Masih Terkait ‘Perang Asimetris’, Taiwan Uji Coba Chingfeng IV – Rudal Jelajah Hebat Biaya dari Basis Drone Target

Terkait upaya Taiwan dalam mempersiapkan perang asimetris, selain memproduksi drone kamikaze berbahan kayu lapis, otoritas pertahanan Taiwan juga tengah mengembangkan jenis rudal jelajah hebat biaya, yang ideal digunakan saat meladeni invasi Cina Daratan. Rudal jelajah yang dimaksud adalah Chingfeng IV (atau Chien Feng IV).

Baca juga: Bersiap Perang Asimetris, Taiwan Produksi Drone Kamikaze Berbahan Kayu Lapis yang Hemat Biaya

Yang khas dari Chingfeng IV, ternyata rudal jelajah yang menjadi proyek kemitraan antara National Chung-Shan Institute of Science and Technology (NCSIST), lembaga pertahanan utama Taiwan, dan Kratos Defense and Security Solutions, ternyata mengusung platform drone target MQM-178 Firejet.

MQM-178 Firejet adalah drone target yang diproduksi oleh perusahaan Amerika Serikat, Kratos Defense and Security Solutions. Drone ini dirancang khusus untuk latihan militer, khususnya untuk meniru ancaman rudal atau pesawat musuh, sehingga memungkinkan personel militer melatih sistem senjata mereka, baik dari darat ke udara maupun dari udara ke udara.

Sebagai drone target, MQM-178 Firejet fungsi utamanya adalah sebagai target udara berkinerja tinggi yang dapat digunakan untuk menguji dan melatih sistem senjata. Drone ini dirancang untuk dapat bermanuver dengan realistis, termasuk melakukan belokan dengan gaya G tinggi, untuk meniru profil penerbangan ancaman yang nyata.

MQM-178 Firejet dibangun dari bahan komposit serat karbon, yang membuatnya ringan dan kuat, ciri lain dari drone target ini memiliki desain modular yang memungkinkan integrasi berbagai muatan (payload), seperti tow targets, sistem radio frequency (RF), dan sistem infrared (IR) untuk meniru karakteristik ancaman yang berbeda.

MQM-178 Firejet dapat diterbangkan dalam mode manual atau terprogram, dan diluncurkan menggunakan sistem peluncur pneumatik dari darat atau kapal, yang membuatnya lebih hemat biaya dibandingkan sistem yang menggunakan Rocket-Assisted Take-Off – RATO.

MQM-178 Firejet dirancang untuk dapat digunakan berkali-kali. Ini adalah salah satu fitur utama yang membuatnya hemat biaya untuk tujuan latihan militer. Kratos, produsennya, merancang Firejet dengan sistem pemulihan yang memungkinkan drone ini selamat dari misi dan digunakan kembali di lain waktu. Firejet dapat dipulihkan dengan parasut setelah misi selesai.

Dalam banyak skenario latihan, rudal atau amunisi yang digunakan adalah versi “latihan” yang tidak meledak, atau rudal yang diprogram untuk meledak pada jarak aman dari drone (proximity fuse). Tujuannya bukan untuk membuat kontak fisik, tetapi untuk mengonfirmasi bahwa rudal akan meledak di dekat target. Ini memungkinkan tim evaluasi untuk menganalisis keakuratan tembakan tanpa menghancurkan drone yang mahal.

Scrab II Target Drone – Bermesin Jet, Jadi Lawan Tangguh untuk Latihan Hanud TNI AU

Chingfeng IV
Pihak Kratos telah mengonfirmasi bahwa Chingfeng IV adalah turunan dari sistem MQM-178 Firejet. Proyek ini bertujuan untuk memodifikasi Firejet dari perannya sebagai drone target menjadi kendaraan udara tak berawak (UAV) berkemampuan serang.

Dengan memanfaatkan platform yang sudah ada seperti Firejet, Taiwan dapat dengan cepat dan efisien mengembangkan rudal jelajah yang terjangkau. Ini sejalan dengan strategi pertahanan Taiwan yang berfokus pada “perang asimetris” melawan ancaman potensial yang lebih besar. Rudal jelajah semacam ini dapat memberikan Taiwan kemampuan serangan presisi jarak jauh yang hemat biaya.

Taiwan Gelar Rudal Jelajah Jarak Jauh Supersonik Ching Tien (Yun Feng), Mampu Menjangkau Beijing!

Laporan mengindikasikan Chingfeng IV dapat mencapai jangkauan hingga 1.000 kilometer, yang akan memberikan Taiwan opsi penting untuk serangan standoff (serangan dari jarak jauh). Selain itu, desain modular Firejet juga memungkinkan rudal ini dikonfigurasi untuk peran lain, seperti peperangan elektronik atau relai sinyal komunikasi.

Meski spesifikasi Chingfeng IV belum dipublikasi, namun bila merujuk pada spesifikasi MQM-178 Firejet, maka dapat diperkirakan, bahwa rudal jelajah yang disebut hemat biaya ini punya panjang 3,3 meter dan bentang sayap 1,9 meter. Ditenagai oleh dua mesin turbojet kecil, Firejet dapat mencapai kecepatan maksimum Mach 0,69 (sekitar 840 km/jam) dengan ketinggian terbang hingga 10.670 meter di atas permukaan laut, dengan kemampuan terbang rendah hingga 6 meter di atas permukaan tanah.

Sebagai drone target, MQM-178 Firejet mampu membawa muatan internal hingga 32 kg, dan muatan tambahan di sayap hingga 9 kg per sisi dan di stasiun sayap hingga 15,9 kg per sisi.

Firejet pertama kali diperkenalkan kepada publik pada tahun 2011. Pada tahun 2017, model pra-produksi MQM-178A sudah digunakan oleh QinetiQ, sebuah perusahaan teknologi pertahanan Inggris, dalam latihan angkatan laut internasional “Formidable Shield” untuk menguji kemampuan pertahanan udara dan rudal terintegrasi. (Bayu Pamungkas)

Banshee NG: Target Drone dengan Kecepatan Transonik dan Manuver 9G