Dari Basis Leopard 2A4, AD Polandia Pertama Kalinya Tampilkan MBT Leopard-2PLM1

Angkatan Darat Polandia untuk pertama kalinya memperlihatkan Main Battle Tank (MBT) Leopard-2PLM1 – varian upgrade dari Leopard-2PL, dimana Leopard-2PL tak lain adalah bentuk modernisasi dari MBT Leopard 2A4, jenis yang serupa digunakan Kavaleri Kostrad TNI AD.
Baca juga: Jerman Rancang MBT Leopard 2AX, Punya Bobot Lebih Ringan dengan Desain Kubah Baru
Upgrade Leopard-2PLM1 mencakup implementasi commander and gunner sight (3d generation camera), modul balistik tambahan pada kubah, penggantian sistem stabilisasi hidrolik ke sistem digital baru, pemasangan Fire Extinguishing and new Fire Suppression Systems, implementasi sistem kontrol dan pemantauan komandan baru, modifikasi sistem diagnostik, implementasi Unit Daya Tambahan/Auxiliary Power Unit – APU (17 KW).
Kemudian ada penyesuaian pada tempat penyimpanan pada kubag turret baru, termasuk untuk peralatan kru dan peralatan towing evacuation yang disesuaikan dengan peningkatan bobot tank, lalu ada modernisasi meriam utama dengan adaptasi jenis amunisi baru, penerapan kamera belakang pengemudi untuk operasi siang dan malam hari.

Selain itu, versi Leopard-2PLM1 meliput implementasi fungsi PIX, pemilihan fungsi pengenalan sasaran menggunakan laser range, sistem pengenalan start dingin (cold start) ke mesin tanpa restart perangkat elektronik, pengisian baterai mikro di tank, kompartemen elektronik dengan pendinginan aktif serta adopsi perangkat pengidentifikasi kawan atau lawan.
[the_ad id=”12235″]
Pada Desember 2015, perjanjian ditandatangani antara Inspektorat Persenjataan dan konsorsium yang terdiri dari PGZ dan Zakłady Mechaniczne Bumar untuk modernisasi 128 tank Leopard 2A4 dengan opsi untuk 14 unit lagi. Mitra Jerman dari konsorsium adalah Rheinmetall Landsysteme GmbH, yang sebelumnya memproduksi bersama tank Leopard 2A4. Kontrak awalnya mengasumsikan bahwa semua pesanan akan dikirimkan pada tahun 2020 dan 14 unit lainnya pada tahun 2021.

Perbedaan yang paling terlihat dibandingkan dengan Leopard 2A4 (standar) adalah perubahan bentuk kubah akibat adanya penambahan armor. Perubahan lainnya termasuk penggantian sistem stabilisasi meriam hidraulik dengan sistem elektrik dan peningkatan pada meriam smoothbore L44, yang sekarang dapat menembakkan jenis amunisi yang lebih canggih, termasuk DM63 dan DM78 CSDS-T/DM88.
Baca juga: Jerman Lengkapi MBT Leopard 2 dengan Trophy APS, Sistem Proteksi Tank dengan Radar AESA
Varian Leopard 2PL juga dilengkapi kamera penglihatan termal KLW-1 ASTERIA PCO untuk penembak dan komandan, serta kamera mundur KDN-1 NYKS PCO. Dengan segala penambahannya, maka bobot tank meningkat 4 ton, yaitu menjadi 59,2 ton. (Bayu Pamungkas)



