Declassified Australia Sebut Pemerintah Australia ‘Diam-diam’ Pasok Suku Cadang Jet Tempur Stealth F-35 ke Israel

Sebagai mata rantai negara sekutu, ada kabar bahwa pemerintah Australia telah secara diam-diam mengirimkan suku cadang jet tempur stealth F-35A Lightning II ke Israel. Seperti diketahui, Israel merupakan pengguna F-35I Adir (varian F-35A yang dirancang khusus kebutuhan Israel). Kabar pengiriman diam-diam suku cadang F-35 ke Israel, pertama kali diungkap oleh Declassified Australia.
Baca juga: Pengadilan Belanda Perintahkan Penghentian Ekspor Suku Cadang Jet Tempur F-35 ke Israel
Sebagai informasi, Declassified Australia adalah inisiatif jurnalisme independen yang didirikan pada tahun 2021 dan diedit oleh jurnalis investigasi Peter Cronau dan Antony Loewenstein. Organisasi nirlaba ini bertujuan untuk menantang narasi yang ada dengan menerbitkan kisah-kisah mendalam, unik, dan sebagian besar tersembunyi yang mengungkap realitas hubungan Australia dengan negara demokrasi dan kediktatoran.
Selama berbulan-bulan, pemerintah Australia berulang kali menegaskan bahwa mereka tidak akan mengirimkan suku cadang untuk jet tempur F-35 ke Israel, tetapi investigasi “Declassified Australia” mengklaim bahwa Australia diam-diam mengirimkan suku cadang tersebut ke Israel, sebagaimana dilaporkan di situs Consortium News.
Suku cadang untuk jet tempur F-35 Israel diekspor langsung dari Australia ke Israel. “Ekspor ini merupakan bukti nyata keterlibatan Australia dalam kejahatan perang Israel,” demikian pernyataan laporan tersebut.

Investigasi tersebut menemukan bahwa catatan kargo barang yang dikirim dalam penerbangan dari Sydney ke Tel Aviv menandai barang tersebut sebagai “suku cadang pesawat”. Tidak pasti apakah dokumen-dokumen ini hanya menunjukkan dua pengiriman individual, atau merupakan gambaran sekilas perdagangan langsung suku cadang F-35 Australia yang jauh lebih besar ke Israel.
Salah satu penerbangan tersebut berangkat pada 4 Juli 2025 dan catatan menunjukkan suku cadang pesawat dimuat ke dalam ruang kargo Thai Airways penerbangan TG472 di Bandara Internasional Sydney. Penerbangan tersebut lepas landas pukul 14.50 menuju Bangkok untuk melanjutkan penerbangan El Al LY82 menuju Tel Aviv, yang mendarat pada hari Minggu, 6 Juli lalu.

