Cina Pamerkan Peluncur Granat Pintar 25mm, Mampu Hancurkan Drone dan Musuh di Balik Parit

Desainnya kompak, namun yang satu ini bukanlah senapan serbu, melainkan sistem pelontar granat pintar kaliber 25 mm dengan amunisi airbrust, yang artinya amunisi yang dirancang untuk meledak di udara, dirancang sebagai senjata infanteri yang digadang efektif untuk menghancurkan drone dan melukai infanteri lawan yang berada di area terbuka dan parit perlindungan.

Baca juga: PT Pindad Serahkan Ribuan Senjata Infanteri untuk Korps Marinir – Senapan Serbu SS2-V4, Pelontar Granat SPG-1A dan Submachine Gun PM-3

Angkatan Bersenjata Cina (PLA) baru-baru ini meluncurkan platform senjata baru yang dirancang untuk merevolusi pertempuran infanteri di tingkat regu. Senjata tersebut adalah Peluncur Granat Pintar 25 mm Generasi Terbaru (Next-Gen 25 mm Smart Grenade Launcher).

Dirancang sebagai alat presisi yang didedikasikan untuk setiap regu tempur, sistem ini bertujuan menciptakan posisi smart grenadier (penembak granat pintar) khusus di unit infanteri PLA, menyelaraskan Cina dengan tren modernisasi tempur jarak dekat yang juga dikejar oleh Amerika Serikat.

Senjata ini bukanlah sekadar peluncur granat biasa. Keunggulan utamanya terletak pada Sistem Kendali Tembakan (Fire Control System/FCS) elektronik yang terintegrasi penuh pada rel atas senjata. FCS canggih ini menggabungkan beberapa teknologi untuk memastikan akurasi ekstrem, seperti pengukur jarak berbasis laser, komputer balistik, yang mengolah data lingkungan, kecepatan peluru, dan jarak tempuh, serta pemrograman sumbu elektronik.

Sebelum setiap tembakan, FCS secara otomatis memprogram sumbu granat untuk meledak tepat pada titik yang diinginkan. Dengan demikian, bagi penembak, masalah balistik yang rumit diubah menjadi proses yang sederhana, yaitu bidik-dan-tembak (point-and-click) yang memungkinkan mereka memilih jenis amunisi dan mode ledakan melalui antarmuka digital.

Senjata pelontar ini menembakkan granat pintar kaliber 25 mm berkecepatan tinggi (di atas 200 meter per detik) dengan jangkauan yang dilaporkan melebihi 2.000 meter.

Norinco QBZ-95-1: Lambang Supremasi Cina di Kelas Senapan Serbu Bullpup

Amunisi yang tersedia mencakup fragmentasi, shaped charge untuk lapis baja ringan, dan yang paling kritis, granat Airburst Terprogram. Amunisi airburst memungkinkan granat untuk meledak tepat di atas posisi berlindung musuh, seperti parit, benteng atap, atau balik dinding.

Pecahan amunisi kemudian menyebar ke bawah, melumpuhkan target yang tidak akan tersentuh oleh ledakan di permukaan tanah. Tidak itu saja, pecahan amunisi yang meledak di udara dapat menghancurkan atau merusak antena, radar kecil, atau peralatan elektronik lain yang tidak terlindungi lapis baja berat.

Ikuti Langkah Perancis dan Inggris, Ini Alasan Cina Tinggalkan Desain Senapan Serbu Bullpup

Lebih jauh lagi, sistem ini dapat menggunakan amunisi proximity programmed untuk menetralkan drone kecil. Dengan meledak di udara, pecahan amunisi dapat menciptakan awan fragmentasi besar di jalur penerbangan drone, secara dramatis meningkatkan probabilitas jatuhnya quadcopter atau drone pengintai musuh.

Peluncur granat pintar 25 mm ini mengisi kekosongan antara senapan serbu biasa (jarak tembak pendek) dan sistem granat berat 35 mm atau 40 mm (yang dirancang untuk penekanan jarak jauh). Sistem senjata ini memberikan kemampuan serangan presisi non-kontak secara organik di tingkat regu infanteri. (Gilang Perdana)

Era Bullpup Belum Berakhir, Armenia Luncurkan T-AB 1A – Senapan Serbu Multi Kaliber dengan Standar NATO