Gantikan AH-1F Cobra, Angkatan Darat Pakistan Terima Helikopter Serang ‘Made in China’ Z-10ME

Setelah empat dekade mengoperasikan helikopter serang AH-1F Cobra, Kavaleri Udara Angkatan Darat Pakistan membuka lembaran baru dengan hadirnya helikopter serang baru buatan Cina, Z-10ME, produksi Changhe Aircraft Industries Corporation (CAIC).
Dari laporan media sosial yang memuat video pendek, nampak Angkatan Darat Pakistan telah menerima kedatangan helikopter serangf Z-10ME. Helikopter serang tersebut memiliki logo Korps Penerbangan Angkatan Darat Pakistan, menandakan dimulainya transisi yang telah lama dinantikan dari armada AH-1F Cobra yang menua yang pertama kali diperkenalkan lebih dari empat dekade lalu.
Laporan pengiriman mulai muncul akhir bulan lalu, dan bukti visual terbaru tampaknya mengonfirmasi kedatangan mereka. Helikopter yang ditampilkan dalam rekaman tersebut dicat dengan kamuflase gelap yang mirip dengan skema penerbangan standar Angkatan Darat Cina dan tidak dilengkapi millimeter-wave radar dome (radar ‘konde’), yang sebelumnya terdapat pada konfigurasi Z-10 sebelumnya.
Z-10ME adalah varian ekspor modern dari platform Z-10 Cina, yang dikembangkan oleh Changhe Aircraft Industries Corporation di bawah naungan Aviation Industry Corporation of China (AVIC). Helikopter ini dipasarkan sebagai platform berkinerja tinggi yang dirancang untuk lingkungan tempur yang menantang, dan dilengkapi dengan peningkatan pada sistem kemampuan bertahan hidup, penargetan, dan perlindungan diri.
Sumber-sumber Cina menggambarkan Z-10ME sebagai versi tercanggih dari platform tersebut hingga saat ini. Peningkatan tersebut dilaporkan mencakup lapisan baja yang lebih baik, kemampuan peperangan elektronik baru, dan performa mesin yang direvisi—yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang beroperasi di lingkungan panas dan dataran tinggi.
Menurut analisis sumber terbuka, varian yang dikirimkan ke Pakistan tampaknya tidak memiliki fitur-fitur tertentu, seperti absennnya radar ‘konde’ (radar di atas rotor utama), tetapi diyakini tetap mempertahankan sistem penargetan elektro-optik canggih dan penanggulangan terintegrasi.

Z-10ME hadir dengan teknologi infrared depressor terbaru yang memungkinkan helikopter lebih mampu untuk menghindari sengatan rudal berpemandu inrared. CAIC mengatakan bahwa ancaman terbesar yang dihadapi helikopter di medan perang modern adalah rudal pelacak inframerah, yang dapat mengunci radiasi inframerah yang dipancarkan pesawat atau helikopter.
Angkatan Darat Pakistan telah lama mencari helikopter serang modern untuk menggantikan AH-1F Cobra yang dipasok AS yang telah beroperasi sejak tahun 1980-an. Meskipun AS awalnya menyetujui penjualan AH-1Z Viper ke Pakistan pada tahun 2015, pengiriman tersebut terhambat karena ketegangan politik antara Washington dan Islamabad. Kesenjangan ini membuka peluang bagi Beijing untuk memposisikan Z-10ME sebagai alternatif yang layak.
Spekulasi tentang akuisisi Z-10ME oleh Pakistan telah beredar selama beberapa tahun. Meskipun pejabat Cina dan Pakistan belum mengeluarkan pernyataan resmi, munculnya video yang menunjukkan pesawat dengan lambang Angkatan Darat Pakistan menunjukkan bahwa program tersebut kini telah melampaui tahap uji coba.
Korps Penerbangan Angkatan Darat Pakistan belum secara terbuka mengonfirmasi jumlah helikopter yang dipesan atau dikirimkan. Namun, analis pertahanan regional mencatat bahwa transfer ini dapat menjadi awal dari upaya modernisasi yang lebih luas dalam kemampuan serang sayap putar Pakistan.
[the_ad id=”77299″]
Z-10ME mampu membawa berbagai jenis amunisi berupa ruda udara-ke-udara dan rudak udara-ke-darat, serta mampu bertempur di siang dan malam hari.
Guna memikat negara pembeli, Z-10ME dilengkapi kanon kaliber 20 mm dengan sabuk aminisi eksternal yang dipasang di dagu. Sebelumnya Z-10 mengusung kanon kaliber 23 mm, namun adopsi 20 mm dianggap lebih pas untuk pasar internasional yang mengusung standar amunisi NATO.
Fitur lain yang ditawarkan Z-10ME seperti sand filter, bullet-proof armor dan crash resistance seats untuk kedua awaknya. Z-10ME adalah helikopter di kelas enam ton yang mampu terbang dengan manuver tinggi di ketinggian yang sangat rendah, membuatnya mampu memberikan daya tembak yang kuat sambil mempertahankan kemampuan bertahan yang tinggi. (Gilang Perdana)
Singapore Airshow 2024 – Cina untuk Pertama Kali Tampilkan Helikopter Serang Z-10ME



Cocok ini buat marinir TNI-AL