Negeri James Bond Canangkan Project “Nightfall” – Rudal Balistik Taktis (Jarak Pendek) Ground Launched Berhulu Ledak 200 Kg

Setelah mempercepat pengembangan rudal jelajah hipersonik dengan target operasional di tahun 2030, “Negeri James Bond” diwartakan bakal meluncurkan project “Nightfall” untuk rudal balistik taktis yang diluncurkan dari darat (ground launched).
Seperti dikutip Ukdefencejournal.org.uk (28/8/2025), Kementerian Pertahanan (Kemhan) Inggris secara resmi mengungkapkan niatnya untuk mengembangkan rudal balistik taktis baru yang diluncurkan dari darat di bawah project Nightfall. Persyaratan Nightfall berada pada tahap “open early engagement”, yang mana mitra Industri yang ikut dalam tender memiliki waktu hingga 18 September untuk merespons sebelum kompetisi lanjutan diluncurkan.
Kemhan Inggris menjelaskan Single Statement of User Need (SSUN) secara gamblang, “Angkatan Bersenjata Inggris membutuhkan rudal balistik taktis (dengan jangkauan >500 km) yang hemat biaya, mampu diluncurkan dari darat dengan aman dari platform bergerak di lingkungan taktis dengan ancaman tinggi, bernavigasi dan secara akurat mengenai koordinat yang diprogram oleh pengguna.”
Dokumen tersebut menekankan bahwa rudal tersebut harus dapat dioperasikan dalam kondisi yang keras, siang dan malam, dengan low multispectral signature, tangguh dalam lingkungan elektromagnetik (EME) yang kompleks, termasuk dalam lingkungan yang tidak memiliki GNSS (Global Navigation Satellite System) dan terdegradasi, serta tahan terhadap serangan EW (Electronic Warfare) dan spoofing yang ditargetkan.

Spesifikasi yang dipublikasikan menetapkan standar dasar yang ketat untuk Nightfall, seperti jangkauan lebih dari 500 km pada lintasan balistik, muatan hulu ledak sekitar 200 kg (high explosive per effector) dan punya akurasi CEP (Circular Error Probable) 5 meter, termasuk di lingkungan tanpa GPS.
Respon dari rudal balistik ini dirancang untuk mampu menyerang target dalam 10 menit setelah peluncuran. Sementara untuk volume tembakan, diharapkan lebih dari dua rudal per kendaraan, yang semuanya dapat diluncurkan dalam waktu 15 menit.
Korea Utara Uji Coba Hwasongpho-11-Da-4.5 – Rudal Balistik Jarak Pendek dengan Hulu Ledak 4,5 Ton
Bicara hal skalabilitas produksi, minimal produksi 10 rudal per bulan, dengan kapasitas untuk diperluas bila dibutuhkan.
Kemhan Inggris juga menetapkan target harga: “Biaya target efektor adalah £500.000 total per unit, tidak termasuk hulu ledak, peluncur, dan biaya pengembangan lainnya.”
Tujuannya bukan hanya untuk meluncurkan rudal baru, tetapi untuk melakukannya dengan cepat. “Tujuannya adalah untuk mengirimkan produk ini dengan cepat, yang berarti terdapat jadwal yang agresif untuk demonstrasi penembakan sekitar 9 bulan sejak kontrak diberikan dan produksi serial sekitar 3–6 bulan kemudian, dengan produksi minimal 10 unit per bulan.”
Korea Utara Uji Peluncuran Rudal Balistik Jarak Pendek Hwasong-11D – Versi ‘Kecil’ dari Rudal KN-23
Persyaratan tersebut menyatakan bahwa beberapa rudal harus dikirimkan dari satu peluncur bergerak. Kemhan Inggris mensyaratkan kemampuan untuk mengirimkan beberapa (>2) efektor dari satu kendaraan darat. Kendaraan tersebut harus dapat berhenti, menembakkan semua efektor rudal dalam waktu 15 menit, dan kemudian meninggalkan posisi staling dalam waktu lima menit setelah peluncuran terakhir untuk menghindari tembakan balasan.
Dengan jangkauan yang direncanakan lebih dari 600 km, muatan 200 kg, maka Nightfall dapat diklasifikasikan sebagai rudal balistik jarak pendek (Short-Range Ballistic Missile/SRBM), yang mana standar SRBM yaitu rudal balistik dengan jangkauan hingga 1.000 km. Untuk mendukung peluncuran project Nightfall, sebuah acara industri akan diadakan di London pada 24 September 2025. (Gilang Perdana)


