Australia Kendalikan Kapal Selam Tanpa Awak Inggris Berbobot 17 Ton dari Jarak 16.000 Km

Beroperasi seperti drone intai/tempur yang dapat dikendalikan dari belahan dunia lain, maka hal yang sama juga dapat berlaku pada operasional kapal selam tanpa awak – Unmanned Underwater Vehicle (UUV), yang sama-sama mengandalkan keunggulan hub koneksi via satelit. Seperti belum lama dibuktikan oleh Australia yang mampu mengendalikan UUV milik Angkatan Laut Inggris (Royal Navy), yang notabene berjarak 10.000 mil (sekitar 16.093 km).

Baca juga: Kapal Selam Tanpa Awak Israel ‘BlueWhale’ Ikut dalam Latihan Militer NATO di Portugal

Angkatan Laut Inggris telah mendemonstrasikan untuk pertama kalinya Experimental Vessel (XV) Excalibur dapat dikendalikan dari belahan dunia lain, dengan operator di Australia mengarahkan kapal selam nirawak tersebut saat menyelam di perairan Inggris.

Sebagai informasi, XV Excalibur adalah bagian dari program XLUUV (Extra Large Uncrewed Underwater Vehicle) pertama Project CETUS. XV Excalibur adalah XLUUV pertama milik Royal Navy. Ini merupakan hasil dari Project CETUS, sebuah inisiatif selama tiga tahun untuk mengembangkan sistem bawah air tak berawak berukuran besar.

Meski disebut sebagai experimental vessel, Excalibur adalah realisasi nyata dari Project CETUS yang bertujuan menjelajahi kapabilitas unmanned platforms dalam operasi bawah air. Project CETUS didanai sebagai bagian dari program Project Spearhead Anti-Submarine Warfare Royal Navy dan pengadaan ini akan dikelola oleh Direktorat Pengembangan dan Badan Pengiriman Kapal Selam.

Seperti dikutip dari royalnavy.mod.uk (11/8/2025), uji coba ini dilakukan pada bulan Juli selama rangkaian “Maritime Big Play” – Latihan Talisman Sabre 2025 ini merupakan bagian dari program AUKUS Pilar II untuk mengembangkan dan berbagi teknologi canggih.

Pengendalian XV Excalibur dilakukan dari pusat operasi jarak jauh di Australia, lebih dari 10.000 mil dari pangkalannya di HMNB Devonport di Plymouth – Inggris barat daya, menandai apa yang digambarkan Angkatan Laut Inggris sebagai tonggak sejarah dalam interoperabilitas sistem nirawak. Menurut Komodor Marcus Rose, Wakil Direktur Underwater Battlespace Royal Navy, “Latihan XLUUV merupakan langkah maju yang besar dalam kemampuan kami untuk mengoperasikan sistem nirawak secara bergantian dengan Australia.”

Latihan ini juga melibatkan Inggris, Australia, dan Amerika Serikat dalam kerja sama dengan Jepang untuk memajukan komunikasi akustik bawah air. Latihan ini merupakan kelanjutan dari keputusan mitra AUKUS pada tahun 2024 untuk menjajaki interoperabilitas dengan sistem otonom maritim Jepang sebagai langkah awal dalam kolaborasi Pilar II.

Maritime Big Play adalah serangkaian eksperimen gabungan yang bertujuan mengintegrasikan robotika dan sistem otonom ke dalam operasi angkatan laut. Berdasarkan pengalaman tahun lalu, iterasi tahun 2025 menempatkan penekanan lebih besar pada komando dan kendali lintas jarak dan di lingkungan yang diperebutkan.

Dari spesifikasi, XV Excalibur (Project CETUS) punya berat 17 ton dan memiliki panjang 12 meter serta diameter 2,2 meter. Desainnya menampilkan dua bejana tekan yang dipisahkan oleh central payload bay.

Central payload bay disiapkan untuk membawa ranjau, sensor, atau UUV kecil dan memiliki kemampuan untuk memulihkan atau menempatkan barang di dasar laut. CETUS dilengkapi dua tiang komunikasi dan sensor yang terlipat ke belakang secara horizontal, dipasang di bagian depan atas kapal selam.

Kapal selam tanpa awak ini dapat menyelam lebih dalam daripada kapal mana pun di armada kapal selam saat ini, dan memiliki jangkauan lebih dari 1.000 mil (1.609 km). CETUS mengedepankan desain modular dengan bagian muatan opsional yang dapat ditambahkan untuk menggandakan kapasitas kapal, sementara jangkauan dapat ditingkatkan dengan memasang baterai tambahan. (Bayu Pamungkas)

AL Inggris Akuisisi CETUS, Kapal Selam Tanpa Awak Pertama dengan Desain Modular

One Comment