@Panzer IV : Polandia memang menggunakan Alusista dari blok Barat dan blok Timur, hal tersebut dikarenakan Polandia dahulunya tergabung dengan Para Warsawa hingga 1991 runtuhnya negara Uni Soviet dan tahun 1999 bergabung dengan NATO .
AD Polandia saat ini mengoperasikan sebanyak 518 tank T-72M buatan tahun 1970-an. Tank dibuat berdasarkan lisensi dari Uni Soviet (kini diteruskan Rusia).
AD Polandia juga memiliki 237 unit versi modern T-72M1 atau yang lebih dikenal sebagai PT-91 Twardy buatan tahun 1990-an.
Pada 2002-2003, AD Polandia mulai diperkuat dengan 142 tank Leopard 2A4 dan 105 Leopard 2A5 serta dua Leopard 2NJ (versi latih tanpa kubah senjata).
Namun untuk menjaga kelanggengan industri senjata dalam negeri, mulai dikembangkan tank penerus PT-91 Trady (Hard).
Pada 2016 purwarupa tank baru bernama PT-16 (Polandian Tank 2016) mulai diluncurkan pada pameran pertahanan international MSPO September 2016 di Kielce, Polandia.
PT-16 adalah kolaborasi kedua antara OBRUM dan Bumar Labedy setelah PT-91. Sebagai basis pengembangan didasarkan pada tank PT-91, namun memiliki tampilan baru yang terlihat modern.
Perubahan mencolok pada PT-16 adalah penggunaan kanon baru ke standar NATO berkaliber 120 mm, meninggalkan standar Blok Timur kaliber 125 mm.
Untuk sementara ini belum ada pemesan PT-16 untuk Militer Polandia. Seperti diketahui AD Polandia lebih berkonsentrasi meningkatkan kemampuan Leopard 2A4 yang dijuluki Leopard 2PL.
Namun demikian pengembangan PT-16 lebih ditujukan guna menjaga kemandirian dan mengasah keahlian Polandia untuk dapat merancang MBT modern. Untuk pasar ekspor PT-16 juga tentunya masih terbuka lebar.
Mungkin hal ini juga yang membuat nasib Panser Badak yang asalnya akan dipesan 50 unit oleh TNI AD hanya menjadi 14 unit saja.
Sejatinya Panser Badak untuk menggantikan Alvis Saladin buatan Inggris.
@Me : Jika mengikuti cara kamu pasti PT PINDAD akan disomasi oleh Kartsev – Venediktov Company dan juga negara Rusia, bahkan Tank Harimau kita saja hasil lisensi dari FNSS Turki, yang artinya Indonesia dalam hal ini PT Pindad hanya boleh memproduksi dengan izin dan ketentuan dari FNSS Turki.
Jika ingin copy paste ataupun mencuri teknologi sebanyak mungkin sebuah Alusista harus berani war dengan negara yang memproduksinya, karena setiap teknologi di dunia militer bersifat sangat sensitif.
Bahkan tidak setiap pembelian Alusista mendapatkan lisensi atau bahkan ToT dari jenis barang yang dibelinya.
Contoh : Kita membeli rudal akan tetapi hanya mendapatkan ToT roket.
Mohon lebih bijak dan berilmu dalam berkomentar.
Twardy…or Tweety..🤗🤣
Oh ada sekte yg sgt populer di negri tsb, yaitu sekte ghoibiyah
Hhhh
@Star : Kedepan TNI AD hanya berfokus hanya memiliki Main Battle (Leopard 2 63 buahnya dikembangkan dengan modul Revolution) dan juga Medium Tank hasil lisensi dari Turki (Harimau) untuk menggantikan Light Tank AMX-13 dan juga Scorpion
TNI ad apa gak minat ya dengan tank t90 Rusia terbaru , minimal beli berapa batalion gitu terus bongkar pelajari oleh pindad terapkan teknologi y di tank medium Harimau dari blok barat kan sudah ada leopard Jerman
Dan musuhnya datang cuman membawa atgm duang..
Hhhhh
Great…
Peningkatan armor dibgian kubah dapat meminimalisir kerusakan yang lebih parah pada bagian kubah yang pada umumnya adalah kelemahan pada setiap TANK ketika terkena roket anti tank.
Secara keseluruhan upgrade Leopard-2PLM1 dapat memperbaiki kekurangannya.
Semoga saja menambah jumlah Main Battle TANK Leopard dan diupgrade minimalnya seperti Leopard-2PLM1 dan juga mempercepat produksi lisensi dari TANK medium Turki (Harimau)
Tank Harimau dibuat untuk menggantikan tank ringan yang sudah uzur yaitu AMX-13 buatan Perancis. Untuk jangka panjang tank ini juga akan menggantikan tank Scorpion buatan Inggris yang kini masih menjadi andalan Yonkav TNI AD.
iya mereka memang ada MBT sendiri tapi mereka sendiri menilai kalau leopard lebih baik daripada PT-91
Dulu konon ada cerita gara gara leopard bekas ada negri yg berantem..
Hhhhhh
Dan lucunya di negri tsbt musuhnya datang justru lwt laut dan udara..
Hhhhhh
Hal wajar sebagai anggota NATO Polandia ingin mengurangi persenjataan blok timur di negaranya mungkin MBT PT 91 hanya akan dibuat untuk kebutuhan ekspor.
lebih baik, upgrade aja dulu leopard TNI yg msh versi standar,..yah minimal kaya’ punya polandia.
Entah kenapa saya lebih suka leopard untuk MBT daripada merkava atau abram’s yang lebih battle proven,karena leopard asalnya dari jerman yang pencipta panzer berkualitas
Polandia bukannya pny produksi Tank MBT sendiri yaitu PT-91 Twardy yg salah satu penggunanya negara Malaysia..
Tambah lagi MBT LEOPARD 2RI tak usah beli MBT jenis lain Karena menurut saya TNI AD kedepannya lebih baik Mengoperasikan 3 jenis tank yaitu MBT LEOPARD,Tank medium Harimau dan Tank ringan Scorpion