Sukhoi Su-35S Lumpuhkan Mirage 2000 dan F-16 Ukraina dalam Pertempuran Jarak Dekat

Di tengah masifnya penggunaan rudal jelajah dan drone, maka petikan berita tentang aksi jet tempur dalam perang di Ukraina menarik untuk dicermati. Seperti belum lama, pihak Rusia mewartakan berhasil menekan aksi dua jet tempur milik Ukraina, persisnya Sukhoi Su-35S Rusia behasil menertalisir Mirage 2000 dan F-16 Ukraina dalam pertempuran jarak dekat di garis depan.

Baca juga: Ganti Aktor: Jet Tempur Su-35 Cina ‘Serang’ P-8A Australia dengan Flare, Insiden Kedua di Laut Cina Selatan

Mengutip dari Kantor Berita Rusia – Tass (26/11/2025), CEO Rostec Sergey Chemezov mengatakan Su-35S berhasil melumpuhkan jet tempur F-16 dan Mirage 2000 milik Angkatan Udara Ukraina. Chemezov mengatakan Su-35S menyerang target pada jarak ratusan kilometer.

Jet tempur multiperan Sukhoi Su-35S telah menekan F-16 buatan AS dan Mirage 2000 buatan Perancis ke ketinggian yang lebih rendah, memaksa kedua pesawat tempur Ukraina itu untuk beroperasi pada ketinggian minimum di belakang garis depan dalam operasi militer khusus.

“Su-35S telah berhasil menekan pesawat musuh, memaksa mereka terbang pada ketinggian minimum dan di area belakang. Sementara itu, Su-35S lain menyerang target pada jarak ratusan kilometer. Itulah sebabnya pesawat musuh tidak dapat mendekati garis depan untuk meluncurkan rudal udara-ke-udara. Ini termasuk F-16 dan Mirage 2000,” kata Sergey Chemezov.

Alami Kegagalan Teknis, Angkatan Udara Ukraina Kehilangan Mirage 2000-5F Untuk Pertama Kali

Di zona operasi militer khusus, Su-35S juga “secara efektif menyerang sistem rudal darat-ke-udara musuh,” tegasnya. “Su-35S menghasilkan keajaiban di tangan yang terampil. Yang terpenting, pilot Rusia sangat menghargai kemampuan pesawat ini,” tambah Chemezov.

Modal utama Su-35S dalam melakukan serangan udara ke permukaan jarak jauh (long-range air-to-surface attacks) terletak pada kombinasi tiga elemen kunci, yaitu kapasitas senjata standoff jarak jauh. Su-35S mampu membawa berbagai macam rudal serangan darat dan laut canggih yang memungkinkannya menyerang target dari jarak aman (standoff range), tanpa memasuki wilayah pertahanan udara musuh.

Bukan oleh Sengatan Rudal Rusia, Ukraina Kehilangan F-16 Pertama dengan Pilot Tewas

Di antara paket rudal tersebut adalah rudal anti radiasi (Kh-31P/PD), untuk misi Suppression of Enemy Air Defenses (SEAD)—menghancurkan radar dan pertahanan udara musuh dari jarak jauh dengan kecepatan supersonik.

Kemudian ada rudal serangan darat presisi (Kh-59M/MK), yang berpandu TV atau GPS/INS yang memungkinkan penargetan presisi terhadap infrastruktur, pangkalan, atau kapal musuh dari jarak ratusan kilometer. Dan rudal Terbaru (Kh-69), rudal jelajah subsonik siluman baru yang memiliki kemampuan serangan presisi jarak jauh serupa dengan rudal Barat.

Kombinasi OLS-35 dan Radar PESA, Peluang Sukhoi Su-35 Deteksi Lebih Dulu Keberadaan F-35

Kemampuan untuk melihat, melacak, dan mengunci target di darat atau laut dari jarak sangat jauh didukung oleh radar multifungsi Irbis-E, yaitu radar Passive Electronically Scanned Array (PESA) yang merupakan otak penginderaan Su-35S. Dalam mode Udara-ke-Permukaan, Irbis-E memiliki mode pemetaan darat dan Synthetic Aperture Radar (SAR) resolusi tinggi.

Radar ini tidak hanya digunakan untuk mengunci jet musuh, tetapi juga untuk mengidentifikasi kontur daratan, melacak konvoi kendaraan, dan memberikan data penargetan yang sangat akurat untuk rudal standoff sebelum diluncurkan.

Jet Tempur Sukhoi Su-35 Rusia Gotong K-77M, Rudal BVR Generasi Terbaru dengan AESA Seeker

Untuk menyerang sasaran yang berada jauh di dalam wilayah musuh, Su-35S mengandalkan desain struktural dan kapasitas bahan bakarnya. Su-35S memiliki tangki bahan bakar internal yang sangat besar, memberikannya jangkauan tempur (combat radius) yang superior tanpa perlu sering mengisi bahan bakar di udara. (Bayu Pamungkas)

Karena Radar PESA, Sukhoi Su-35 Disebut Kalah Unggul dari Jet Tempur Buatan Cina, Inilah Respon dari Pihak Rusia

2 Comments