Ganti Aktor: Jet Tempur Su-35 Cina ‘Serang’ P-8A Australia dengan Flare, Insiden Kedua di Laut Cina Selatan

Setelah insiden pada 26 Mei 2022, untuk kedua kalinya, pesawat intai maritim P-8A Poseidon milik Angkatan Udara Australia (RAAF) kembali mengalami insiden maut di Laut Cina Selatan, yakni ‘diserang’ oleh jet tempur Angkatan Udara Cina. Bila pada insiden tahun 2022, Poseidon dicegat oleh Shenyang J-16, maka pada insiden 19 Oktober 2025, Poseidon dicegat oleh aktor yang berbeda, yaitu Sukhoi Su-35.

Baca juga: P-8A Poseidon AU Australia Nyaris Celaka, Diserang Flare dan Chaff oleh Jet Tempur Shenyang J-16 Cina

Pemerintah Australia telah menyampaikan keberatan resmi kepada Cina terkait manuver yang dianggap “tidak aman dan tidak profesional” oleh jet tempur Cina terhadap pesawat intai maritim RAAF P-8A Poseidon di atas perairan internasional di Laut Cina Selatan (LCS). Jet tempur Su-35 Cina diduga melepaskan flare (suar anti-rudal) yang jaraknya sangat dekat dengan pesawat P-8A Poseidon RAAF.

Australia mengecam tindakan tersebut, meski dilaporkan tidak ada kerusakan pada pesawat atau korban di pihak kru. Sementara Cina mengklaim telah “mengusir” pesawat Australia yang dianggap “melanggar kedaulatan” di dekat kepulauan yang disengketakan.

Selain perbedaan model jet tempur (Su-35 yang merupakan pesawat tempur berat dan canggih dari Rusia, dibeli Cina), berikut adalah dua perbedaan utama yang membedakan insiden Su-35 pada Oktober 2025 dengan insiden yang lebih lawas (yang melibatkan J-16 di tahun 2022).

Setelah Dua Tahun, Cina Rilis Video P-8A Poseidon Australia yang ‘Disembur’ Flare dan Chaff oleh Shenyang J-16

Pada insiden Mei 2022, Shenyang J-16 dilaporkan terbang di depan hidung P-8A, kemudian melepaskan seikat chaff (serbuk aluminium) dan diikuti oleh flare. Pihak Australia menyebut chaff masuk ke mesin (propeller) P-8A, memaksa pesawat RAAF kembali ke pangkalan karena risiko kerusakan mesin yang serius.

Sedangkan pada insiden terbaru pada Oktober 2025, Su-35 diduga melepaskan dua flare yang sangat dekat dengan P-8A, tapi lebih fokus pada manuver provokatif jarak dekat, bukan merusak mesin. Pihak Australia menyebutnya tidak aman dan tidak profesional yang menimbulkan risiko, namun tidak ada kerusakan pada pesawat P-8A.

Spektakuler, Jet Tempur Shenyang J-16 Terbang Sangat Rendah Melintasi Bibir Pantai

Shenyang J-11/J-16 adalah jet tempur buatan Cina yang merupakan turunan dari desain Sukhoi (Su-27/Su-30). Jet-jet ini adalah “kuda perang” Angkatan Udara Cina. Sebaliknya, Su-35 adalah jet tempur multinasional yang canggih (Generasi 4++), dibeli dari Rusia.

Penggunaan Su-35 yang merupakan salah satu jet tempur tercanggih di inventaris Cina untuk misi pencegatan ini bisa diartikan sebagai peningkatan postur dan penekanan militer yang ingin ditunjukkan Beijing. Ini mengirimkan pesan bahwa Tiongkok siap mengerahkan aset terbaiknya untuk “mengusir” pesawat asing yang diklaim melanggar wilayahnya. (Gilang Perdana)

Buntut Insiden ‘Serangan’ Laser Ke P-8A Poseidon, Cina: Justru Australia yang Memprovokasi