dagang, atau USV dapat secara instan memperoleh kapabilitas AKS yang efektif, memungkinkan pengerahan aset di wilayah yang lebih luas.
Inti dari Sea Tracker adalah arsitektur yang dapat mengintegrasikan rangkaian lengkap teknologi derek (towed technologies) Ultra Maritime. Ini mencakup Sonar Towed Array (Passive/Active) yang disebut Sea Lancer, setelah kapal berada di area operasi, sistem akan menyebarkan susunan sensor sonar yang ditarik di belakang kapal. Sensor ini dapat berupa sistem aktif (mengirimkan pulsa suara dan mendengarkan gema) atau pasif (hanya mendengarkan suara kapal selam).
OPV Rajah Sulayman Class: Kapal Perang Pertama Filipina dengan Towed Array Sonar System (TASS)
Rangkaian lain dari Sea Tracker adalah Sistem Pertahanan Torpedo yang dapat diintegrasikan untuk melindungi platform dari serangan.
Sistem ini memanfaatkan pemrosesan sinyal dan algoritma canggih, yang memberikannya kemampuan untuk mendeteksi, mengklasifikasi, dan melacak kapal selam paling senyap sekalipun, setara dengan kemampuan sensor yang biasanya hanya dimiliki oleh kapal tempur permukaan utama (fregat).
Ultra Maritime mengklaim Sea Tracker dirancang untuk platform tak berawak (USV) dan berawak non-tradisional, yang menunjukkan tingkat otomatisasi yang tinggi dalam pengoperasiannya.
Dari aspek biaya, solusi ini jauh lebih terjangkau daripada membangun atau membeli kapal perang fregat atau perusak baru yang mahal, sehingga memungkinkan kapabilitas AKS yang terdistribusi. (Bayu Pamungkas)
Bell-412 TNI AL Akan Dimodifikasi Pemasangan Dipping Sonar HELRAS, Jadi yang Kedua Setelah Maroko



Trimaran Lundin cocok untuk konsep ini : didesain ringan, hemat energi dan memiliki jejak magnetik rendah 👌
“Kapal pendukung, kapal dagang, atau USV dapat secara instan memperoleh kapabilitas AKS yang efektif, memungkinkan pengerahan aset di wilayah yang lebih luas.”
Kapal dagang yang murni sipil dipasangi yang beginian? ROE harus benar-benar adaptif walau ketentuan hukum laut internasional serta hukum humaniter internasional lambat merespons perkembangan teknologi militer saat ini 😓