Hari Ini Dalam Sejarah, Prototipe F-5E Tiger II Terbang Perdana, Ternyata Operator Pertamanya Adalah Iran

Setelah sukses menghadirkan jet tempur ringan F-5A/B Freedom Fighter, maka Northrop melanjutkan pengembangan varian yang lebih canggih dan modern, yakni F-5E Tiger. Dan tahukah Anda, bahwa hari ini 53 tahun lalu, yang bertetapatan dengan 11 Agustus 1972, adalah momen penerbangan perdana prototipe F-5E Tiger II, jenis jet tempur yang pernah menjadi tulang punggung kekuatan udara banyak negara, termasuk Indonesia.

Baca juga: Hari ini, Sembilan Tahun Lalu, F-5E/F Tiger II TNI AU Terakhir Kali Terbang

Dari beragam literasi, disebut penerbangan perdana F-5E Tiger II berlangsung di fasilitas Northrop di Hawthorne, California. Prototipe yang digunakan adalah F-5E pertama (nomor seri 71-1417), yang merupakan pengembangan langsung dari F-5A Freedom Fighter dengan sayap lebih besar, mesin lebih bertenaga, dan avionik yang lebih modern.

Prototipe F-5E lepas landas dari Bandara Hawthorne Municipal Airport (dekat pabrik Northrop). Penerbangan berlangsung sekitar 40 menit dengan pilot uji Hank Chouteau, salah satu chief test pilot Northrop pada masa itu. Tujuan uji penerbangan adalah mengevaluasi perilaku terbang dasar, sistem kontrol, dan performa mesin General Electric J85-GE-21 yang lebih bertenaga. Pesawat kembali mendarat di Hawthorne dengan laporan hasil penerbangan yang memuaskan, tanpa masalah teknis besar.

Penerbangan ini menandai awal program yang kemudian melahirkan lebih dari 1.400 unit F-5E/F Tiger II untuk pasar ekspor, menjadikannya salah satu jet tempur supersonik ringan paling sukses di dunia.

Setelah penerbangan perdana F-5E Tiger II pada 11 Agustus 1972, program uji terbang berlangsung cukup cepat karena desainnya adalah evolusi langsung dari F-5A Freedom Fighter dan T-38 Talon.

Pada awal 1973, Northrop mulai produksi seri pertama di Hawthorne, California, dan pada April 1973, pesawat pertama dari batch produksi diserahkan. Yang unik, operator perdananya adalah Angkatan Udara Iran (Imperial Iranian Air Force, IIAF) menjadi penerima ekspor pertama melalui program bantuan militer AS, hanya beberapa bulan sebelum Angkatan Udara AS menerima varian Aggressor (F-5E/F) untuk pelatihan tempur.

Kowsar: Bukti ‘Kecintaan’ Iran pada Rancang Bangun Northrop F-5

Berlanjut pada tahun 1974, penyerahan mulai bergulir ke negara-negara program MAP (Military Assistance Program) seperti Korea Selatan, Taiwan, dan Arab Saudi.

Meski F-5E secara teknis adalah pesawat tempur baru, Northrop bisa mempercepat jadwal karena komponen dan proses produksi banyak berbagi dengan F-5A/T-38, mesin (General Electric J85-GE-21) sudah matang dan uji aerodinamika sebagian sudah tervalidasi lewat prototipe modifikasi F-5A sebelumnya.

Setelah 60 Tahun, Angkatan Udara Taiwan Resmi Pensiunkan Keluarga Jet Tempur F-5

Ciri khas kemampuan F-5E Tiger II terletak pada filosofi desainnya — murah, sederhana, tapi lincah — yang membuatnya populer di negara-negara yang tidak mampu atau tidak ingin mengoperasikan jet tempur kelas berat seperti F-4 Phantom atau F-15.

Secara umum, F-5E Tiger II hadir dengan desain sayap kecil (low aspect ratio) dan bobot ringan memberinya instantaneous turn rate yang sangat baik di dogfight jarak dekat. Performa tinggi di kelasnya berkat Dua mesin General Electric J85-GE-21 (5.000 lbf dengan afterburner per mesin) memberi rasio dorong-berat cukup bagus, walau tidak setara pesawat kelas berat. F-5E dilengkapi AN/APQ-153 (kemudian AN/APQ-159) yang mampu deteksi target udara dan navigasi cuaca buruk.

Radar AN/APQ-159: Teknologi Dibalik Kemampuan “Penciuman” Si Macan F-5 E/F Tiger II TNI AU

Lain dari itu, F-5E Tiger II bisa bawa bom konvensional, roket, rudal udara-udara Sidewinder (AIM-9) untuk dogfight, dan beberapa konfigurasi rudal udara-permukaan. Sementara ciri khas yang ideal untuk negara berkembang dengan kocek ngepas, F-5E Tiger perawatannya tergolong mudah, tidak butuh landasan super panjang atau fasilitas mewah. Cocok untuk negara dengan infrastruktur terbatas.

Bersamaan dengan kemunculan F-5E, Northrop secara pararel menghadirkan F-5F, yaity varian dua kursi tandem dari F-5E, yang punya nose sedikit lebih panjang untuk menampung avionik dan kursi instruktur. Sementara radar dan sistem senjata hampir sama, tapi kapasitas bahan bakar internal sedikit berkurang karena ruang kursi kedua. F-5F bukan sekadar pesawat latih — meski dipakai untuk conversion training, ia tetap mempertahankan kemampuan tempur penuh. (Gilang Perdana)

Respon Bentrokan dengan Kamboja, Thailand Kerahkan F-5TH Super Tigris, Jet Tempur Retro dengan Teknologi Israel