Anka-S Tiba, Malaysia Jadi Pengguna Pertama Drone Tempur (UCAV) MALE Buatan Turki di Asia Tenggara

Bukan sekedar mockup di pameran, Malaysia kini telah resmi menjadi negara pertama di Asia Tenggara yang menerima kedatangan drone tempur/kombatan (UCAV) buatan Turki. Meski belum ada informasi resmi, foto-foto yang memperlihatkan tibanya UCAV Anka-S produksi Turkish Aerospace Industries (TAI) telah tiba di Pangkalan Udara (Lanud) Labuan di timur Malaysia.
Baca juga: Bukan Bayraktar TB2, Inilah Alasan Malaysia Pilih Drone Tempur Anka-S
Merujuk pada berita pada bulan November 2022, disebut bahwa Kementerian Pertahanan Malaysia telah memutuskan untuk mengakuisisi tiga unit (total hingga 9 unit) drone tempur Anka-S yang masuk kategori MALE (Medium Altitude Long Endurance). Menteri Pertahanan Malaysia Hishammuddin Hussein dalam sebuah pernyataan menyebut, pembelian drone akan didanai di bawah rencana pengeluaran lima tahun – Malaysia Plan, dan bukan dari anggaran pertahanan.
Lantas apa yang menjadi alasan Malaysia lebih memilih Anka-S, ketimbang Bayraktar TB2 yang lebih populer dan laris di pasaran? M Daim Sahaja, pengamat militer dari Malaysia menyebutkan, “Anka terpilih karena punya kemampuan MALE (Medium Altitude Long Endurance) yang lebih baik, sedangkan Bayraktar TB2 lebih ideal untuk misi taktis, hal ini penting untuk mendukung misi kami di Laut Cina Selatan,” ujar Daim. Ia menambahkan, sedari awal TAI sudah lebih banyak terlibat dalam pembahasan bersama otoritas Malaysia.
Anka-S adalah drone MALE yang dapat terbang selama 30 jam non stop di ketinggian 9.200 meter di atas permukaan laut. Sementara jarak jelajahnya dalam mode Line of Sight (LoS) mencapai 250 km.

Teknologi kendali dan avionik Anka-S sudah disokong synthetic aperture radar (SAR), inverse SAR (ISAR) dan ground moving target indicator (GMTI) radar untuk mendeteksi, identifikasi, dan penjejakan pada sasaran bergerak di permukaan.
Pada bagian hidung Anka-S terlihat lebih besar, yang merupakan radome dengan di dalamnya terdapat airborne satellite communications (SATCOM) antenna dari jenis ViaSat VR-18C high-power.
UAS TAI ANKA S of RMAF has arrived in Malaysia
📸Epettuah pic.twitter.com/O92nFCMdkK
— Malaysia Military Review (@JohnMYSreview) June 22, 2025
Anka-S dapat mengusung berbagai persenjataan, mulai dari rudal udara ke permukaan Smart Micro Munition (MAM-L) buatan Roketsan, atau bisa juga dipasangi roket 2.75 inchi dengan pengendali. Anka –S dibekali sensor opical electronic generasi terbaru, perangkat IFF (Identification Friend of Foe), laser range finder dan laser designator . Yang kesemuanya dipercaya dapat menyasar sasaran secara presisi. Total payload yang dapat dibawa Anka-S adalah 200 kg.
Anka-S ditenagai mesin turbopropeller PD170 dengan tenaga 150 HP. Uniknya mesin ini sanggup minum dari bahan bakar diesel dan avtur JP-8. Bilah baling-baling terdiri dari tiga dan disematkan di bagian belakang.
Indonesia Juga Pesan
Indonesia ternyata juga telah memesan Anka-S, sumber tak resmi menyebut rencana pengiriman 12 unit Anka dan sekitar 4 unit GCS (Ground Control Station) ke Indonesia. Jumlah Anka yang akan dikirm ke Indonesia kemudian mendapat konfirmasi dari Presiden dan CEO Turkish Aerospace Industry Temel Kotil dalam kesempatan terpisah.
“Dari rencana 12 unit, sebanyak enam unit akan kami datangkan utuh pada bulan Agustus tahun ini (2023-red) dan enam lagi akan dirakit di PT Dirgantara Indonesia,” kata Kotil. Namun, Temel Kotil menolak menjelaskan nilai kontrak pengadaan 12 drone Anka tersebut. Dia hanya menyatakan Anka yang merupakan generasi pertama dari keluarga UAV Anka sudah terbukti dan sukses.
Kedatangan Drone Tempur Anka untuk Indonesia, Dibagi ke Tiga Matra
Dengan total akuisisi 12 unit drone Anka, lantas menjadi pertanyaan, bagaimana komposisi penggelaran drone Anka oleh TNI kelak? Apakah akan dibentuk ke dalam satu skadron?
Dari website PT Turkish Aerospace Indonesia – tusas.co.id, disebut bahwa ke-12 unit drone Anka untuk Indonesia akan dikirim dalam tiga sistem. Lebih detail, akan ada enam unit drone Anka dialokasikan untuk TNI AU, tiga unit Anka untuk TNI AL, dan tiga unit Anka untuk TNI AD. Masih dari sumber yang sama, disebut kontrak pengadaan 12 unit Anka ditandatangani pada 2 Februari 2023 di Jakarta dengan nilai US$300 juta.
[the_ad id=”77299″]
Dengan dibagi untuk tiga matra, khususnya ke TNI AL, maka drone Anka akan menyandang peran sebagai drone peronda di atas lautan. Yang menarik, oleh AL Turki, drone Anka juga difungsingkan untuk mendukung operasi sapu ranjau di Laut Hitam.
Untuk operasi deteksi ranjau, Anka dipasangi MILSAR synthetic aperture and moving target indicator radar (SAR/MTI). MILSAR dapat memindai area permukaan laut yang luas untuk mengambil gambar detail dan memungkinkan deteksi real-time pada ranjau yang hanyut di lautan.
Namun, sejauh ini belum diketahui kabar lanjutan pengadaan drone Anka-S untuk TNI, pasalnya masih menunggu kontrak efektif berjalan. (Gilang Perdana)
Gelar Operasi Sapu Ranjau di Laut Hitam, AL Turki Kerahkan Drone Anka-S dengan Radar MILSAR SAR/MTI



Skop operasi anka luas, ISR, penyapu ranjau, strike mission dan lain² . Harus ditambah aksesori kemudian
ANKA-S MALAY
Min untuk misi ISR saja tdak digunakan untuk misi tempur…. yg ngomong panglima TUDM & MENHAN mereka
Gak sabar liat punya Indonesia UCAV Anka S unboxing bulan Agustus