Improvisasi Perang, Rusia Gunakan Koneksi Starlink pada Drone Kamikaze Molniya-2

Perang yang berlarut wajar bila membutuhkan improvisasi, seperti pada drone kamikaze (loitering munition). Sebelumnya tak ada yang menyangka, bahwa koneksi data untuk sensor dan kendali drone, ternyata turut menggunakan terminal internet satelit Starlink standar.

Baca juga: Rusia Pamerkan Murena-300S – Drone Laut (USV) Kamikaze yang Diduga Gunakan Antena Starlink

Meski berasal dari sumber Ukraina, terungkap bila Rusia melengkapi drone kamikaze dengan Starlink, yang terindikasi dari keberadaan antena pada bagian atas fuselage. Seperti dikutip Defence Blog, drone kamikaze Rusia yang menggunakan koneksi Starlink kini terdeteksi setiap hari.

Para pejabat Ukraina melaporkan bahwa integrasi Starlink telah bergeser dari pengaturan improvisasi ke instalasi standar pada drone serang satu arah.

Serhiy Beskrestnov, seorang spesialis perang elektronik Ukraina yang juga dikenal dengan nama panggilan “Serhiy Flesh,” mengatakan pasukan Rusia telah beralih dari instalasi improvisasi ke integrasi standar terminal Starlink pada drone kamikaze.

Dalam pernyataan publik, Beskrestnov mengatakan: “Kabar buruk. Setiap hari kami mencatat drone serang Molniya yang menggunakan Starlink. Jika Starlink pertama dipasang secara sembarangan, sekarang sudah terintegrasi sebagai standar pada drone kamikaze.”

Menurut Beskrestnov, pasukan Ukraina baru-baru ini mencegat dan menembak jatuh sebuah drone Molniya-2 Rusia yang dilengkapi dengan terminal Starlink. Ia membagikan tangkapan layar dari video yang direkam oleh pesawat pencegat Ukraina, yang menunjukkan Molniya-2 yang jatuh dengan terminal satelit terpasang untuk menjaga komunikasi terus menerus dengan operatornya selama penerbangan menuju target.

Molniya-2 dikenal karena desainnya yang sederhana dan mudah dirakit (kayu lapis/aluminium) sehingga mudah diluncurkan oleh prajurit garis depan melalui ketapel (cataplult). Drone fixed wing ini mampu melakukan serangan presisi dengan muatan hingga jarak 30 km, seringkali menggunakan kabel serat optik untuk kontrol guna menghindari gangguan sinyal.

Analis Ukraina mengatakan ini merupakan evolusi dari penampakan terminal Starlink yang terisolasi sebelumnya pada pesawat pengintai Rusia menjadi pemasangan rutin dan serial pada platform serangan satu arah.

Bentuk Jaringan Satelit Komunikasi ala Starlink, Rusia Ingin Orbitkan 2.600 Satelit pada Tahun 2026

Sebelumnya, terminal Starlink telah diamati pada drone intai (ISR), di mana konektivitas yang berkelanjutan sangat penting untuk transmisi data waktu nyata. Sekarang, kata para pejabat, kemampuan yang sama diterapkan pada drone kamikaze sekali pakai.

Molniya-2 adalah drone kamikaze yang relatif sederhana dan berbiaya rendah, dan digunakan pasukan Rusia untuk menargetkan posisi, infrastruktur, dan aset pertahanan udara Ukraina.

Dengan mengintegrasikan komunikasi satelit, operator dapat mempertahankan kendali di luar jangkauan tautan radio tradisional dan mengurangi efektivitas sistem peperangan elektronik Ukraina yang bergantung pada pengacauan saluran kendali garis pandang. (Gilang Perdana)

Akhir Tahun Ini Rusia Luncurkan Tahap Pertama Rassvet, Jaringan Satelit Tandingan Starlink dengan Integrasi 5G NTN