Antonov An-70 Terbang Perdana (1994): Kisah Pesawat Angkut Turboprop Sekencang Jet

Hari ini 31 tahun lalu, bertepatan dengan 16 Desember 1994, adalah momen penerbangan perdana prototipe pesawat angkut militer Antonov An-70. Pesawat ini bukan sekadar dirancang sebagai pengganti bagi An-12 yang menua, melainkan sebuah lompatan teknologi yang sayangnya harus berakhir tragis akibat konflik politik dan operasional.
Penerbangan perdana An-70 berlangsung pada 16 Desember 1994 dari Lapangan Terbang Svyatoshino di Kyiv, Ukraina. Penerbangan uji coba pertama ini berjalan singkat, hanya sekitar 26 menit, namun cukup untuk memamerkan potensi revolusioner pesawat angkut medium yang dirancang oleh Antonov Design Bureau.
Sejak dikembangkan pada era Soviet akhir, ambisi An-70 sangat tinggi, yaitu menciptakan pesawat angkut militer yang mampu menggabungkan efisiensi bahan bakar ala turboprop dengan kecepatan jelajah ala jet.
Keunggulan terbesar An-70 terletak pada empat mesinnya, yaitu Lotarev D-27 propfan. Mesin ini adalah inti dari inovasi An-70. Mesin D-27 bukan turboprop konvensional, melainkan propfan, yang menggunakan bilah kipas besar yang berputar berlawanan arah (counter-rotating open rotor).

Desain ini memungkinkan An-70 mencapai kecepatan jelajah hingga 750 km/jam, kecepatan yang hampir setara dengan pesawat bertenaga jet turbofan, sambil tetap mempertahankan efisiensi bahan bakar yang tinggi layaknya pesawat turboprop.
Dukungan dari mesin D-27 dan sayapnya yang canggih juga memberikan An-70 kemampuan STOL (Short Take-Off and Landing) yang luar biasa. Pesawat ini mampu mengangkut muatan maksimum hingga 47 ton (termasuk kendaraan tempur ringan, atau 300 personel) dan lepas landas dari landasan pacu yang pendek dan bahkan tidak beraspal, menjadikannya sangat ideal untuk operasi di medan yang sulit.
Ukraina Luncurkan Antonov An-178-100R – Pesawat Angkut Militer Sedang Pengganti An-12
Sayangnya, potensi besar An-70 harus terhenti oleh serangkaian kemunduran yang fatal, kurang dari dua bulan setelah penerbangan debut, prototipe An-70 mengalami kecelakaan fatal pada Februari 1995 setelah bertabrakan di udara dengan pesawat pendukung An-72, yang menewaskan seluruh kru. Meskipun prototipe kedua dibangun, kerugian awal ini menimbulkan keraguan.
Apesnya lagi, proyek An-70 sangat bergantung pada pendanaan dan pesanan dari Rusia, yang merupakan pasar utama. Namun, memburuknya hubungan politik antara Ukraina (negara perancang dan pembuat) dan Rusia membuat kerja sama ini kolaps.
Setelah peristiwa tahun 2014, Rusia secara definitif menghentikan partisipasi dan menarik diri dari program An-70, memilih untuk fokus pada modernisasi pesawat mereka sendiri, yaitu Ilyushin Il-76MD-90A (Il-476). Tanpa pasar utama Rusia, kelangsungan hidup An-70 menjadi tidak mungkin.
Rusia Tawarkan India Produksi Lokal Ilyushin Il-76MD-90A, ‘Tawaran Menarik Tapi Dilematis’
Meskipun An-70 diakui sebagai salah satu pesawat angkut tercanggih pada masanya dan sempat lulus uji teknis untuk sertifikasi Eropa, An-70 gagal mendapatkan pesanan produksi massal yang memadai.
An-70 akhirnya menjadi simbol ironis dari inovasi teknologi yang didahului oleh ambisi tinggi, namun pada akhirnya dikalahkan oleh realitas geopolitik pasca-Soviet. Pesawat angkut revolusioner ini kini hanya tinggal catatan sejarah, yang terperangkap dalam ketegangan antara dua negara yang dahulu pernah berbagi proyek besar ini. (Bayu Pamungkas)
Antonov An-225 Mriya Hancur di Bandara Gostomel, Kesedihan Mendalam Bagi Pecinta Aviasi


