Jet Tempur Sukhoi Su-30SM2 Diklaim Berhasil Hantam Sistem Hanud Patriot Ukraina

Jet tempur multiperan canggih Rusia, Sukhoi Su-30SM2, dilaporkan telah berhasil melancarkan serangan terhadap salah satu unit sistem pertahanan udara jarak jauh yang paling berharga di Ukraina, yaitu MIM-104 Patriot buatan Amerika Serikat. Klaim ini datang dari konglomerat pertahanan negara Rusia, Rostec, yang menyoroti kemampuan jet tempur terbaru mereka dalam operasi Suppression of Enemy Air Defenses (SEAD).
Menurut laporan yang beredar, serangan tersebut dilakukan sebagai bagian dari operasi intensif Angkatan Udara Rusia (VKS) untuk menargetkan dan melumpuhkan jaringan pertahanan udara Ukraina.
Sebagai algojo serangan adalah pesawat tempur Su-30SM2 yang merupakan versi yang sangat ditingkatkan dari Su-30SM, dengan radar, avionik, dan kemampuan peperangan elektronik (Electronic Warfare) yang lebih kuat.
Militarywatchmagazine menyebut kemungkinan serangan terhadap sistem hanud Patriot dilakukan menggunakan rudal anti radiasi (anti-radiation missile/ARM), seperti Kh-31P. Rudal ini dirancang untuk melacak dan menghantam emisi radar musuh, yang dalam hal ini adalah radar pencari dan kendali tembakan (misalnya, AN/MPQ-65) dari baterai Patriot.

Patriot adalah sistem pertahanan udara paling canggih dan mahal yang dipasok Barat kepada Ukraina. Menghancurkan unit Patriot adalah kemenangan propaganda dan taktis besar bagi Rusia karena Patriot adalah salah satu penghalang utama rudal balistik Rusia.
Serangan ini menyoroti peran baru Su-30SM2 sebagai platform SEAD yang sangat efektif, mampu mendekati atau meluncurkan rudal dari jarak aman untuk menargetkan aset hanud bernilai tinggi.
Su-30SM2 adalah program modernisasi ekstensif yang diluncurkan oleh Rusia untuk meningkatkan armada Su-30SM yang sudah ada. Tujuan utamanya bukanlah hanya meningkatkan performa, tetapi juga mencapai standardisasi suku cadang dengan jet tempur superioritas udara Su-35S, yang berdampak besar pada efisiensi logistik.
Perbedaan paling mendasar dan strategis antara Su-30SM2 dengan Su-30SM terletak pada integrasi tiga sistem utama dari Su-35S, terutama pada elemen radar, mesin, dan persenjataan.
Keunggulan utama Su-30SM2 mencakup pada peningkatan radar yang radikal (N035 Irbis-E). Radar N035 Irbis-E, yang diimpor dari Su-35S, memberikan peningkatan signifikan dalam jangkauan deteksi dan pelacakan target. Irbis-E mampu melihat target lebih jauh dan melacak hingga 30 target udara secara simultan.
Kombinasi OLS-35 dan Radar PESA, Peluang Sukhoi Su-35 Deteksi Lebih Dulu Keberadaan F-35
Kemampuan Irbis-E untuk mengatasi jamming (gangguan elektronik) dari musuh jauh lebih unggul, memungkinkan Su-30SM2 beroperasi secara efektif di lingkungan peperangan elektronik yang padat. Radar ini menawarkan mode Synthetic Aperture Radar (SAR) yang lebih baik untuk pemetaan darat dan identifikasi target presisi.
Su-30SM2 diperbarui untuk membawa rangkaian senjata udara-ke-udara, udara-ke-darat, dan anti-kapal terbaru yang sebelumnya hanya diizinkan untuk Su-35S. Seperti mampu menggunakan rudal BVR (Beyond Visual Range) yang lebih baru dan memiliki jangkauan yang lebih jauh (Kh-31/Kh-59). Peningkatan avionik dan sistem kendali memungkinkan integrasi yang lebih baik dengan rudal anti-radiasi dan rudal jelajah presisi yang canggih.
Pada dasarnya Su-30SM2 menghilangkan banyak perbedaan kinerja antara Su-30SM (yang awalnya dirancang untuk ekspor) dan Su-35S. Jet ini memungkinkan Angkatan Udara Rusia untuk mengoperasikan armada pesawat tempur yang sangat tangguh, berbiaya lebih efisien secara logistik, dan memiliki kemampuan tempur yang setara dengan unit superioritas udara terbaik Rusia. (Gilang Perdana)
Lepaskan Parachute Flare, Sukhoi Su-35 Rusia ‘Gocek’ Drone Tempur MQ-9 Reaper AS di Langit Suriah