Dinyatakan juga bahwa suku cadang pesawat tersebut digambarkan sebagai ‘pengemasan’ dan ditandai EAR99 – sebuah klasifikasi berdasarkan Peraturan Administrasi Ekspor AS 99 yang berkaitan dengan barang-barang penggunaan ganda (sipil/militer). Paket tersebut terdaftar dengan berat hanya satu kilogram.
Dokumen-dokumen tersebut menyatakan bahwa sumber suku cadang pesawat tersebut adalah Lockheed Martin, produsen jet tempur F-35. “Lockheed Martin tetap memiliki kepemilikan atas suku cadang dan komponen F-35 Joint Strike Fighter, dan mengelola rantai pasokan global serta bertanggung jawab atas semua alokasi komponen tersebut,” jelas laporan tersebut.
Laporan tersebut melanjutkan, “Catatan pengiriman menyatakan pemasok barang sebagai RAAF atau Angkatan Udara Australia. Dokumen tersebut selanjutnya mencantumkan lokasi pengirim sebagai Tindal di Australia Utara, lokasi penjemputan sebagai “Williamtown”, dan setelah dikirim dari Bandara Sydney, lokasi penerima barang hanyalah “Tel Aviv-Jaffa, Israel.”
Laporan tersebut menyatakan bahwa informasi tersebut “Menunjukkan bahwa pemerintah federal tidak dapat lagi menyangkal atau bersembunyi di balik mekanisme ‘penyangkalan yang masuk akal’.” Penyangkalan yang masuk akal terjadi ketika suatu organisasi intelijen atau pemerintah dengan sengaja meninggalkan ambiguitas antara dirinya dan suatu tindakan yang bermasalah atau ilegal sehingga dapat menyangkal tanggung jawab.
[the_ad id=”77299″]
Atas laporan tersebut, Declassified Australia menyerukan penyelidikan formal atas dukungan Australia terhadap “Kejahatan perang yang terjadi di Gaza.”
Pada bulan Agustus 2024, Amnesty International Australia memperingatkan kekhawatiran besar terkait penjualan senjata dan suku cadang senjata dari Australia kepada militer Israel melalui negara-negara perantara. Pada bulan November 2024, lebih dari 230 organisasi masyarakat sipil global menyerukan penghentian segera semua transfer senjata ke Israel oleh negara-negara yang terlibat dalam produksi jet tempur F-35. Mitra program jet F-35 meliputi Australia, Kanada, Denmark, Italia, Belanda, Norwegia, Inggris, dan Amerika Serikat (mitra utama), dan saat ini Israel telah menggunakan jet F-35 dalam genosida terhadap warga Palestina di Gaza.
Pertama di Luar AS, Australia Bangun Fasilitas Pengecetan Khusus F-35A Lightning II di Williamtown
Ada banyak komponen dan suku cadang jet tempur stealth F-35 yang dibuat di Australia. Australia adalah salah satu dari sembilan negara mitra program F-35 Joint Strike Fighter (JSF), dan industri pertahanannya telah memainkan peran penting dalam produksi dan pemeliharaan pesawat ini.
Berikut adalah beberapa kontribusi industri pertahana Australia pada proyek F-35:
Marand
Perusahaan ini adalah pemasok Australia terbesar dalam program F-35. Mereka memproduksi perkakas (tooling) F-35, sirip vertikal (vertical tails), dan fairing. Marand juga merancang dan menjadi sumber global untuk trailer pelepasan dan pemasangan mesin F-35.
BAE Systems Australia
Perusahaan ini memproduksi komponen titanium untuk stabilisator vertikal (vertical stabilisers) dari varian F-35 CTOL (Conventional Take-off and Landing) untuk pesawat F-35 global. BAE Systems Australia juga memainkan peran vital dalam pemeliharaan global pesawat F-35.
Quickstep
Merupakan produsen komposit serat karbon yang berbasis di Sydney ini telah memproduksi ribuan komponen untuk program F-35 global.
Axiom Precision Manufacturing
Bekerja sama dengan BAE Systems Australia, Axiom memproduksi komponen semi-jadi dan jadi dari titanium tempa dan billet yang dirakit menjadi sirip vertikal F-35.
Secara keseluruhan, lebih dari 75 perusahaan Australia, termasuk banyak usaha kecil dan menengah (UKM), telah berkontribusi pada program F-35. Kontribusi ini mencakup pasokan komponen untuk sistem avionik dan propulsi yang canggih, serta penyediaan layanan pemeliharaan dan peningkatan berkelanjutan.
Industri Australia telah meraih kontrak senilai lebih dari $5 miliar dalam program F-35, yang menunjukkan peran signifikan mereka dalam rantai pasokan global pesawat tempur canggih ini. (Bayu Pamungkas)
Perkuat Taring F-35A dan Super Hornet, Australia Borong 400 Rudal AIM-120 AMRAAM Varian Tercanggih



Siapa ga tergiur, pembelinya nawar diatas harga pasar. Namanya jualan pasti nyari untung lah. Kalau pun sekelas Indonesia bisa buat suku cadang pasti ngambilah, tapi dukung Palestina merdeka tetep jalan.