Siap Tinggalkan ISS, Rusia Patenkan Teknologi Gravitasi Buatan untuk Stasiun Luar Angkasa

Dunia antariksa sedang bersiap menghadapi babak baru setelah masa tugas Stasiun Luar Angkasa Internasional – International Space Station (ISS) berakhir pada 2030. Di tengah ketidakpastian ini, Rusia melalui perusahaan roket negara, RSC Energia, telah mengambil langkah hukum yang berani dengan mematenkan desain stasiun luar angkasa masa depan yang revolusioner.

Baca juga: Begini Wujud ‘Ross’, Stasiun Luar Angkasa Rusia yang Baru Usai Tinggalkan ISS Tahun 2024! Lebih Canggih

Bukan sekadar laboratorium melayang, desain ini dirancang untuk menciptakan gravitasi buatan (artificial gravity), sebuah teknologi yang selama ini hanya ada di film fiksi ilmiah, namun kini menjadi cetak biru nyata bagi kedaulatan orbit Rusia.

Berdasarkan dokumen paten yang dilansir oleh Kantor Berita Rusia TASS dan diulas secara teknis oleh Space.com, stasiun masa depan Rusia ini akan menggunakan mekanisme putaran (centrifuge) skala besar. Rencana arsitekturnya sangat masif, stasiun ini akan memiliki modul hunian yang berputar di sekitar poros pusat dengan radius mencapai 40 meter.

Tujuan utamanya adalah menghasilkan gaya sentrifugal sebesar 0,5g, atau setengah dari gravitasi Bumi. Untuk mencapai angka tersebut, stasiun raksasa ini harus berputar secara konstan sebanyak lima kali dalam satu menit (5 RPM).

Dengan sistem sambungan fleksibel yang kedap udara, awak di dalamnya akan dapat berjalan di “lantai” modul, sebuah solusi biologis krusial untuk mencegah pengeroposan tulang dan atrofi otot yang selama ini menghantui astronot dalam misi jangka panjang.

Menciptakan gravitasi buatan pada struktur seberat puluhan ton memerlukan energi yang sangat besar, jauh melampaui kemampuan panel surya konvensional. Di sinilah Rusia memadukan paten ini dengan proyek Zevs (Zeus)—kapal penarik antariksa bertenaga nuklir (Nuclear Space Tug).

Dengan Biaya US$1 Miliar, NASA Ingin ‘Hancurkan’ Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS)

Reaktor nuklir Zevs akan menjadi jantung mekanis yang menyediakan daya listrik stabil untuk memutar modul gravitasi selama bertahun-tahun. Selain itu, tenaga nuklir ini memberikan keunggulan taktis: stasiun tersebut akan memiliki energi cukup untuk mengoperasikan sistem pertahanan laser serta melakukan manuver orbit guna menghindari ancaman sampah antariksa maupun serangan kinetik dari pihak lawan.

Pendaftaran paten ini ke Rospatent (Lembaga Kekayaan Intelektual Rusia) bukan tanpa alasan politis. Rusia tengah mempersiapkan stasiun ini sebagai Pusat Komando dan Kendali mandiri. Dalam perspektif militer, gravitasi buatan memastikan personel Rusia tetap dalam kondisi fisik prima.

Ilmuwan Cina Studi Serangan Rudal Hipersonik dari Peluncur di Luar Angkasa (Space Based Platform)

Tanpa efek buruk mikrogravitasi, personel militer yang bertugas di orbit tetap memiliki kesiapan fisik yang sama dengan pasukan di darat (Combat Ready). Mereka tidak memerlukan waktu pemulihan berbulan-bulan saat harus turun ke Bumi atau dikirim ke misi jauh seperti Bulan. Hal ini mengubah fungsi stasiun dari sekadar tempat riset menjadi sebuah “pangkalan militer permanen” di titik strategis ruang angkasa.

Namun, teknologi ambisius ini bukan tanpa risiko. Paten RSC Energia secara jujur mencatat tantangan besar dalam aspek keselamatan, terutama saat proses docking (perapatan kapal). Menyamakan kecepatan dan putaran kapal pengangkut dengan stasiun yang sedang berputar adalah prosedur navigasi yang sangat berbahaya. Satu kesalahan kecil dapat berakibat fatal bagi seluruh struktur stasiun.

Langkah Rusia mematenkan teknologi ini di penghujung masa bakti ISS menunjukkan arah baru kebijakan luar angkasa mereka. Dengan menggabungkan perlindungan fisik, energi nuklir, dan gravitasi buatan, Rusia sedang membangun sebuah “Benteng Langit”. Stasiun luar angkasa masa depan mereka akan menjadi entitas yang tangguh, bertenaga besar, dan mampu menjaga kesehatan manusia di tengah kerasnya medan tempur jagat raya. (Bayu Pamungkas)

Lindungi Satelit dari Hantaman Keping Puing Luar Angkasa, Atomic-6 Luncurkan Space Armor Tiles