Jepang Bantah Ekspor Rudal Hanud Type 03 ke Filipina di Tengah Protes Keras Cina

Dalam perkembangan yang menyoroti panasnya persaingan strategis di Laut Cina Selatan, Pemerintah Jepang secara resmi membantah adanya diskusi untuk mengekspor sistem rudal pertahanan udara (hanud) jarak sedang Type 03 (Type 03 Medium-Range Surface-to-Air Missile) kepada Filipina. Bantahan ini muncul tak lama setelah laporan informal mengenai rencana ekspor tersebut memicu kecaman keras dari Beijing.
Baca juga: Mitsubishi Type 03 – Wujud Kemandirian Jepang di Sistem Rudal Hanud Jarak Sedang
Isu ini mencuat pada akhir November 2025 ketika beberapa laporan media, termasuk laporan awal dari Kyodo News, mengindikasikan adanya pertukaran informal antara Tokyo dan Manila mengenai kemungkinan akuisisi sistem pertahanan udara jarak menengah (MR-SAM) oleh Filipina. Akuisisi ini dianggap krusial bagi Filipina untuk memperkuat kapabilitas pertahanan udaranya di tengah meningkatnya friksi teritorial dengan Cina.
Namun, kabar ini segera memicu kemarahan di Beijing. Cina telah lama menentang penguatan militer sekutu AS di Asia Timur, terutama jika melibatkan sistem rudal canggih yang berpotensi mengubah keseimbangan kekuatan regional.
Menanggapi tekanan diplomatik tersebut, Jepang mengambil langkah cepat. Pada 4 Desember 2025, Menteri Pertahanan Jepang mengeluarkan bantahan resmi. Bantahan ini secara eksplisit menyatakan bahwa meskipun Jepang dan Filipina memiliki kerja sama pertahanan rutin, “tidak benar bahwa kami sedang membahas ekspor Chū-SAM.” Bantahan tegas ini menghentikan spekulasi dan dipandang sebagai upaya Tokyo untuk meredakan ketegangan diplomatik yang diakibatkan oleh laporan media.

Sistem rudal hanud yang menjadi pusat persengketaan ini, Type 03 atau dikenal sebagai Chū-SAM, adalah salah satu aset pertahanan udara paling penting dan canggih yang dikembangkan secara domestik oleh Jepang. Rudal ini sepenuhnya buatan Jepang, hasil desain dari Technical Research and Development Institute (TRDI) dan diproduksi oleh Mitsubishi Heavy Industries (MHI) dan Mitsubishi Electric.
Dari kemampuan, Type 03 adalah sistem rudal permukaan-ke-udara jarak menengah (MR-SAM) yang sangat mobile. Seluruh komponen vital—pusat komando, radar, dan peluncur—dipasang pada truk cross-country 8×8, memungkinkannya digunakan dan diposisikan ulang dengan cepat di berbagai lokasi.

Rudal ini memiliki jangkauan operasional yang diklasifikasikan mencapai 50 km atau lebih, bergerak pada kecepatan hipersonik hingga sekitar Mach 2.5.
Keunggulan utama Chū-SAM terletak pada sistem panduannya yang berlapis. Rudal ini menggunakan panduan inersia dengan tautan perintah pada tahap tengah penerbangan, dan beralih ke Pencari Homing Radar AESA Aktif pada tahap akhir. Teknologi AESA (Active Electronically Scanned Array) ini memungkinkan rudal memiliki kemampuan fire-and-forget yang sangat akurat.
Hadapi Aksi Militer Cina, Jepang dan Filipina Resmi Bentuk Pakta Pertahanan
Dirancang khusus untuk menghadapi ancaman udara modern, termasuk pesawat tempur, helikopter, dan, yang paling penting, rudal jelajah (cruise missiles). Sistem ini mampu melacak hingga 100 target dan menargetkan 12 target secara simultan.
Potensi ekspor Type 03 ke Filipina menjadi isu besar karena ini menandai langkah maju dalam kebijakan ekspor pertahanan Jepang yang selama ini sangat ketat, sekaligus meningkatkan kemampuan militer salah satu negara yang paling berkonflik dengan Cina. Meskipun dibantah, peristiwa ini menggarisbawahi bagaimana penguatan pertahanan di Asia Tenggara akan terus menjadi titik fokus persaingan geopolitik regional. (Gilang Perdana)
Bentuk Pakta Pertahanan dengan Jepang, Filipina Ingin Dapatkan Sistem Rudal Hanud Toshiba Type 81


