Update Krisis IranKlik di Atas

Dilema Pertahanan Swiss: Pangkas Pesanan F-35A dan Hadapi Penundaan Rudal Patriot hingga 5 Tahun

Ambisi Swiss untuk memodernisasi kekuatan udaranya melalui program “Air2030” kini harus membentur tembok realitas anggaran dan dinamika geopolitik global. Pemerintah Swiss secara resmi mengumumkan keputusan pahit untuk memangkas pesanan jet tempur stealth F-35A dari 36 unit menjadi hanya 30 unit. Langkah ini diambil setelah terjadi perselisihan kontrak terkait kenaikan harga yang signifikan dari pemerintah Amerika Serikat.

Baca juga: Tak Indahkan Tuntutan Oposisi, Pemerintah Swiss Teken Kontrak Pembelian 36 Unit F-35A Senilai US$6,25 miliar

Dewan Federal Swiss menyatakan bahwa demi alasan fiskal, mereka tidak akan meminta tambahan anggaran untuk mencapai target awal 36 jet. Saat ini, Swiss tetap berpegang pada anggaran awal sebesar US$6,25 miliar (6 miliar CHF). Namun, karena inflasi dan lonjakan harga bahan baku, anggaran tersebut kini diperkirakan hanya cukup untuk memboyong 30 unit F-35A.

Keputusan untuk memangkas jumlah armada ini diakui akan membawa “konsekuensi negatif” bagi kedaulatan udara Swiss. Dengan jumlah jet yang lebih sedikit, kemampuan operasional dan keberlanjutan tempur Swiss saat terjadi ketegangan atau konflik akan sangat terdampak.

Namun, opsi untuk membatalkan kontrak sepenuhnya telah ditolak karena akan menciptakan lubang keamanan yang fatal pada tahun 2032, saat armada F/A-18 Hornet yang ada saat ini dipensiunkan.

Meski Ditentang Oposisi, Swiss Telah Jatuhkan Pilihan Pada Jet Tempur F-35A

Kenaikan harga ini disebut-sebut mencapai angka US$610 juta, sebuah lonjakan yang dipicu oleh tren biaya produksi badan pesawat dan mesin F-35 yang terus merangkak naik di Amerika Serikat.

Masalah pertahanan Swiss tidak berhenti pada jet tempur. Komponen kedua dari program Air2030, yaitu pengadaan sistem pertahanan udara jarak jauh MIM-104 Patriot, juga mengalami pukulan telak. Pengiriman paket sistem Patriot buatan AS ke Swiss diprediksi akan tertunda selama empat hingga lima tahun.

Intelijen AS Ketar-ketir, Hotel Rössli di Swiss Milik Warga Cina Berlokasi Hanya 100 Meter dari Pangkalan F-35

Penundaan ini terjadi setelah Amerika Serikat memutuskan untuk memprioritaskan pasokan sistem pertahanan udara ke Ukraina guna menghadapi invasi Rusia yang masih berlangsung. Selain harus menunggu lebih lama, Swiss juga harus menanggung biaya tambahan yang signifikan akibat keterlambatan ini.

Menanggapi ketidakpastian pasokan dari Amerika Serikat, Swiss mulai menunjukkan sikap pragmatis. Dewan Federal telah menginstruksikan Departemen Pertahanan untuk menjajaki akuisisi sistem pertahanan udara jarak jauh kedua dari produsen Eropa.

Fokus saat ini tertuju pada sistem SAMP/T buatan Eurosam (perusahaan patungan antara Thales dan MBDA). Langkah ini dipandang sebagai upaya Swiss untuk tidak lagi menggantungkan seluruh perisai udaranya pada satu pemasok, sekaligus memastikan bahwa keamanan ruang udara mereka tidak terhambat oleh kebijakan prioritas luar negeri Amerika Serikat. (Gilang Perdana)

Kebanjiran Order Rudal Patriot, Inilah Jurus Genjot Produksi yang Dilakukan Raytheon Technologies dan Lockheed Martin