Inggris dan Turki Raih Kesepakatan Penjualan 20 Unit Eurofighter Typhoon Senilai 8 Miliar Pounsterling, Mulai Dikirim 2030

Lawatan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer ke Ankara pada 27 Oktober 2025, rupanya membawa berita besar, setelah babak negosiasi yang penuh drama, akhirnya telah tercapai kesepakatan atas penjualan 20 unit jet tempur Eurofighter Typhoon dengan nilai £8 miliar (sekitar US$10,7 miliar), termasuk paket dukungan, amunisi, suku cadang, dan pelatihan.
Baca juga: Turki Borong 12 Unit C-130J Super Hercules ‘Bekas’ dari Inggris
Nilai £8 miliar kesepatakan menjadikan ekspor jet tempur terbesar Inggris dalam hampir dua dekade dan pesanan produksi baru Typhoon yang pertama sejak 2017. Pemerintah Inggris menyatakan kesepakatan ini akan mempertahankan sekitar 20.000 pekerjaan di Inggris.
Kesepakatan ini tidak hanya memperkuat kemampuan pertahanan udara Turki, tetapi juga meningkatkan kerja sama dan interoperabilitas di antara sekutu NATO.
Meskipun laporan sebelumnya menyebutkan Turki ingin mengakuisisi hingga 40 unit, kesepakatan yang ditandatangani saat ini adalah untuk 20 unit, dengan kemungkinan opsi tambahan di masa depan.
Kesepakatan yang baru ditandatangani ini menunjukkan bahwa hambatan Jerman akhirnya teratasi, kemungkinan besar setelah pergantian pemerintahan atau adanya lobi diplomatik intensif dari Inggris dan Spanyol. Tanpa “lampu hijau” dari Berlin, kesepakatan penjualan jet tempur ini tidak akan pernah terjadi.
Mengingat pengiriman jet tempur yang dijadwalkan baru pada tahun 2030, Turki juga sedang menjajaki opsi untuk mendapatkan jet Typhoon lebih cepat, Turki dilaporkan sedang bernegosiasi untuk membeli jet Typhoon bekas dari negara-negara yang sudah mengoperasikannya, yaitu Qatar dan Oman, sebagai solusi sementara untuk mengisi kekosongan kemampuan (gap filler).
Kesepakatan Penjualan Jet Tempur Eurofighter Typhoon ke Turki, Ternyata Membuat Israel ‘Pusing’
Beberapa laporan menyebutkan bahwa Turki mungkin akan menerima sekitar 12 unit pesawat bekas ini lebih awal, sebelum batch produksi baru mulai dikirimkan.
Dengan akuisisi Typhoon, maka kemampuan udara Turki di sayap tenggara NATO akan meningkat signifikan. Sementara kepentingan bagi Inggris, ini adalah soft power yang kuat, menunjukkan kemampuan mereka untuk menyelesaikan transaksi pertahanan skala besar dan mengamankan pekerjaan industri domestik, sekaligus memperkuat hubungan dengan sekutu NATO yang penting. (Gilang Perdana)
Raih Restu Konsorsium Eurofighter, Turki Negosiasi Pembelian Jet Tempur Typhoon Bekas dari Qatar



“Beberapa laporan menyebutkan bahwa Turki mungkin akan menerima sekitar 12 unit pesawat bekas ini lebih awal, sebelum batch produksi baru mulai dikirimkan.”
Penjajakan Typhoon eks-Qatar masih berlangsung dan sudah positif sepertinya, rudal Meteor incoming! Siap-siap tetangga yang berusaha ngelobi buat batalinnya ‘gelisah’ 😅
Diveto sama Jerman ngak?????