Fincantieri Resmi Serahkan Fregat KRI Brawijaya 320 Kepada TNI AL, Diharapkan Bulan September Tiba di Indonesia

Bertempat di galangan kapal Fincantieri di Muggiano, La Spezia, Italia, pada tanggal 2 Juli 2025, telah dilangsungkan upacara serah terima (delivery ceremony) atas fregat PPA MPCS (Multipurpose Combat Ship) KRI Brawijaya 320, yakni dari pihak Fincantieri kepada TNI AL. Dengan upacara penyerahan ini, maka kapal kombatan yang akan menjadi flahgship TNI AL ini rencananya akan dilayarkan dan tiba di Indonesia pada bulan September mendatang.

Baca juga: Leonardo NA-30S MK2 – Sistem Kendali Senjata Multisensor di Fregat KRI Brawijaya 320 dan KRI Prabu Siliwangi 321

Fincantieri dakam siaran pers menyebut, upacara serah terima dihadiri oleh Biagio Mazzotta, Chairman of Fincantierii, Laksamana TNI Muhammad Ali, Kepala Angkatan Laut Indonesia, Junimart Girsang, Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia untuk Republik Italia, Laksamana Enrico Credendino, Kepala Angkatan Laut Italia, dan Laksamana Giacinto Ottaviani, Direktur Persenjataan Nasional. Kehadiran mereka menggarisbawahi kolaborasi pertahanan yang kuat antara kedua negara.

KRI Brawijaya 320 dengan kapasitas 171 awak, dibangun dan diserahkan oleh Fincantieri dalam waktu yang sangat singkat kepada Angkatan Laut Indonesia, berkat sinergi pembangunan baru yang dilaksanakan oleh Group Fincantieri , merupakan yang pertama dari dua unit MPCS/PPA dan, bersama dengan kapal saudaranya, KRI Prabu Siliwangi 321. Kapal-kapal ini akan menjadi kapal tempur terbesar di Angkatan Laut Indonesia, yang memperkuat stabilitas di kawasan Indo Pasifik dan menjaga kepentingan nasional Indonesia.

Sebelum menjadi KRI Brawijaya 320, kapal yang akan memperkuat Satuan Kapal Eskorta (Satkor) Koarmada II ini, bernama ITS Marcantonio Colonna P433, yang tak lain sudah dalam fase produksi berdasarkan pesanan Angkatan Laut Italia. Sementara kapal kembarannta, yakni KRI Prabu Siliwangi 321, tadinya bernama ITS Ruggiero di Lauria P435.

PPA adalah kelas kapal perang dengan panjang 143 meter yang dapat dikonfigurasi untuk berbagai misi mulai dari operasi pengawasan maritim bertempo rendah yang ‘ringan’ hingga skenario pertempuran tingkat tinggi ‘pertempuran penuh’. Tergantung pada konfigurasinya, masing-masing kapal memiliki bobot antara 5.800 dan 6.300 ton.

Kapal perang ini juga mampu mengoperasikan kapal berkecepatan tinggi seperti RHIB (Rigid Hull Inflatable Boat) hingga sepanjang 11 meter melalui derek lateral atau jalur penarik pada stern ramp (rampa di buritan).

Guna menggantikan dua unit fregat PPA yang telah dijual ke Indonesia, Angkatan Laut Italia pada 26 Juni 2025, mengumkan adanya pesanan dua unit fregat PPA (tambahan) Multipurpose Combat Ships kepada Fincantieri.

Pesanan tersebut, yang menggantikan dua kapal PPA yang dijual ke Indonesia sebelum selesai, merupakan perpanjangan kontrak yang dikelola oleh Organisation for Joint Armament Co-operation (OCCAR) atas nama Fincantieri, sebagai kontraktor utama, dan Leonardo, sebagai mitra program.

Bagi Fincantieri, nilai kontrak untuk dua kapal baru tersebut sekitar EUR 700 juta, yang mencakup pekerjaan yang telah dilakukan pada kapal-kapal sebelumnya yang sekarang ditujukan untuk Indonesia. Dua kapal PPA baru akan dikirim dalam konfigurasi ‘Light Plus (+)’ di galangan kapal terpadu Riva Trigoso/Muggiano milik Fincantieri, dengan pengiriman dijadwalkan pada tahun 2029 dan 2030. (Gilang Perdana)

Gantikan Unit yang Diakuisisi TNI AL, Angkatan Laut Italia Pesan Dua Unit Fregat PPA ‘Light Plus’ ke Fincantieri

5 Comments