Hari Ini 57 Tahun Lalu, Jet Tempur “Anglo French” SEPECAT Jaguar Terbang Perdana, Terus Beroperasi Hingga 2034

Hari ini 57 tahun lalu, bertepatan dengan 8 September 1957, diperangati sebagai momen emas kerja sama antara Perancis dan Inggris (Anglo French), yakni dengan dilakoninya penerbangan perdana prototipe jet tempur SEPECAT (Société Européenne de Production de l’Avion Ecole de Combat et d’Appui Tactique) Jaguar. Jet tempur legendaris yang masih dioperasikan India itu, terbang perdana di Bandara Melun-Villaroche, yang terletak di dekat Paris, Perancis.

Baca juga: Untuk Pertama Kali dalam Sejarah, Jet Tempur F-15 Mendarat di Indonesia (Lanud Roesmin Nurjadin)

Bandara Melun-Villaroche merupakan fasilitas uji coba yang digunakan oleh Dassault Aviation. Penerbangan perdana Jaguar diterbangkan pilot uji Perancis, Bernard Witt. Penerbangan bersejarah itu berlangsung selama 20 menit dan berjalan dengan sukses, menguji kemampuan dasar pesawat dan membuka jalan bagi pengembangan lebih lanjut. Momen tersebut juga sangat penting karena Jaguar adalah proyek gabungan antara Perancis (Dassault Aviation dan Breguet) dan Inggris (British Aircraft Corporation), menunjukkan kerja sama erat antara kedua negara.

Setelah penerbangan perdana prototipe, SEPECAT Jaguar resmi diserahkan dan mulai beroperasi untuk kedua negara penggunanya, yaitu Perancis dan Inggris, persisnya Royal Air Force (RAF) menerima pengiriman pertama Jaguar GR1 pada tahun 1974 dan Angkatan Udara Prancis (Armée de l’Air) menerima pengiriman Jaguar pertamanya pada tahun 1973 dan mulai mengoperasikannya secara penuh pada tahun 1975.

Pengembangan Jaguar dimulai pada pertengahan tahun 1960-an sebagai proyek kolaborasi ambisius antara Inggris dan Perancis. Tujuannya adalah untuk menciptakan satu pesawat yang dapat memenuhi dua peran, yaitu pesawat latih supersonik untuk Angkatan Udara Perancis dan pesawat serang taktis (ground-attack) untuk Angkatan Udara Inggris. Hasilnya adalah sebuah kompromi desain yang menghasilkan pesawat serang yang sangat tangguh, meskipun tidak memenuhi semua persyaratan awal Perancis sebagai pesawat latih murni.

Reputasi tempur Jaguar sangat solid, terutama sebagai pesawat serang darat yang andal dan kokoh. Ia terkenal karena kemampuannya dalam menanggung kerusakan dan terus terbang. Beberapa misi tempur ikonik yang pernah dilakukannya, seperti pada Perang Teluk (1991), Jaguar Angkatan Udara Inggris memainkan peran kunci dalam misi serangan darat. Mereka terkenal karena menggunakan bom berpemandu laser dan berhasil menargetkan infrastruktur militer Irak.

Pada Operasi NATO di Balkan, Jaguar dikerahkan dalam operasi di Bosnia, menunjukkan kemampuannya di lingkungan modern. Kemudian pada Perang Kargil (1999), Jaguar milik Angkatan Udara India digunakan secara intensif untuk misi pengintaian dan serangan darat terhadap posisi musuh di medan pegunungan yang ekstrem.

Secara umum, Jaguar memiliki banyak varian, namun dapat dikelompokkan ke dalam beberapa jenis utama:
– Jaguar A: Varian serang kursi tunggal untuk Angkatan Udara Perancis.
– Jaguar E: Varian latih kursi ganda untuk Angkatan Udara Prancis.
– Jaguar S (kemudian GR.1/GR.3): Varian serang kursi tunggal untuk Angkatan Udara Inggris. Ini adalah varian yang paling banyak digunakan dalam pertempuran.
– Jaguar B (kemudian T.2): Varian latih kursi ganda untuk RAF.
– Jaguar International: Varian ekspor yang dijual ke berbagai negara, termasuk India, Oman, Nigeria, dan Ekuador, dengan modifikasi yang disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.
– Jaguar M: Varian untuk kapal induk Angkatan Laut Perancis, tetapi dibatalkan karena masalah teknis dan pertimbangan biaya.

Angkatan Udara Perancis memensiunkan Jaguar mereka pada 1 Juli 2005, menggantinya dengan pesawat yang lebih modern seperti Dassault Rafale. Sementara, Inggris memensiunkan armada Jaguar mereka pada April 2007. Kedua negara memensiunkan Jaguar karena pesawat tersebut dianggap sudah tua, kurang mampu bersaing dengan pesawat generasi baru, dan membutuhkan biaya operasional serta perawatan yang tinggi.

Angkatan Udara India (IAF) menjadi operator terakhir Jaguar di dunia, bahkan mereka tetap mengoperasikan pesawat ini, bahkan hingga tahun 2034. India memiliki armada Jaguar yang sangat besar, mencapai lebih dari 160 unit, yang hampir sama dengan jumlah total yang dioperasikan oleh Perancis.

Selain itu, India memiliki lisensi untuk memproduksi Jaguar di dalam negeri melalui perusahaan Hindustan Aeronautics Limited (HAL). Ini membuat mereka memiliki infrastruktur dan kemampuan untuk merawat serta memodernisasi pesawat tersebut. India terus melakukan peningkatan (upgrade) pada armada Jaguar mereka dengan sistem avionik dan radar modern (seperti standar DARIN III), serta mengintegrasikan senjata baru seperti rudal canggih.

Untuk memastikan ketersediaan suku cadang, India telah mengakuisisi pesawat Jaguar yang telah dipensiunkan dari negara lain seperti Perancis dan Oman. Ini menunjukkan komitmen mereka untuk mempertahankan pesawat ini dalam kondisi operasional. (Bayu Pamungkas)

India Jadi Operator Tunggal SEPECAT Jaguar – Inilah Sejarah Panjang Alih Teknologi Jet Tempur dari Inggris dan Perancis