Dengan Kamuflase Gurun, Pembom Tempur Sukhoi Su-34 Fullback Pesanan Aljazair Terekam Video Amatir

Sebagai sekutu Rusia di Afrika Utara, wajar bila Aljazair mendapatkan penawaran khusus untuk mengakuisisi alutsista mutakhir dari Negeri Beruang Merah. Selain bakal menjadi pengguna pertama jet tempur stealth Sukhoi Su-57E (varian ekspor), Aljazair tak lama lagi juga bakal menjadi pengguna pertama Sukhoi Su-34 Fullback di luar Rusia, jenis pembom tempur yang eksis dalam perang di Ukraina.

Baca juga: Aljazair Konfirmasi Pembelian Jet Tempur Stealth Sukhoi Su-57 Felon

Meski Moskow sempat ada bantahan atas penjualan Su-34 ke Aljazair, namun ada kabar terbaru, yaitu rekaman video amatir belum lama ini berhasil merekam uji penerbangan Su-34 yang diduga pesanan Aljazair di Novosibirsk Aircraft Production Association Plant – bagian dari United Aircraft Corporation (UAC).

Dugaan bahwa yang dimaksud adalah Su-34 pesanan Aljazair dilihat dari corak kamuflase gurun, yang tak lazim bila itu adalah produksi Su-34 untuk Angkatan Udara Rusia.

Pada tahun 2016, beredar kabar bahwa Aljazair telah memesan satu skadron (12 unit) Su-34 Fullback, yang akan digunakan untuk menggantikan armada MiG-25 era Soviet yang sudah uzur. Dalam sebuah wawancara yang diterbitkan oleh surat kabar berbahasa Rusia Vedomosti pada awal tahun baru 2016. Direktur Jenderal Asosiasi Produksi Pesawat Novosibirsk Chkalov Sergei Smirnov mengumumkan bahwa Aljazair akhirnya memesan Su-34 setelah hampir delapan tahun negosiasi terus-menerus.

Pesanan Su-34 diyakini sebagai bagian dari kesepakatan senjata Aljazair-Rusia senilai $7,5 miliar yang ditandatangani pada Maret 2006 untuk pasokan sistem anti rudal, penerbangan, peralatan dan teknologi pertahanan laut dan darat.

Pakar militer Rusia Igor Korotchenko mengatakan kepada RIA Novosti bahwa pengerahan Su-34 untuk tugas tempur di Suriah telah membantu calon pembeli di Afrika, Eropa Timur, dan Timur Tengah untuk mengevaluasi kinerjanya dan memutuskan apakah akan membelinya atau tidak.

“Beberapa negara di Afrika, termasuk Uganda dan Nigeria, yang sedang berperang melawan Boko Haram, dapat membeli Su-34. Pesawat pembom tempur kelas atas tersebut juga dapat memperkuat Angkatan Udara Ethiopia, yang masih mengoperasikan armada besar pesawat tempur Su-27 yang sudah tua,” kata Korotchenko.

Su-34 juga menarik minat Irak, Uzbekistan, dan Turkmenistan, sementara Kazakhstan telah mengoperasikan satu skuadron yang baru saja diakuisisi dari Rusia. Didukung oleh dua mesin turbofan Saturn AL-31F, Su-34 adalah pembom tempur generasi keempat yang dibuat dari rangka pendahulunya (Sukhoi) Su-27.

Sukhoi Su-34 Fullback Lakukan Belly Landing, Jadi Bukti Kekuatan Struktur Pembom Tempur Rusia

Jangkauan operasinya tanpa henti sejauh 4.000 kilometer dan kecepatan maksimum hingga 2.200 kilometer per jam. Persenjataan utamanya meliputi kanon GSh-301 30 mm, dan berbagai rudal permukaan ke udara, rudal jelajah, rudal udara ke permukaan, rudal antikapal dan antiradiasi, selain bom berpemandu dan bom jatuh bebas.

Laporan media Aljazair pada tahun 2023 mengonfirmasi bahwa gelombang pertama yang terdiri dari enam unit Su-34 akan dipasok Rusia, seraya menambahkan bahwa pilot Aljazair akan mulai berlatih untuk menerbangkan pesawat tersebut pada musim panas 2022. Tahun lalu, Kepala FSVTS Dmitry Shugayev menegaskan: “Banyak negara tertarik untuk memperoleh Su-34, yang telah membuktikan efisiensinya selama pertempuran di Suriah.”

Pembom Tempur Sukhoi Su-34 Fullback Luncurkan Bom Udara Termobarik Berpemandu ODAB-500

Su-34 memiliki spesialisasi dalam menghadapi target darat dan udara, karena dilengkapi dengan rudal udara-ke-darat dan udara-ke-udara, termasuk sistem canggih untuk melindunginya dari roket anti-pesawat. Pembom tempur Rusia ini dapat beroperasi dalam kondisi cuaca yang menantang dengan membawa sekitar delapan ton amunisi.

Varian untuk Aljazair, yang diberi nama Su-34ME, kabarnya akan dilengkapi dengan versi komunikasi dan sistem identifikasi kawan atau lawan (IFF) yang berbeda, tetapi dalam semua aspek lainnya akan identik dengan varian produksi dasar yang saat ini digunakan oleh Angkatan Udara Rusia. (Gilang Perdana)

Penggelaran Sukhoi Su-34 Fullback di Ukraina, Pertaruhan Besar Bagi Reputasi Rusia

One Comment