Jet Tempur Sukhoi Su-35 Rusia Gotong K-77M, Rudal BVR Generasi Terbaru dengan AESA Seeker

Dirancang kompatibel dengan jet tempur stealth Sukhoi Su-57, ada kabar bahwa rudal udara ke udara jarak jauh (Beyond Visual Range/BVR) terbaru Rusia, K-77M, telah terpasang di jet tempur multirole Su-35. Adaptasi jenis rudal baru untuk Su-35, disebut dapat menggenjot kemampuan tempur Angkatan Udara Rusia, terutama di garis depan konflik.

Baca juga: Untuk Internal Weapon Bay Sukhoi Su-57, Vympel Buat Rudal Misterius Varian Kompak R-77

Beberapa open-source intelligence web telah menemukan sosok rudal K-77M di bawah sayap Su-35 Rusia dalam satu gambar. Ini mungkin pertama kalinya rudal ini terlihat dalam kapasitas tempur. K-77M adalah versi modern dari rudal udara-ke-udara jarak menengah R-77 yang sudah cukup tua, karena digunakan sejak tahun 1994.

K–77M dirancang dan diproduksi oleh Vympel Design Bureau (NPO Vympel), bagian dari Tactical Missiles Corporation. Vympel dikenal sebagai pusat pengembangan rudal udara-ke-udara Rusia sejak era Soviet . Rudal dikenal pula sebagai Izdelie 180 atau R-77M, sebagai pengembangan dari rudal generasi sebelumnya, R-77 (RVV-AE / AA-12 Adder).

K-77M dirancang dengan dengan desain dan aerodinamika yang disempurnakan, yakni dengan mengganti sirip kisi (lattice fins) khas R-77 dengan sirip kontrol konvensional untuk mengurangi drag dan radar cross-section (nilap). Bentuknya ramping dan kompatibel dengan ruang senjata internal (weapon bay) Su-57, meski juga dapat dipasang eksternal di Su-35.

Dari dapur pacu, K-77M menggunakan dua-pulse solid-fuel motor, memperpanjang jangkauan dan daya dorong selama fase terminal dibanding R-77 satu-pulse.

Sementara untuk sistem pemandu dan penjejak target, dilengkapi dengan seeker radar AESA (Active Electronically Scanned Array) generasi baru (kode 9B-1103M-200PA), yang membantu deteksi 360°, anti-jamming, dan target manipulation-resistant. Sebagai perbandingan, rudal lama, R-77 masih menggunakan radar aktif monopulse.

Jangkauan maksimum K–77M diklaim mencapai 190–193 km, terutama saat menyerang target di ketinggian tinggi dan kondisi ideal. Sedangkan jangkauan efektif terhadap target manuver diprediksi lebih rendah (sekitar 150–170 km tergantung kondisi).

R-77: Lawan Tanding Terberat Rudal AIM-120 AMRAAM – “Pembunuh” dari Balik Cakrawala

K-77M mampu melesat dengan kecepatan maksimum Mach 4+ pada fase cruise menuju target, dan ketinggian operasi: efektif di medium–high altitude, tapi dapat menyerang target rendah.

Aktivasi pemandunya menggunakan Inertial Navigation System (INS) dan update data posisi dari radar pesawat peluncur pada fase awal dan tengah. Kemudian pada fase teminal menggunakan kemampyan Active Radar Homing (AESA) seeker — pencarian aktif, tahan jamming, dan resolusi tinggi untuk target kecil.

Tak Sepenuhnya Kecewa dengan Rudal Buatan Rusia, India Kembali Order Rudal Udara ke Udara Vympel R-27

Keunggulan seeker AESA, di antaranya bisa lock-on target kecil pada jarak lebih jauh, kebih tahan terhadap ECM (Electronic Counter-Measures) dan memungkinkan home-on-jam (mengunci sumber gangguan radar lawan).

Selain utamanya dirancang untuk Su-57 dann kompatibel dengan Su-35S, namun K-77M direncanakan untuk mampu diluncurkan dari Su-30SM2 dan MiG-35.

Dengan spesifikasi dan konsep pemanduannya, K-77M dapat diposisikan di kelas yang sama dengan rudal BVR generasi terbaru, seperti AIM-120D AMRAAM (AS), PL-15 (Cina), Meteor (konsorsium Eropa) dan Astra MKII (India). (Bayu Pamungkas)

Untuk Pertama Kali, F-15EX Lakukan Uji Tembak Rudal, Menggunakan AIM-120D AMRAAM

2 Comments